Mengenal Perbedaan Asuransi Mobil Syariah dan Konvensional

Asuransi

Asuransi mobil syariah menjadi opsi yang cukup banyak dipilih para pemilik mobil saat ini. Agar tak salah pilih, pelajari secara mendalam terlebih dulu.

Sebagai pengguna mobil, tentu Anda ingin mobil terlindungi dari hal-hal yang tidak terduga dan risiko yang tidak inginkan, seperti kecelakaan bahkan kehilangan. Maka dari itu, hal terbaik untuk mencegah terjadinya hal terburuk terjadi pada mobil tak lain adalah memiliki asuransi. Dengan adanya asuransi, setidaknya ketika mobil yang Anda gunakan bermasalah, Anda tak perlu mengeluarkan biaya lebih besar karena sebagian biaya sudah ditanggung oleh asuransi tersebut.

Saat ini, ada banyak sekali perusahaan yang menyediakan asuransi mobil dengan penawaran yang beragam. Namun, melihat banyaknya konsumen muslim di tanah air, maka para perusahaan penyedia asuransi tersebut pun mengeluarkan produk asuransi mobil syariah yang dapat digunakan dengan aman dan sesuai dengan aturan dalam Islam.Tak heran jika banyak sekali orang yang menggunakan asuransi tersebut saat ini.

Lalu, apa perbedaan antara asuransi mobil syariah dengan yang konvensional? Mari kita simak bersama di bawah ini!

Baca juga: Ketahui Hal Ini Sebelum Membeli Asuransi Mobil Syariah

Perbedaan Asuransi Mobil Syariah dengan Konvensional

Pengelolaan Risiko

Asuransi mobil syariah mengedepankan prinsip tolong menolong, sehingga prinsip pengelolaan risiko yang ditawarkan oleh asuransi mobil syariah adalah sharing of risk. Prinsip ini berarti sesama peserta asuransi akan saling menanggung risiko.

Pengelolaan Dana

Dalam masalah pengelolaan dana, asuransi syariah bersifat lebih transparan dibandingkan asuransi mobil pada umumnya. Pada asuransi ini, Anda dapat terhindar dari suku bunga (riba) yang tidak sesuai dengan syariat. Dana pada asuransi mobil syariah akan dikelola dengan maksimal dengan tujuan untuk menguntungkan peserta asuransi.

Kepemilikan Dana

Sama seperti pengelolaan risiko, berlandaskan prinsip syariah, maka kepemilikan dana pada asuransi syariah adalah milik bersama atau milik seluruh peserta asuransi. Di sini, perusahaan asuransi hanya memegang peran sebagai pengelola dana. Dengan kata lain, premi yang disetorkan oleh nasabah adalah milik nasabah seutuhnya.

Pembagian Keuntungan

Prinsip bagi hasil melandasi pembagian keuntungan ketika Anda membeli asuransi syariah untuk mobil Anda. Perusahaan asuransi (pemegang amanah dana tabarru) mengambil sebagian keuntungan untuk biaya operasional dan sisanya dibagikan kepada nasabah.

Sesuai dengan prinsip bagi hasil, maka keuntungan yang didapatkan dari perusahaan asuransi akan dibagi antara perusahaan dengan peserta. Sistem pembagian keuntungan atau bagi hasil (skema nisbah) ini sering dijadikan senjata untuk berkompetisi dengan perusahaan asuransi penyedia asuransi syariah lainnya.

Pembagian keuntungan ini ada yang dibagikan dalam bentuk potongan premi bahkan ada juga yang langsung dibagikan dalam bentuk uang tunai. Sebelum Anda memilih sebuah asuransi syariah, jangan lupa untuk menanyakan dengan jelas sistem pembagian keuntungannya.

Pengawasan

Asuransi mobil syariah akan dilaksanakan di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang dibentuk oleh MUI. DPS ini akan ditempatkan di setiap perusahaan berbasis syariah dan perusahaan asuransi dan bertugas untuk mengawasi operasional perusahaan agar sesuai dan taat pada prinsip syariah.

Sedangkan sistem operasional asuransi mobil konvensional di mana pengawasan dana akan dilakukan secara internal oleh pihak manajemen perusahaan.

Baca juga: Perhatikan! 3 Hal Ini Menentukan Harga Premi Asuransi Mobil

Tip Memilih Asuransi Mobil Syariah yang Baik

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, produk asuransi mobil syariah saat ini sangat beragam. Setiap perusahaan asuransi menawarkan produk syariah ini dengan kelebihan atau keuntungan yang berbeda. Maka dari itu, Anda perlu cari tahu lebih dalam seputar asuransi tersebut agar tidak salah memilih.

Berikut adalah tip yang dapat Anda terapkan dalam mencari asuransi syariah yang baik untuk mobil Anda.

Jenis Perlindungan Asuransi Mobil Syariah

Ada dua jenis perlindungan yang disediakan asuransi mobil syariah, yakni all risk dan total loss only (TLO). Asuransi TLO memberikan perlindungan saat mobil mengalami kerusakan sebesar lebih dari 75 persen, kehilangan akibat pencurian maupun perampasan. Sementara all risk memberikan perlindungan menyeluruh, baik kerusakan ringan, berat, maupun risiko kehilangan.

Kedua jenis perlindungan tersebut biasanya memiliki perluasan perlindungan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, jika lokasi rumah Anda sering mengalami bencana banjir, maka penting untuk menambah perlindungan terhadap risiko tersebut. Jenis-jenis perluasan perlindungan patut menjadi faktor penentu dalam memilih perusahaan asuransi. Pastikan perlindungan yang disediakan oleh perusahaan asuransi yang Anda pilih sesuai untuk kebutuhan Anda.

Penghitungan Premi Asuransi Mobil Syariah

Ada tiga faktor yang mempengaruhi besaran premi yang harus dibayarkan oleh nasabah, yakni jenis perlindungan, tipe dan usia kendaraan, serta kategori wilayah lokasi kendaraan beroperasi sesuai ketetapan Otoritas Jasa Keuangan. Kendaraan yang berumur lebih dari lima tahun biasanya memiliki besaran premi yang lebih tinggi, dikarenakan adanya loading fee. Semakin tua usia mobil, maka semakin tinggi juga premi asuransi atas mobil tersebut.

Begitu pula dengan wilayah lokasi kendaraan beroperasi. Otoritas Jasa Keuangan membagi wilayah menjadi tiga bagian; Wilayah 1 meliputi Sumatera dan Kepulauan sekitarnya, Wilayah 2 meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta Wilayah 3 yaitu selain Wilayah 1 dan 2. Pembagian wilayah inilah yang juga akan memengaruhi besaran premi asuransi mobil Anda.

Reputasi Perusahaan Asuransi

Dengan kehadiran berbagai produk asuransi syariah kendaraan bermotor yang menawarkan pelayanan serta premi yang berbeda-beda, reputasi perusahaan asuransi penting untuk Anda ketahui dan perbandingkan. Reputasi tersebut dapat diketahui dari risk based capital, rasio likuiditas, dana jaminan, dan faktor-faktor lainnya terkait kemampuan keuangan perusahaan dan kualitas layanan yang diberikan. Yang tak kalah penting, pastikan perusahaan asuransi tersebut terdaftar di Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Otoritas Jasa Keuangan.

Baca juga: Simulasi Perhitungan dan Biaya Asuransi Mobil di Futuready

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Bengkel Rekanan Perusahaan Asuransi

Dalam memilih perusahaan asuransi syariah untuk mobil, daftar bengkel rekanan yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut juga penting untuk Anda ketahui. Bengkel inilah yang akan melakukan pemeliharaan serta perbaikan saat terjadi kerusakan terhadap mobil Anda. Beberapa pertanyaan yang perlu Anda pertimbangkan, antara lain apakah terdapat bengkel rekanan yang berlokasi dekat dengan rumah Anda? Bagaimana kinerja dan pelayanan bengkel rekanan tersebut? Apakah suku cadang yang dijual oleh bengkel rekanan tersebut terjamin originalitasnya

Mengetahui Hak dan Kewajiban

Faktor yang tak kalah penting adalah untuk mengetahui hak dan kewajiban Anda sebagai nasabah. Ketahui secara jelas tentang klaim atau syarat dan ketentuan risiko yang menjadi pertanggungan, karena setiap perusahaan asuransi syariah memiliki ketentuan yang berbeda-beda.

Setelah Anda mengetahui segala hal seputar asuransi mobil syariah di atas, tentu Anda akan lebih mudah dalam memilih asuransi yang akan Anda gunakan. Sudah memutuskan akan menggunakan asuransi syariah apa untuk kendaraan roda empat Anda?

Comments are closed.