Yuk Ketahui Batas Kecepatan Aman Dalam Berkendara!

Asuransi MobilMobil

Batas kecepatan aman dalam berkendara bisa berbeda beda di setiap daerahnya. Di jalan bebas hambatan batas minimum kecepatan mencapai 60 km/jam sementara dijalanan padat bisa hanya 40 km/jam.

Banyak orang tidak mengetahui berapa batas kecepatan aman dalam berkendara. Hal ini lantaran setiap jalan atau kawasan memberlakukan aturan yang berbeda. Di jalan bebas hambatan misalnya bisa jadi batas kecepatan aman yang disarankan adalah 80km/jam.

Lain lagi dengan jalanan yang lebih sempit dan padat, biasanya batas kecepatan aman yang disarankan tidak lebih dari 60 km/jam. Batas kecepatan aman berkendara ini dibuat untuk meminimalisir resiko kecelakaan.

Baca juga: Jangan Asal Pilih Asuransi Mobil. Ketahui Jenisnya

Pasalnya tidak sedikit kecelakaan beruntun terjadi karena pengendara terlalu cepat mengendarai laju mobil, tapi ada pula yang terlalu lamban. Jika sudah begini maka pengendara sendiri yang akan merugi. Untuk meminimalisirkan kerugian tersebut, alangkah baiknya kendaraan Anda dilindungi asuransi mobil. Sebab, ada banyak manfaat yang diberikan, seperti santunan akibat kecelakaan tabrakan, banjir, huru hara, dan masih banyak lagi.

Sementara yang tidak, harus gigit cari karena biaya kerusakan yang amat mahal. Karena itulah menjaga kecematan aman dalam berkendara amat penting, demi keselamatan diri dan kendaraan.

Aturan Batas Kecepatan Aman dalam Berkendara

Aturan Batas Kecepatan

Indonesia sendiri memiliki payung hukum yang jelas mengenai batas kecepatan aman selama berkendara. Hal tersebut dituang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan Pasal 3 ayat (4).

Dalam aturan tersebut tertulis “di jalan bebas hambatan dalam kondisi arus bebas batas kecepatan paling rendah adalah 60 kilometer (km) per jam dan kecepatan paling tingginya 100 km/jam.”

Sementara untuk rute antar kota, kecepatan maksimum yang diatur adalah 80 km/jam. Beda halnya dengan kawasan perkotaan, batas maksimum laju kendaraan adalah 50 km/jam, daerah permukiman, batas kecepatan maksimumnya 30 km/jam.

Batas kecepatan tersebut disimbolkan dalam rambu lalu lintas. Selain kecepatan, hal yang perlu disimak lagi adalah jarak aman dengan pengendara lain yang biasanya diatur dalam waktu 1-2 detik, Jarak ini dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan beruntun.

Misalnya ketika Anda melaju dengan kecepatan 80 km/jam maka jarak aman adalah 22-44 meter. Selain itu, ketika melaju dengan kecepatan 100 km per jam, maka jarak dengan kendaraan lain adalah antara 28-56 meter.

Sayangnya aturan ini sering dilanggar oleh para pengguna jalan. Misalnya mobil yang saling mendahului dari bahu jalan atau angkutan umum yang melaju terlalu rendah atau bahkan berhenti tiba-tiba karena penumpangnya turun. Hal ini seringkali berbuntut pada terjadinya kecelakaan beruntun.

Baca juga: Trik Merawat Bodi Mobil Setelah Pemasangan Stiker Mobil

Namun, perlu diketahui juga bahwa seringkali batasan ini tidak bersifat mutlak. Bisa saja ditetapkan lebih rendah atau lebih tinggi di daerah lain karena sejumlah pertimbang. Salah satunya adalah jumlah kecelakaan yang terjadi dan fatalitas kecelakaan. Selain itu perubahan kondisi permukaan jalan, geometri jalan juga mempengaruhi kebijakan batas kecepatan aman dalam berkendara.

Bahkan jika ada forum masyrakat yang meminta batas kecepatan aman di angka tertentu ini juga bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk menentukan batas berkendara yang aman.

Manfaat Berkendara dengan Kecepatan Rendah

batas kecepatan rendah

Kecelakaan lalu lintas tercatat telah membunuh 1,25 juta orang setiap tahun dan menyebabkan cacat permanen pada para korbannya. Tidak peduli di mana lokasinya, tapi kecepatan sering menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Mobil yang melaju kencang dapat membatasi aktivitas fisik, mengganggu penggunaan ruang publik, dan dampaknya paling dirasakan oleh penduduk berpenghasilan rendah.

Dampak negatif berkendara dalam laju ini lebih dirasakan oleh negara-negara berkembang. Semakin banyak kendaraan roda dua dan empat mengaspal di jalanan tanpa regulasi yang membuat jera. Berkendara dengan kecepatan yang lebih aman di kota tidak hanya dapat menyelamatkan nyawa, tetapi juga dapat menghasilkan banyak manfaat lain seperti di bawah ini.

Kecepatan Rendah Menyelamatkan Nyawa

Setiap pengurangan 1,6 kilometer per jam dalam kecepatan kendaraan di jalan-jalan kota menghasilkan penurunan 6 persen dalam kematian lalu lintas. Batas kecepatan yang lebih rendah mengurangi kematian lalu lintas dan cedera serius karena berbagai alasan.

Pada kecepatan yang lebih rendah, resiko kecelakaan pun lebih ringan. Terutama jika hanya melibatkan pejalan kaki, pengendara sepeda atau pengendara sepeda motor. Seorang pejalan kaki memiliki peluang 90 persen untuk bertahan hidup jika tertabrak kendaraan yang bergerak pada kecepatan 30 km/jam, dapat berkurang hingga 70 persen jika berhadapan dengan kendaraan dengan laju 40 km/jam dan kurang dari 20 persen pada 50 km/jam.

Kecepatan Rendah Memberi Ruang untuk Melakukan Pengereman yang Tepat

Berkendara dengan kecepatan lebih rendah juga memungkinkan pengemudi berhenti dalam jarak yang lebih pendek. Jarak pemberhentian kendaraan adalah kombinasi dari jarak yang ditempuh selama waktu reaksi pengemudi dan jarak yang dibutuhkan mobil untuk berhenti setelah rem diinjak. Pada kecepatan yang lebih tinggi, sebuah mobil bergerak lebih jauh selama waktu reaksi ini dan jarak berhenti lebih besar. Ini mempengaruhi laju momentum pada titik tabrakan.

Batas Kecepatan Aman Tidak Memperlambat Perjalanan

batas kecepatan cukup rendah

Sering orang berkendara dalam kecepatan tinggi karena alasan sedang terburu-buru. Padahal berkendara dalam kecepatan tinggi dapat meningkatkan resiko tabrakan. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan Grenoble, Prancis menunjukkan bahwa penambahan laju ini hanya menambah durasi beberapa detik saja.

Misalnya ketika Anda melaju dengan kecepatan 30 km/jam dan menaikkan kecepatan hingga 50 km/jam, Anda hanya menambahkan waktu tempuh 18 detik. Batas kecepatan yang lebih rendah bahkan dapat mengurangi kemacetan dalam beberapa kasus, karena mereka mengurangi kemungkinan kemacetan. Ini telah diamati di Sao Paulo, di mana menurunkan batas kecepatan pada sekitaran jalan arteri besar dapat mengurangi kemacetan sebesar 10 persen selama bulan pertama implementasi, sementara kematian juga menurun secara signifikan.

Menciptakan Masyarakat yang Lebih Sehat

Kecepatan mobil yang lebih rendah menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Desain jalan yang mendorong kecepatan yang lebih aman – seperti jalur yang lebih sempit dan trotoar yang lebih luas, jalur penyeberangan yang ditinggikan dan ekstensi trotoar – juga memberikan lebih banyak ruang bagi pejalan kaki dan membuatnya lebih mudah untuk menyeberang jalan.

Dengan infrastruktur yang memperlambat kecepatan, orang yang tinggal di perkotaan mungkin akan lebih beralih jalan kaki dibanding menggunakan kendaraan pribadi.  Salah satu studi menemukan bahwa Amerika Serikat dapat menghemat $ 5,6 miliar dalam biaya perawatan kesehatan jika satu dari 10 orang dewasa mulai berjalan kaki secara teratur.

Baca juga: Deretan Mobil SUV di Bawah Rp100 Jutaan Berkualitas

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Warga yang memilih untuk mengambil lebih sedikit perjalanan dengan mobil juga berarti lebih sedikit emisi berbahaya dan mengurangi risiko tabrakan lalu lintas secara keseluruhan. Itulah beberapa manfaat berkendara dengan batas kecepatan rendah.

Comments are closed.