Tak Mau Diblokir, Segera Bayar Denda Pajak Kendaraan Anda!

Asuransi MobilMobilMotor

Jangan abaikan, segera bayar denda pajak kendaraan Anda sebelum dokumen-dokumennya dihapuskan! Kok bisa?

Bagi siapa pun yang memiliki kendaraan maka wajib hukumnya untuk membayar pajak kendaraan. Besaran pajak kendaraan memang berbeda-beda, tergantung jenis kendaraan yang Anda miliki. Setiap tahunnya, pajak kendaraan wajib diperpanjang agar mobil atau motor yang Anda gunakan legal saat dikendarai. Jika Anda telat membayar, maka Anda harus menanggung konsekuensinya sebab nilai pajak akan bertambah secara otomatis berserta dengan dendanya.

Denda pajak kendaraan ini tentunya berbeda-beda pula, tergantung pada jenis kendaraannya. Seringkali ditemukan banyak masyarakat yang malas mengurus pajak mobil sehingga pajaknya mati dalam kurun waktu tahunan. Tentu itu merupakan ciri masyarakat yang tidak taat pajak dan hal tersebut tentu merugikan Negara. Jika Anda sudah memiliki kendaraan, maka ada baiknya Anda juga menyadari dan menyisihkan penghasilan yang dialokasikan untuk membayar pajak.

Baca juga:Pahami Cara Blokir STNK dengan Cermat dan Tepat

Dengan taat membayar pajak, Anda pun akan tenang memakai kendaraan Anda kemana pun selama berpergian. Status kendaraan yang legal pajak membuat Anda tak perlu khawatir ketika bertemu atau diberhentikan polisi. Selain legal pajak, melindungi kendaraan dengan memiliki asuransi juga bisa menjadi cara mengurangi pengeluaran berlebih untuk perawatan maupun perbaikan. Hal yang tak diduga bisa terjadi kapan saja, sehingga dengan adanya asuransi mobil dan asuransi motor, dapat melindungi biaya yang akibat kerusakan ataupun masalah lainnya. Futuready bisa menjadi tempat singgah Anda untuk menemukan produk asuransi mobil dan asuransi motor yang tepat dan tepercaya.  Mudah dan dapat diakses secara online, pas untuk Anda masyarakat millenials.

Bagi Anda yang sudah terlanjut telat membayar pajak kendaraan, mungkin bisa mencoba menghitung denda yang mungkin akan dikenakan pada kendaraan Anda. Di bawah ini penjelasan mengenai cara hitung dan prosedurnya.

Tata Cara Hitung Denda Pajak Kendaraan

Cara Hitung Denda Pajak Kendaraan

Perhitungan denda pajak kendaraan bermotor ini besarannya 25 persen setiap tahunnya. Jika terlambat 3 bulan, besaran dendanya juga akan berbeda dengan terlambat 6 bulan. Semakin lama menunggak pajak, besaran denda juga akan menjadi lebih besar. Berikut perhitungan yang biasa diterapkan pada denda pajak kendaraan, yaitu:

Denda Pajak Motor 2 Hari Hingga 1 Bulan

Banyak orang berpikir bahwa jika telat membayar denda satu hari maka jumlah denda akan sama seperti menunggak pajak selama satu tahun. Padahal, penting untuk diketahui bahwa dua hari dijadikan patokan untuk pemberlakuan denda adalah merupakan toleransi atau jeda waktu bagi Anda yang mungkin lupa atau belum memiliki dana untuk membayar.

Jumlah denda yang dibayarkan bukanlah sama seperti setahun tarif kendaraan bermotor tersebut namun hanya sekitar 25 persen dari tarif pajak yang tertera di STNK Anda. Jadi, Anda yang baru terlambat selama dua hari maka denda yang dibayarkan akan sama dengan denda selama 1 bulan.

Baca juga: Cara Lapor Polisi Saat Kendaraan Hilang

Denda Pajak Motor Sebulan Hingga Setahun

Untuk keterlambatan selama satu bulan hingga satu tahun denda yang dibebankan akan disesuaikan dengan jumlah bulan terlambat. Telat satu minggu akan tetap dikategorikan sebagai telat satu bulan. Namun, apabila keterlambatan mencapai 1 bulan lebih 1 hari, maka akan diklasifikasikan menjadi telat 2 bulan. Jika masing bingung, berikut adalah perhitungan yang lebih mendetail:

  • Keterlambatan 2 bulan = PKB x 25% x 2/12 + denda SWDKLLJ.
  • Keterlambatan 6 bulan = PKB x 25% x 6/12 + denda SWDKLLJ.
  • Jika terlambat satu tahun = PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ.
  • Jika pajak telat selama 2 tahun, maka rumusnya = 2 x PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ.
  • Jika pajak telat selama 4 tahun, maka rumusnya = 4 x PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ.

Nah, bagi Anda yang sudah terlanjur belum mebayar pajak bahkan dendanya dan sudah lewat dari masa berlakunya. Maka sesungguhnya pajak kendaraan Anda masih bisa diurus. Prosesnya tidak jauh berbeda dengan membayar pajak tahunan. Anda hanya perlu mengisi formulir dan menyerahkan kepada loket pembayaran. Jangan lupa untuk menyertakan juga fotokopi KTP, STNK, dan BPKB agar mendapat surat ketetapan pajak dari pihak Kepolisian.

Risiko Tidak Membayar Denda Pajak Kendaraan

Risiko Tidak Membayar Denda Pajak Kendaraan

Berdasarkan data yang dirilis dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPBD) tahun 2018 lalu. Ada 4,7 juta kendaraan di Jakarta menunggak pajak. Jumlah tersebut merupakan angka gabungan dari kendaraan roda dua dan roda empat. Angka penunggak pajak ini jumlahnya selalu bertambah setiap tahunnya.

Tentu saja menunggak pajak kendaraan bukan tanpa risiko, Anda yang masih menunda-nunda membayar pajak wajib tahu beberapa risiko yang harus Anda tanggung sebagai berikut:

Surat Peringatan Dari Kepolisian

Pihak Kepolisian akan memberikan peringatan berupa surat setiap satu bulan sekali. Surat peringatan ini akan dikirimkan kepada alamat yang tertera pada STNK. Apabila jika sudah dikirimkan tetapi tidak direspons, maka Polisi akan secara permanen menghapus data kendaraan tersebut. Kalau sudah dihapus, nantinya kendaraan benar-benar tidak akan bisa untuk didaftarkan kembali secara resmi. Hal ini tentunya akan merugikan sang pemilik mobil.

Pemblokiran Kendaraan

membayar pajak endaraan di samsat

Beberapa waktu lalu, pihak Kepolisian baru saja mewacanakan peraturan baru. Peraturan baru tersebut berencana untuk mewajibkan semua surat kendaraan harus hidup. Kendaraan bermotor yang tidak diurus suratnya dalam waktu 5 tahun, 2 tahun kemudian datanya akan dihapus.

Artinya, jika surat mobil sudah mati selama 7 tahun, maka kendaraan otomatis akan menjadi bodong. Pihak Kepolisian juga mengatakan jika sudah melewati 7 tahun, maka kendaraan tidak akan dapat diurus kembali suratnya. Secara nasional akan berlaku untuk semua kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. Maka kendaraan akan dinilai sudah mati 7 tahun berturut-turut. Data kendaraan akan dihapus dan tidak bisa diregistrasi ulang.

Baca juga: Mudahnya Cari Lokasi Bengkel Rekanan Anda di Futuready

Kendaraan Tidak Dapat Dijual

Ada beberapa hal yang biasanya menjadi halangan untuk membayar pajak. Pertama adalah surat mobil belum sesuai dengan KTP sang pemilik lantaran ia membeli mobil bekas. Hal lain bisa juga dikarenakan sang pemilik mobil belum memiliki uang untuk membayar pajak mobil tersebut. Jika didiamkan, maka mobil sudah pasti tidak akan bisa dijual lantaran keabsahannya tidak terdaftar.

Menghindari risiko di atas, mulai sekarang Anda harus lebih mempersiapkan dana pembayaran pajak kendaraan. Denda pajak kendaraan yang mungkin Anda tanggung bisa lebih membebankan Anda lagi, terlebih apabila kendaraan diblokir dan tak bisa di jual lagi. Tak mau lebih rugi bukan? Taat bayar pajak ya mulai sekarang!

Comments are closed.