Bagaimana Cara Melakukan Impor Mobil Bekas?

Asuransi MobilMobil

Impor mobil bekas sebenarnya tidak boleh dilakukan untuk kepentingan pribadi, melainkan direkondisi dan dijual kembali oleh sebuah badan usaha atau perusahaan resmi.

Jika berbicara soal mobil sebenarnya bukan hanya membahas fungsinya saja sebagai alat transportasi, tetapi lebih merepresentasi atau simbol dari yang memilikinya. Karena itu setiap konsumen memilih model mobil berbeda sesuai dengan selera dan keinginan. Ada yang menyukai sport car, city car, SUV atau mobil lawas.

Tidak jarang selera mobil yang mereka inginkan tidak tersedia di pasar Indonesia, khususnya bagi pecinta mobil lawas. Jika sudah begini cuma satu cara yang bisa dilakukan bagi pecinta kendaraan lawas untuk mendapatkan mobil impiannya, yakni impor mobil bekas.

Baca juga: Lexus LS, Mobilnya Para Jutawan

Meksipun mobil bekas, tetap harus mendapatkan perlindungan yang sempurna. Apalagi mobil ini langsung diimpor dari luar negeri. Tidak terbayangkan besar biaya yang harus dikeluarkan jika terjadi risiko buruk. Oleh karena itu, peran asuransi mobil di sini sangat berfungsi, yaitu membantu meminimalisirkan biaya jika ada risiko buruk tak terduga menimpa Anda dan kendaraan.

Prosedur Impor Mobil Bekas

Pemerintah RI sendiri sebenarnya melarang impor mobil bekas untuk kepentingan pribadi. Importasi  kendaraan bekas hanya terbuka untuk kendaraan niaga truk kapasitas angkut dia tas 5 ton dan bus full sized. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 tahun 2016 tentang Kriteria Teknis Impor Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru, menegaskan hanya barang modal yang diperbolehkan untuk diimpor.

Barang modal yang dimaksud adalah barang sebagai modal usaha atau untuk menghasilkan sesuatu yang masih layak dipakai atau untuk direkondisi, remanufakturing, difungsikan kembali, dan bukan scrap. Impor barang modal bekas tersebut juga hanya boleh dilakukan oleh perusahaan pemakai langsung, perusahaan rekondisi, dan perusahaan manufakturing.

Prosedur Impor Mobil Bekas

Sementara daftar barang modal bekas yang dapat diimpor diantaranya adalah kebutuhan kelompok industri alat transportasi darat, industri maritim, industri elektronika dan telematika, serta industri permesinan. Kementrian perindustrian menambahkan, khusus barang modal bekas untuk industri alat transportasi darat, hanya bisa diimpor apabila berusia maksimal 15 tahun.

Pilihan Cara Impor Mobil Bekas

Karena mobil impor bekas ini tidak diperbolehkan, yaitu kirim mobil bekas melalui zona bebas, melalui kedutaan, dan melalui lelang Bea Cukai. Berikut penjelasan lengkapnya.

Impor Mobil Bekas Melalui Jalur Batam

Meski pemerintah melarang impor mobil bekas untuk kepentingan pribadi. Namun, Anda masih bisa menggunakannya di Bonded Zone/Zona Bebas yang meliputi Sabang, Batam dan Papua. Zona bebas ini bebas pengecualian dari bea cukai.

Mobil yang telah masuk ke tiga kawasan ini tidak boleh keluar ke kawasan lain. Tapi, masih ada cara untuk membawa mobil kesayangan Anda dari Bonded Zone secara legal, yakni memutasikan kendaraan dari wilayah bebas bea cukai tersebut.

Melalui Kedutaan Asing

Cara lain impor mobil bekas adalah membeli dari kedutaan asing. Beberapa kantor kedutaan sering membawa kendaraan produksi negara mereka sendiri untuk digunakan di Indonesia.  Importasi kendaraan bermotor oleh Perwakilan Negara Asing dan Badan Internasional ini bebas bea masuk.

Tapi saat Anda membelinya, ada biaya bea masuk dan pajak impor berupa PPN, PPh pasal 22, dan PPnBM yang harus dilunasi. Car menghitungnya kalikan saja harga kendaraan dalam negeri dengan besaran penyesuaian.

Sementara untuk menemukan angka penyesuaian hitung saja komponen tarif bea masuk, PPN impor, PPnBM inpor, PPh pasal 22, serta pengeluaran biaya lain.Umumnya jika sudah dikalkulasikan biaya yang mesti dikeluarkan jika membeli mobil bekas dari kedutaan asing harganya meningkat 50 persen.

Pilihan Cara Impor Mobil Bekas

Lelang Bea Cukai

Cara impor mobil bekas terakhir adalah dengan memilh mobil dari lelang bea cukai. Direktorat lelang dan kekayaan negara serong melakukan lelang kendaraan khusus untuk harta tak bertuan yang telah berada di entry-port (pelabuhan) wilayah kepabeanan.Lelang akan dilakukan setelah barang mengendap atau tertahan di kepabeaan selama 3 hingga 5 tahun pajak. Namun ada persyaratan yang mesti dipenuhi yakni pembelian minimal 1-lot dengan jumlah antara 6 hingga 10 unit dan ditentukan unitnya oleh panitia lelang negara.

Itulah beberapa prosedur impor mobil bekas yang bisa jadi pilihan untuk mendatangkan kendaraan incaran Anda.

Baca juga: Daftar Mobil Rolls Royce Termahal dan Termurah

Brand Mobil Impor Paling Diminati Pasar Indonesia

Mungkin masih banyak orang tidak tahu bahwa tidak sedikit brand otomotif tanah air yang menimpor mobil dari negara lain untuk dijual kembali di Indonesia. Hal ini terjadi karena beberapa mobil yang tidak diproduksi di pabrik tanah air.

Berikut adalah beberapa brand mobil impor yang paling sering memboyong produk-produknya dari luar negeri ke Indonesia.

Suzuki

Meski termasuk salah satu produsen mobil yang memiliki pabrikan di Indonesia. Nyatanya Suzuki masih sering mengimpor mobil dari luar negeri. Selama kurun 2018 saja Suzuki telah mengimpor nyaris 20 persen dari seluruh total produk yang mereka jual di tahun tersebut. Salah satu mobil impor Suzuki yang paling banyak terjual adalah Ignis. Suzuki sendiri mendatangkan Ignis sebagai 11.812 unit yang diimpor dari India.

Mitsubishi

Sebagai salah satu produsen mobil asal Jepang. Mitsubishi juga mengambil posi impor sebagai cara untuk menjual produk mereka. Merek mobil yang satu ini menduduki peringkat kedua dalam daftar impor mobil terbaik. Karena terbukti beberapa produknya selalu mampu memuasakan selera pasar. Dari 100 persen produknya yang dijual selama kuruan 2018, setidaknya 13,4 persen nya adalah produk impor. Sementara salah satu varian Mitsubishi impo yang paling laku dipasaran adalah jeis Triton yang didayangnya sebanyak 7.924 unit.

Pilihan Cara Impor Mobil Bekas

Toyota

Menjadi salah satu produsen mobil terbesar di tanah air nampaknya tidak membuat Toyota tenang. Meski setiap tahunnya selalu menelurkan produk baru. Namun mereka masih juga mengimpor beberapa varian mobil. Misalnya Toyota Hilux yang diboyong ke Indonesia sebanyak 5.682 unit, jumlah ini adalah 9,6 persen dari total penjualan mobil Toyota selama kurun 2018.Bahkan menurut para pengamat omomotif Toyota ini justru menjadi brand yang paling rajin memboyong mobil dari luar negeri, karena selain Hilux ada varian lain yang juga di impor seperti Toyota Alphard 2.4 dan Toyota Hi-Ace.

Honda

Honda juga tercatat menjadi brand yang cukup sering mengimpor beberapa variannya yang diproduksi di negara lain. Sebut saja Honda Civic Sedan dan Honda Civic Hatchback yang setidaknya menyumbang 5 persen penjualan Honda disepanjang tahun 2018.

Itulah beberapa brand yang sering mengimpor mobil dari pabrikan cabangnya diluar negeri. Meski memiliki pabrik sendiri di Indonesia namun mereka merasa masih belum bisa memenuhi seluruh selera pasar tanah air yang beragam, sehingga impor adalah salah satu pilihannya.

Baca juga: Hai Pencari Mobil Diesel! Ini dia Mobil Bekas di Bawah 100 Juta

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Jika Anda tertarik memboyong salah satu mobil impor tersebut, sebaiknya siapkan kocek tebal lantaran rata-rata harga mobil yang diimpor dari luar negeri ini dibandrol tinggi.

Comments are closed.