Penting! Ini Fungsi Lampu Hazard Sebenarnya!

Asuransi MobilMobilMotor

Banyak pengendara belum memahami penggunaan lampu hazard yang tepat, bahkan sebagian besar masih menyalahgunakannya untuk tindakan ilegal

Bagi pemilik kendaraan lampu hazard bukanlah istilah asing. Hampir 100% pengendara pernah menggunakan fasilitas ini. Sayangnya banyak pemilik kendaraan masih menggunakan mode ini untuk hal-hal diluar fungsinya. Lampu hazard yang biasa juga disebut lampu tanda darurat sendiri merupakan sebuah mode lampu eksternal yang diaktifkan ketika berada dalam kondisi darurat.

Saat mode ini diaktifkan, lampu sein kanan dan kiri akan berkedip secara bersamaan. Lampu darurat merupakan penanda bahwa kendaraan yang sedang ditumpangi berada dalam kondisi darurat. Tanda ini juga bisa berarti anjuran bagi pengendara lain untuk berhati-hati karena ada kondisi tidak biasa yang menghadang dijalanan.

Baca juga: Pentingnya Inreyen untuk Mobil dan Motor Baru

Lampu Hazard dalam beberapa kasus terbukti dapat mengurangi resiko kecelakaan dan menjadi perlindungan utama ketika pemilik kendaraan mengalami masalah saat berkendara.

Meski lampu darurat itu dapat menyelematkan Anda dan kendaraan, bukan berarti kendaraan tidak perlu perlindungan. Asuransi mobil dan motor tetap dibutuhkan untuk mengatasi kerugian akibat risiko yang bisa saja terjadi kapan dan di mana pun.

Lampu Hazard dalam Undang-Undang

Persoalan lampu hazard tidaklah sederhana, karenanya penggunaan mode inipun diatur dalam sebuah undang-undang. Yakni pada UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan,  ”Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan”.

Isyarat lain yang dimaksud dalam UU tersebut adalah lampu hazard dan senter. Sementara ”keadaan darurat” yang dimaksud adalah ketika pengendara terjebak mogok, mengalami kecelakaan atau sedang mengganti ban atau ketika pengendara dalam kondisi bahaya. Sayangnya seringkali pemilik kendaraan tidak mengetahui penggunaan lampu Hazard yang tepat sehingga menggunakannya dalam kondisi lain yang sebenarnya tidak masuk dalam kondisi darurat.

Aturan Penggunaan Lampu Hazard

Karena sudah diatur dengan payung hukum, maka sebagai pengendara kita harus mengetahui kapan saatnya menyalakan lampu darurat. Berikut adalah beberapa kondisi yang memperbolehkan pengendar mobil menyalakan lampu tanda bahaya:

Ketika Penegak Hukum Meminta untuk Menepi

Aturan Penggunaan Lampu Hazard

Seringkali pengendara khususnya pemilik mobil lalai selama berkendara dengan tidak mengindahkan peraturan lalu linta dan kemudian menjadi buruan para petugas berwenang yang kebetulans sedang berpatroli. Biasanya mereka akan terus membunyikan klakson untuk meminta pengendara menepi.

Nah jika mengalami kondisi ini, Anda boleh menyalakan lampu Hazard untuk menunjukkan kepada petugas bahwa Anda mengakui sinyalnya dan mengikuti permintaan mereka. Perlambat kendaraa dan nyalakan lampu bahaya Anda, dan hentikan mobil Anda di lokasi yang aman.

Mengganti Ban di Sisi Jalan

Anda bisa menyalakan mode lampu darurat ketika kendaraan berada dalam kondisi membahayakan pengendaran lain, seperti ketika mengganti ban di sisi jalan, atau ketika mobil mogok dan sedang menunggu bantuan derek. Sebab dalam kondisi seperti itu mobil yang Anda tumpangi dapat membhayakan pengendara lain

Berhenti Sesaat

Kerapkali dalam perjalaan mengendari mobil di jalan beban hambatan, kita mendapatkan panggilan telepon darurat atau penting. Demi menjaga konsentrasi menyetir sebaiknya Anda menepi beberapa saat dan nyalakan lampu hazard untuk memberi tanda pada pengendara lain bahwa Anda akan menepi.

Itulah beberapa kondisi yang diperbolehkan untuk pengendara mengaktifkan mode lampu darurat.

Baca juga: Hindari Modifikasi Motor dan Mobil Seperti Ini Agar Tidak Kena Sanksi!

Larangan Menyalakan Lampu Hazard

Ada hal yang diperbolehkan adapula yang tidak, begitu dengan penggunaan lampu darurat. Hampir disetiap negara diseluruh dunia memiliki aturan khusus terkait larangan menyalakan lampu hazard ini. Di Indonesia sendiri pihak berwajib menyarankan para pengendara untuk tidak menyalakan lampu darurat dalam kondisi di bawah ini:

Cuaca Buruk

Aturan Penggunaan Lampu Hazard

Salah satu penyalahgunaan penggunaan lampu hazard yang paling umum adalah menggunakannya pada saat cuaca buruk. Penggunaan lampu darurat saat hujan misalnya, sebenarnya justru dapat membingungkan pengendara lain.

Pasalnya ketika mengaktifkan mode hazard maka Anda tidak bisa menggunakan lampu sein untuk memberi tanda akan berbelok. Bukan tidak mungkin kecelakaan justru bisa terjadi karena kendaraan dibelakang tidak tahu bahwa Anda tiba-tiba berbelok ke kanan atau kiri.

Yang terbaik adalah mengandalkan lampu depan dan lampu belakang saat bernavigasi melalui cuaca buruk, alih-alih mengandalkan lampu darurat.

Saat Melintasi Lorong Gelap

Kesalahan lain dalam penggunaan lampu darurat adalah menyalakannya ketika kendaraan melintasi lorong gelap. Padahal lampu ini tidak perlu dinyalakan karena tidak memberikan efek apapun, bahkan justru membingungkan para pengendara yang ada dibelakang Anda. Saat melintas di trowongan yang sangat gelap cukup nyalakan lampu utama dan lampu senja sebagai penanda ada mobil didepan.

Lalu Lintas Padat

Tidak sedikit pengendara yang tergoda untuk menggunakan lampu darurat ketika jalanan padat atau macet. Biasanya pengendara seperti ini menyalakan lampu hazard untuk meminta prioritas jalan dari pengendara di depan dan disampingnya. Hal ini tentu tidak dibenarkan kecuali Anda sedang membawa pasien dalam keadaan darurat. Lagipula penggunaan lampu ini dapat memperlambat laju kendaraan lain karena mereka akan jadi lebih berhati-hati dan pada akhirnya menyebabkan macet panjang.

lampu hazard motor

Sebagai Alternatif untuk Lampu Sein

Jika saat berkendara tiba-tiba mengalami masalah dengan mobil, sebaiknya jangan langsung menyalakan lampu hazard untuk memberi sinyal ketika Anda keluar dari jalan raya atau berbelok. Sinyal putaran adalah cara yang lebih aman untuk kondisi ini, karena (seperti yang disebutkan sebelumnya), lampu darurat dapat menonaktifkan fungsi sinyal belok.

Saat Melintasi Daerah Berkabut

Indonesia terletak dalam wilayah cincin api, yang artinya dikelilingi oleh banyak pegunungan. Nah sudah lumarah jika di dataran tinggi kabut lebih sering muncul. Sudah menjadi kebiasaan para pengendara mobil menyalakan lampu hazard ketika melintasi daerah berkabut. Padahal hal ini tidak diperlukan. Karena setiap mobil sudah dibekali dengan lampu kabut (fog lamp) yang berwarna kuning atau lampu utama. Cukuplah kedua lampu ini yang dinyalakan sehingga lampu sein tetap bisa digunakan ketika mobil membelokkan arah.

Baca juga: Keuntungan dan Kerugian dalam Penggunaan Cover Mobil

Itulah beberapa informasi penting mengenai lampu hazard yang sering diacuhkan pengendara mobil. Patuhilan peraturan lalu lintas jangan lakukan tindakan ilegal yang dapat membahayakan diri sendiri.

Comments are closed.