Tip Mengatasi Panik Saat Mengemudi dengan Mudah

Asuransi MobilMobil

Mengatasi panik saat mengemudi harus dimulai dengan menenangkan pikiran, mempersiapkan rute yang aman serta mengenali hal-hal yang sering memicu kepanikan.

Mengemudi adalah salah satu situasi paling umum yang bisa memicu kepanikan. Apalagi jika berada di medan jalan, seperti jalan menanjak, berlubang, Jembatan, terowongan, hingga rute yang sangat menantang. Mengatasi panik saat mengemudi juga bukan perkara mudah khususnya bagi mereka yang mengalami trauma perjalanan.

Tanda-tanda munculnya rasa panik saat mengemudi adalah perasaan gelisah, selalu takut jika ada kendaraan lain dari arah berlawanan, serta kurangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan mengemudikan mobil sendiri. Tidak sedikit dari Anda yang mengatasi panik saat mengemudi dengan spontan menginjak rem atau berhenti mendadak. Padahal kondisi tersebut justru sangat berisiko menyebabkan kecelakaan beruntun.

Baca juga: Ketahui Fungsi Utama dari Ban Mobil

Menurut para pakar, mengatasi panik saat mengemudi harusnya dilakukan sebelum proses mengemudi dilakukan. Artinya persiapan yang matang dapat mengurangi serangan panik atau ketidaknyamanan selama mengemudi. Salah satunya adalah memastikan kondisi mobil dalam keadaan optimal dan dilindungi dengan asuransi mobil.

Sebab, ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan jika memiliki asuransi mobil, seperti uang pertangunggan jika terjadi hal buruk yang menimpa Anda dan juga pihak ketiga. Manfaat terhadap kebanjiran, terorisme, dan lain sebagainya.

Tip Mengatasi Panik Saat Mengemudi

Tip Mengatasi Panik Saat Mengemudi

Serangan panik saat mengemudi tidak dapat kita predisi. Perasaan ini bisa muncul begitu saja bahkan tanpa sebab. Segala ketakukan yang muncul selama Anda berada di dalam mobil dapat mendorong untuk melakukan berbagai tindakan yang berbahaya. Jika Anda merasa sedang mengalami gangguan kecemasan, begini tip mengatasi panik saat mengemudi.

Fokus Mengemudi

Saat mengemudi Anda sering kali membayangkan bagaimana medan yang akan dilalui, ketakutan pun mulai muncul karena Anda merasa tidak memiliki kemampuan menyetir yang baik. Daripada membiarkan pikiran buruk membayangi kepala Anda, lebih baik fokus pada jalan di depan. Jangan membayangkan situasi negative apapun karena hal tersebut akan membuat Anda lebih cemas.

Berfokus pada pengalaman sensorik dapat membantu mengarahkan perhatian Anda di masa sekarang, seperti melihat jalan di depan dan rasakan tangan pada setir, dan lainnya. Nikmati setiap detik perjalanan Anda tanpa harus membayangkan berbagai kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Baca juga: 5 Fungsi Perawatan Mobil Secara Berkala

Kenali Pemicu Kepanikan

Secara tidak langsung, ketakutan menjadi sinyal yang bisa membantu Anda untuk menghindari bahaya. Padahal ketakutan tersebut sesuatu yang tidak berdasar. Misalnya ketika sedang mengemudi sambil mendengarkan musik klasik, tiba-tiba Anda menjadi sangat emosional dan berpikir bahwa perasaan yang dirasakan saat ini adalah pertanda akan adanya sesuatu yang biasa disebut dengan pertanda buruk. Pemikiran ini memunculkan ketakutan yang tidak berdasar.

Orang yang sedang dalam kondisi panik, cenderung menafsirkan gejala kecemasan sebagai bahaya. Hal ini tidak baik jika didiamkan berlaurut-larut. Oleh karena itu, mulai kenali pemicu panik ketika sedang mengemudi. Apakah musik yang Anda dengar, apakah berita di radio yang tengah Anda dengar atau bayangan kecelakaan di masa lalu. Atasi itu dengan percaya bahwa Anda akan baik-baik saja maka kemudi bisa Anda kontrol kembali.

Atur Rute Perjalanan Ketika kita sudah menentukan rute perjalanan, tapi merasa medan terlalu berat sehingga membuat Anda tidak percaya dengan kemampuan menyetir sendiri, lebih baik ubah rute perjalanan, pilih medan yang kemungkinan lebih nyaman. Tanjakan, terowongan, dan jalanan yang macet seringkali menjadi pemicu panik terutama bagi mereka yang masih belajar berkendara. Sehingga memiliki rute yang lebih lengang dan mudah bisa menjadi opsi cara mengatasi panik saat mengemudi.

Pelankan Laju Kendaraan

Ketika Anda merasa sudah cukup takut dengan kondisi jalanan disekitar, sebaiknya pelankan laju kendaraan dan berjalan di jalur lambat. Kadang-kadang ketakutan dan rasa panik muncul ketika Anda berada di jalanan yang penuh dengan kendaraan besar, seperti truk, kontainter, dan bus. Meski kondisi Anda baik-baik saja, tapi keberadaan kendaraan besar sering mengancam psikologis yang menyebabkan tangan kehilangan kendali.

Jika menghadapi kondisi tersebut, cobalah tarik nafas dalam-dalam dan atur posisi mengemudi yang nyaman. Ajaklah penumpang di sebelah kemudi untuk mengobrol sehingga suasana bisa menjadi lebih cair atau Anda bisa mencoba mengunyah permen karet yang dipercaya bisa menurunkan rasa grogi.

Atur Rute Perjalanan Ketika kita sudah menentukan rute perjalanan, tapi merasa medan terlalu berat sehingga membuat Anda tidak percaya dengan kemampuan menyetir sendiri, lebih baik ubah rute perjalanan, pilih medan yang kemungkinan lebih nyaman. Tanjakan, terowongan, dan jalanan yang macet seringkali menjadi pemicu panik terutama bagi mereka yang masih belajar berkendara. Sehingga memiliki rute yang lebih lengang dan mudah bisa menjadi opsi cara mengatasi panik saat mengemudi.

Atur Rute Perjalanan

Ketika kita sudah menentukan rute perjalanan, tapi merasa medan terlalu berat sehingga membuat Anda tidak percaya dengan kemampuan menyetir sendiri, lebih baik ubah rute perjalanan, pilih medan yang kemungkinan lebih nyaman. Tanjakan, terowongan, dan jalanan yang macet seringkali menjadi pemicu panik terutama bagi mereka yang masih belajar berkendara. Sehingga memiliki rute yang lebih lengang dan mudah bisa menjadi opsi cara mengatasi panik saat mengemudi.

Menepi

Saat semua upaya yang telah disebutkan di atas tidak membuahkan hasil, terpaksa kita memilih opsi terakhir, yakni menepikan mobil. Mengatasi panik saat mengemudi memang tidak mudah, bahkan beberapa orang harus mengalami trauma yang menyebabkan mereka enggan untuk kembali mengemudikan mobil. Jangan terlalu kuat melawan rasa takut Anda, jika tangan sulit untuk memegang stir dengan baik dan kaki gemetar.

Alangkah baiknya pelankan laju kendaraan hidupnya lampu sein dan menepilah hingga perasaan Anda kembali tenang. Jika rasa panik saat mengemudi masih mendera, cobalah minta bantuan jasa Derek. Mereka akan membantu menderek mobil Anda sampai ke tujuan.

Baca juga: 7 Penyebab Klaim Asuransi Mobil Ditolak

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Itulah beberapa tip menghadapi serangan panik saat mengemudi. Setiap pengendara memiliki alasan dan pemicu yang berbeda ketika mengalami kecemasan berlebih dalam mengemudi. Ada yang merasakan cemas ringan, tapia da pula yang berlebih hingga mengeluarkan air mata. Jika kondisi ini yang Anda rasakan, ada kemungkinan Anda mengalami trauma berkendara di masa lalu dan harus segera diberi therapi.  Sebab jika dibiarkan terus menuru, kondisi ini akan menjadi lebih buruk lagi.

Comments are closed.