7 Hal yang Harus Anda Tahu Tentang Tekanan Ban Mobil

Asuransi MobilMobil

 Sering disepelakan ternyata tekanan ban mobil ini dapat mempengaruhi performa mobil dan bahkan jika tidak dalam hitungan yang tepat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ban.

Tekanan ban mobil adalah bahasan yang sering disepelekan para pemilik mobil. Dianggap tidak penting dan kerap dilupakan, padahal keberadaannya bahkan bisa menyebabkan ketidaknyamanan selama berkendara. Tekanan pada ban mobil yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan mobil berjalan tidak seimbang.

Karena itu menjaga kestabilan tekanan udara pada ban menjadi hal penting, untuk mengurangi faktor kerusakan ban. Sebagai pemilik mobil Anda wajib memahami pengetahuan dasar mengenai tekanan ban mobil yang ideal untuk kendaraan sendiri.

Baca juga: Deretan Mobil Paling Irit yang Pernah Mengaspal di Indonesia

Selain menghindari kerusakan lebih lanjut pada ban, tekanan pada ban mobil yang tepat juga berperan dalam mengurangi resiko kecelakaan. Selain itu, untuk menyempurnakan rasa aman dan nyaman ketika sedang berkendara, sebaiknya kendaraan Anda dilengkapi dengan asuransi mobil sebagai jaminan finansial Anda jika terjadi hal buruk yang menimpa Anda ataupun pihak ketiga.

Hal yang Harus Anda Tahu Tentang Tekanan Ban Mobil

Karena ban mengambil peran penting dalam setiap perjalanan Anda maka penting untuk memiliki pengetahuan dasar tentang pengisian dan perawatan tekanan ban. Berikut adalah beberapa informasi penting mengenai tekanan pada ban mobil

Tekanan Ban Mobil yang Aman

Tekanan Ban Mobil yang Aman

Tekanan pada ban mobil yang standar dan aman biasanya berkisar antara 28 sampai 33 Psi. Kata Psi ini adalah satuan international yang digunakan untuk mengukur tekanan pada ban mobil Anda. Jadi pada dasarnya untuk rentang tekanan ban paling rendah biasanya 28 Psi sementara paling tinggi adalah 33 Psi. Tekanan standar untuk mobil MPV atau berpenumpang 7 berkisar antara 30-32 Psi sedangkan untuk mobil sejenis citi car atau sedan biasanya berkisar antara 28-30 Psi.

Namun hal ini juga bergantung pada tipe mobil yang digunakan. Setiap mobil dilengkapi dengan manual book yang didalamnya berisi penjelesanan jumlah minimum dan maksimum tekanan ban. Selalu ikuti panduan ini akan performa mobil tetap terjaga.

Tekanan yang Kurang Pas dapat Menyebabkan Ban Meledak

Mengemudikan mobil dalam keadaan ban kurang tekanan, atau yang terlalu tinggi melewati tekanan inflasi maksimum, dapat menyebabkan ledakan , yang mengakibatkan hilangnya kontrol kendaraan. Banyak fungsi keselamatan dan bantuan pengemudi yang canggih tidak akan beroperasi pada kemampuan optimalnya jika ban Anda tidak dalam tekanan yan ideal. Menjaga ban Anda pada tekanan yang ideal juga dapat mempertahankan usia pakai ban, dan menghemat bahan bakar. Mengemudi di bawah ban kempes akan menambah beban biaya bahan bakar sekitar 0,2 persen

Baca juga: Pentingnya Inreyen untuk Mobil dan Motor Baru

Mengisi Tekanan Ban Mobil Secara Maksimum akan Membuat Ban Haus

Mengisi ban kendaraan Anda hingga tekanan maksimum adalah pilihan  yang kurang bijak. Mengemudi dengan kondisi tekanan ban yang terlalu tinggi akan meningkatkan keausan di bagian tengah ban. Selain itu tekanan yang terlalu tinggi juga membuat beban kendaraan menjadi berat. Tekanan pada ban mobil boleh diisi maksimum ketika Anda mengangkut muatan yang sangat banyak dan menempuh perkalanan jauh. Anda bahkan bisa menambah tekanan mencapai 32 Psi jika muatan yang diangkut sangat berat. Produsen mobil juga seringkali merekomendasikan tekanan udara yang berbeda untuk ban depan dan belakang mobil.

Saat Musim Hujan Sebaiknya Naikkan Tekanan Ban

Beberapa produsen kendaraan merekomendasikan tekanan yang sedikit lebih tinggi untuk digunakan pada ban musim penghujan. Tekanan yang lebih tinggi akan membuat ban lebih responsif. Karena ban biasanya tidak akan terlalu panas di suhu musim hujan seperti yang terjadi di musim kemarau, peningkatan 3 hingga 5 psi dari tekanan ban yang direkomendasikan akan membuat ban berada pada tekanan yang sama dengan ban biasa yang bekerja hampir sepanjang tahun. Setiap kali Anda beralih ke musim yang berbeda, pastika untuk terus mengecek kondisi tekanan ban yang sesuai.

Beri Tekanan yang Sama Kendati Ganti Merek dan Tipe Ban

Beri Tekanan yang Sama Kendati Ganti Merek dan Tipe Ban

Banyak pemilik mobil melakukan modifikasi dengan mengganti ban dan roda mereka dengan ukuran yang berbeda dari keluaran pabrik.  Ukuran  dan jenis ban ternyata dapat mempengaruhi jumlah tekanan yang mesti diikuti. Sebelum melakukan modifikasi sebaiknya konsultasikan dulu kepada ahli atau pemilik toko ban, biasanya mereka memiliki solusi untuk kasus ini. Namun pada praktiknya seringkali para pemilik toko ban merekomendasikan menggunakan tekanan yang sama dengan ban keluaran pabrik. Sehingga mengganti ukuran dan jenis ban yang tidak sesuai dengan standar pabrikan sebenarnya cukup beresiko.

Isi Tekanan Ban Secara Berkala

Isi Tekanan Ban Secara Berkala

Anda harus memeriksa tekanan ban Anda setidaknya sebulan sekali untuk memastikan tekanannya sesuai. Jika tidak memiliki perlatannya sendiri dirumah, Anda hanya perlu memeriksanya ke tukang tambal ban dan membayar beberapa ribu rupiah saja. Atau ingin yang gratis? Kini sebagian besar stasiun pengisian bahan bakar sudah menyediakan layanan isi tekanan ban gratis.  Saat memeriksa tekanan ban sebaiknya periksa juga keausan ban dan  dinding samping untuk melihat apakah ada kerusakan. Dengan begitu kerusakan yang lebih parah bisa dicegah.

Sebagian besar mobil baru dilengkapi dengan sistem pemantauan tekanan pada ban (TPMS). Beberapa akan menunjukkan tekanan ban spesifik di setiap roda, sementara yang lain hanya akan memberi Anda peringatan bahwa salah satu ban Anda bertekanan rendah. Apa pun yang Anda lakukan, jangan abaikan peringatan TPMS, karena itu bisa berarti ban Anda kempes.

Setiap Bulan Tekanan Ban Berkurang

Umumnya tekanan pada ban kendaraan bisa berkurang hingga 1 Psi setiap bulan. Anda harus mengecek tekanan ban selalu sesuai dengan sandar pabrik. Sebagai informasi ban yang high performance atau beraspek rasio 40-an (45, 40, 35), sebaiknya naikkan tekanan pada ban 10 sampai 15 persen diatas tekanan udara yang ditentukan pabrikan mobil. Sehingga jumlah tekanan pada ban mobil di akhir bulan tetap sesuai standar pabrik.

Baca juga: Honda WR-V, SUV Idola Kaum Muda

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Itulah beberapa informasi penting mengenai tekanan pada ban mobil yang penting diketahui para pemilik mobil, terlebih bagi mereka dengan mobilitas tinggi. Selain menjaga performa kendaraan tetap stabil juga dapat mengefisiensi bahan bakar dan mengurangi cost perawatan. Lakukan pemeriksaan dan penambahan tekanan pada ban mobil secara berkala di tempat yang terpercaya.

Comments are closed.