Dapat Beasiswa Pendidikan? Begini Cara Alokasinya

Saat ini banyak tawaran beasiswa yang bisa meringankan biaya pendidikan. Anda bisa mengombinasikannya dengan tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, dan investasi lainnya untuk membuat biaya pendidikan makin terjangkau. Bagaimana cara alokasinya?

Asuransi

Sebagai orangtua, Anda tentu akan senang jika anak mendapat beasiswa pendidikan. Selain bisa meringankan biaya pendidikannya, biasanya beasiswa juga identik dengan prestasi siswa. Artinya anak Anda sudah pasti memiliki sejumlah prestasi tertentu yang bisa membuatnya memperoleh beasiswa.

Dengan adanya beasiswa ini, banyak hal yang bisa Anda alokasikan secara lebih bijak untuk masa depan pendidikannya. Apalagi jika Anda sebenarnya sudah memiliki tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, atau investasi lain untuk pendidikannya. Namun agar hasilnya lebih maksimal, Anda juga perlu mengatur pengelolaan keuangan yang diperoleh dari beasiswa tersebut. Apa saja yang harus dilakukan?

  • Alokasikan dana pada kebutuhan utama

Bila anak Anda mendapatkan beasiswa, pastikan digunakan untuk keperluan pendidikan seperti membayar SPP atau membeli buku. Jangan sampai uang beasiswa yang seharusnya digunakan untuk biaya pendidikan disalahgunakan untuk kepentingan di luar pendidikan. Beberapa waktu lalu di Jakarta heboh mengenai penyalahgunaan Kartu Jakarta Pintar yang digunakan untuk keperluan di luar pendidikan yang sebenarnya bisa dicegah jika sudah ada perencanaan sebelumnya. [1]

  • Tak perlu beli baru semua kebutuhan sekolah

Beberapa keperluan sekolah anak mungkin bisa dipenuhi tanpa harus membeli. Sebagai contoh adalah buku pelajaran. Bila ada saudara atau tetangga yang belajar di sekolah yang sama, Anda bisa meminjam buku mereka pada tahun ajaran baru. Cara ini bisa menghemat biaya lumayan besar. Sebab paket lengkap buku pelajaran sekolah sekarang ini harganya cukup mahal, mencapai ratusan ribu rupiah. [2]

  • Menambah simpanan untuk masa depan pendidikan yang lebih panjang

Di luar dana yang Anda investasikan lewat tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan, usahakan untuk menambah dana ekstra sebesar 20% karena setiap tahun biaya pendidikan naik sekitar 20%. Sebagai contoh, bila Anda setiap bulan menyisihkan Rp500 ribu untuk tabungan pendidikan, bila memungkinkan Anda tambahkan menjadi Rp600 ribu. [3]

Sebarkan artikel ini pada relasi Anda melalui fitur jejaring sosial. Jangan lupa bagikan juga pengalaman Anda melalui kolom di bawah ini.Ê

Leave a Reply