Mari Ketahui Lebih Dalam Seputar Underwriter

Asuransi

Underwriter merupakan pekerjaan yang spesifik berada di ranah asuransi. Terdengar sederhana, nyatanya posisi ini memiliki peranan penting.

Setiap perusahaan pasti memiliki banyak posisi yang diisi oleh berbagai orang dengan tujuan agar perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik serta meraih keuntungan. Pada sebagian perusahaan, terdapat beberapa posisi yang hanya dimiliki oleh bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut. Salah satu bisnis yang memiliki posisi yang spesifik tak lain adalah perusahaan asuransi.

Seperti yang kita ketahui bersama, perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang menawarkan berbagai produk asuransi pada masyarakat. Umumnya, orang membeli produk asuransi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kemudian hari. Namun, nyatanya membeli produk asuransi tak semudah membeli produk atau barang yang dijual bebas di pasaran. Banyak hal yang menjadi pertimbangan pihak asuransi dalam menjual produknya pada para calon nasabah. Salah satu faktor yang dipertimbangkan tak lain yaitu identifikasi dan seleksi risiko calon nasabah.

Tugas tersebut dikerjakan oleh underwriter di sebuah perusahaan asuransi. Sebelum lebih jauh membahas soal underwriter, ada baiknya kita ketahui dulu definisi underwriting. Underwriting adalah sebuah proses mengidentifikasi dan menyeleksi risiko yang dimiliki oleh calon nasabah asuransi. Dalam proses underwriting juga terdapat pengelompokan tingkat risiko, pemutusan syarat dan ketentuan yang berlaku, serta jumlah premi asuransi yang harus dibayar. Tentu hal ini merupakan sesuatu yang penting bagi setiap perusahaan asuransi. Tak heran jika seluruh perusahaan asuransi memiliki underwriter untuk menangani hal ini.

Underwriter memiliki beberapa fungsi, salah satunya untuk mengidentifikasi calon nasabah untuk mendapatkan beban premi yang sesuai dengan risikonya sehingga terdapat keadilan antara premi yang dibayarkan dengan risiko yang ditanggung. Penerbitan suatu polis bagi para pembeli asuransi ditentukan oleh underwriter. Pengajuan calon nasabah bisa diterima atau ditolak. Baik keduanya, underwriter akan memberikan laporan pada pihak terkait di perusahaan asuransi untuk memproses calon nasabah tersebut.

Baca juga: Mau Tahu Ini Pengetahuan Seputar Polis Asuransi

Sejatinya, underwriter di perusahaan asuransi dibagi menjadi tiga jenis. Setiap jenisnya tentu memiliki fungsi yang berbeda. Apa saja jenis-jenisnya? Simak di bawah ini!

Jenis-jenis Underwriter

Underwriter Pertama

Orang yang menjadi underwriter pertama sebenarnya adalah agen asuransi jiwa. Jadi, agen asuransi tidak hanya menjual polis.

Agen asuransi jiwa juga menjadi orang yang pertama kali menentukan dan mengidentifikasi secara sederhana kemungkinan risiko calon nasabahnya.

Berdasarkan hasil pengamatan dan percakapan dengan calon nasabahnya, agen asuransi dapat menentukan apakah calon nasabahnya layak untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya atau tidak.

Financial Underwriter

Tugas dari seorang financial underwriter adalah membantu calon nasabah untuk menentukan program asuransi apa yang paling sesuai dengan nasabah. Financial underwriter akan menyesuaikannya dengan kemampuan secara finansial dan sesuai kebutuhan calon nasabah.

Medical Underwriter

Medical underwriter adalah orang yang merekomendasikan apakah calon nasabah layak untuk masuk dalam produk asuransi jiwa atau tidak. Hal ini didasarkan pada kondisi kesehatan dari calon nasabah tersebut.

Kemungkinan Keputusan Underwriter

Pada dasarnya, underwriter memiliki empat kemungkinan keputusan untuk para calon nasabah yang ingin membeli sebuah produk asuransi. Berikut adalah empat keputusannya.

Diterima Secara Penuh

Underwriter yang memutuskan calon nasabah diterima secara penuh berarti calon nasabah tersebut dapat menerima seluruh manfaat yang diajukan sehingga, calon nasabah dapat membeli asuransi yang sesuai dengan pengajuannya. Polis pun akan segera diberikan.

Calon nasabah ini dikategorikan dalam preferred risk dan standard risk. Calon nasabah berarti telah memenuhi syarat dari proses underwriting.

Baca juga: Perbedaan Tabungan dan Asuransi Pendidikan

Diterima Tetapi Ada Pengecualian

Pada keputusan ini, underwriter menegaskan bahwa calon nasabah asuransi diterima tetapi terdapat beberapa penyakit tertentu yang tidak ditanggung oleh pihak asuransi. Pengecualian ini berdasarkan kondisi kesehatan calon nasabah tersebut.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Diterima dengan Pembayaran Premi yang Ekstra

Underwriter yang memberikan keputusan ini pada calon nasabah artinya calon nasabah ini dapat dikategorikan dalam substandard risk yang berarti nasabah diterima dengan pemenuhan syarat tertentu. Hal ini berarti calon nasabah asuransi akan ditanggung sepenuhnya sesuai manfaat yang diajukan.

Akan tetapi, calon nasabah harus membayar tambahan premi. Jadi, calon nasabah akan membayar premi yang lebih mahal daripada yang biasanya.

Ditolak

Ini merupakan keputusan terakhir dari para underwriter. Calon nasabah yang ditolak pengajuannya termasuk dalam kategori declined risk atau uninsurable yang berarti perusahaan asuransi tidak mau menerima pengajuan yang diajukan oleh calon nasabah.

Hal ini dikarenakan risiko yang terlalu besar yang harus ditanggung oleh pihak asuransi. Hal ini juga dikarenakan ada beberapa faktor tertentu. Faktor tersebut bisa karena usia, penyakit, dan lain sebagainya.

Kriteria Underwriter yang Baik

Setiap perusahaan asuransi pasti menginginkan seorang underwriter yang telaten dan dapat ekerja dengan baik. Jadi, umumnya terdapat dua kriteria yang menunjukkan bahwa orang yang mengisi posisi tersebut merupakan underwriter yang baik. Berikut adalah kriterianya.

Hasil Underwriting yang Akurat

Underwriter yang baik adalah underwriter yang dapat melakukan proses underwriting yang tepat, yakni evaluasi risiko termasuk cukup akurat. Sehingga, hasil untuk menentukan jumlah premi dengan risiko yang akan ditanggung dapat disesuaikan dengan tepat.

Membantu Perusahaan Bersaing

Jika hasil proses underwriting-nya baik, tentu underwriter dapat membantu perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan asuransi lainnya.

Hal ini dikarenakan pendapatan suatu perusahaan ditentukan oleh hasil underwriting tersebut, baik secara pengeluaran, pengendalian, penetapan harga premi, dan lain sebagainya.

Menjadi seorang underwriter memang tidak mudah. Dibutuhkan keahlian khusus yang sangat penting untuk kelancaran pekerjaan. Tak heran jika posisi underwriter di perusahaan asuransi diganjar dengan gaji yang cukup besar. Mungkin Anda tertarik untuk menjadi underwriter?

Comments are closed.