Mengenal Jenis-Jenis Asuransi Kerugian

Secara garis besar ada dua jenis asuransi yaitu asuransi yaitu asuransi wajib dan asuransi sukarela. Salah satu bentuk asuransi sukarela adalah asuransi kerugian. Apa saja keuntungan asuransi yang diberikan?

Asuransi

Pemahaman mengenai perbedaan jenis asuransi sangat penting sebelum Anda menentukan keuntungan asuransi apa yang cocok untuk perlindungan diri atau harta benda Anda. Pertama, asuransi wajib. Asuransi ini merupakan asuransi yang sifatnya wajib dilakukan oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Misalnya, saat ini pemerintah menetapkan Undang-Undang No 24/2011 tentang Badan Pengelolaan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.[1]

Dalam UU tersebut, masyarakat wajib memiliki asuransi kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Mekanismenya bagi pekerja penerima upah, iurannya dibayarkan oleh perusahaan dan pegawai sendiri. Selain itu ada juga masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) yakni BPJS untuk masyarakat tidak mampu. PBI ini iurannya dibayarkan oleh pemerintah melalui subsidi kesehatan. Sedangkan kelompok ketiga adalah peserta BPJS Kesehatan peserta mandiri dengan membayar iuran tertentu sesuai dengan pilihan kelas layanan kesehatan yang diinginkan (kelas 1, 2, dan 3).

Kedua adalah asuransi sukarela. Asuransi ini sifat kepesertaannya sukarela atau tidak ada kewajiban yang mengikatnya. Asuransi ini termasuk asuransi komersial. Pesertanya membeli asuransi secara sukarela karena ingin terlindungi. Sebagaimana entitas bisnis lainnya, asuransi komersial menganut prinsip mencari keuntungan. Dana asuransi pada perusahaan asuransi komersial dipakai untuk pengembangan perusahaan. [2]

Pada asuransi sukarela ini premi yang dibayarkan akan dihitung sesuai dengan kondisi kesehatan, usia, dan riwayat penyakit yang pernah diderita. Jadi jika Anda punya kecenderungan sakit atau berusia tua hingga punya risiko sakit lebih tinggi, maka makin tinggi pula biaya preminya.

Saat ini ada beberapa jenis asuransi sukarela yang bisa dipilih untuk meminimalkan risiko kerugian. Dalam UU No 40 Tahun 2014, asuransi kerugian dimasukkan dalam kategori asuransi umum. Yakni usaha jasa pertanggungan risiko yang memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti.[3]

Jenis asuransi kerugian ini di antaranya adalah[4]

Asuransi harta benda.

Yakni jika yang diasuransikan adalah harta benda dari beberapa risiko seperti pencurian, kebakaran, dan sejenisnya.

thinkstockphotos-478669469.jpg

Asuransi gangguan usaha.

Yakni jika yang diasuransikan adalah usaha yang dijalankan. Misalnya dari risiko penipuan.

thinkstockphotos-475602678.jpg

Ê

Asuransi tanggung gugat.

Yakni jenis asuransi yang dipertanggungkan kerugian material akibat tanggung jawab hukum kepada pihak lain. Misalnya dokter yang mengalami tuduhan malpraktik dan mendapat gugatan dari pasiennya.

thinkstockphotos-452415501.jpg

Asuransi konstruksi dan rekayasa.

Yakni jenis asuransi untuk melindungi risiko terjadinya masalah dalam pengerjaan konstruksi atau proyek tertentu.

thinkstockphotos-470839771.jpg

Asuransi kendaraan bermotor.

Yakni jika yang diasuransikan kendaraan bermotor dari kemungkinan risiko seperti kecelakaan atau pencurian. Ê

thinkstockphotos-455684081.jpg

Bagikan artikel ini melalui fitur jejaring sosial dan berikan komentar serta pengalaman Anda dalam memilih produk asuransi.

Leave a Reply