Pemerintah Indonesia Menanggung Biaya Pengobatan Pasien Virus Corona

AsuransiAsuransi Kesehatan

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan wabah virus corona, pemerintah Indonesia menanggung biaya pengobatan untuk kasus ini. Yuk, cari tahu informasi selengkapnya!

Indonesia dibuat heboh setelah Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, secara resmi menyatakan bahwa terdapat dua orang warga negara Indonesia positif terjangkit virus corona pada Senin, 2 Maret 2020 kemarin. Setelah pengumuman tersebut, sontak seluruh masyarat menjadi panik dan berupaya untuk memproteksi dirinya masing-masing, seperti memborong makanan, membeli masker, hand sanitizer, dan lainnya.

Rasanya, kepanikan ini juga tidak berhenti di sana, isu yang kemudian timbul adalah keingintahuan yang tinggi seluruh warga Indonesia mengenai biaya pengobatan bagi pasien terjangkit corona atau COVID-19. Lalu, bagaimana tanggapan yang diberikan oleh pemerintah terkait penanggulangan infeksi corona ini? Selain itu, dari mana saja sumber untuk biaya pengobatan yang bisa Anda dapatkan? Berikut ini informasi selengkapnya.

Baca juga: Apakah yang Dimaksud Asuransi Penyakit Kritis?

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Berkaitan dengan Virus Corona

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01/07/MENKES/104/2020, 4 Februari 2020, tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) Sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya. Pemerintah memutuskan:

Kesatu, Menetapkan infeksi novel coronavirus (infeksi 2019-ncov) sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah.

Kedua, terhadap penyakit sebagaimana dimaksud Diktum KESATU, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melakukan upaya penanggulangan yang meliputi:

  1. Komunikasi risiko dan peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara berkala termasuk kepada masyarakat yang akan berpergian ke wilayah terjangkit dengan materi terutama mengenai pencegahan penyebaran penyakit melalui praktek pola hidup sehat, bersih dan antisipasi penularan;
  2. Melakukan kesiapsiagaan, deteksi, serta respons di pintu masuk negara dan di wilayah;
  3. Penyiapan fasilitas pelayanan kesehatan perawatan dan rujukan serta fasilitas penunjang seperti laboratorium dan bahan logistik kesehatan yang diperlukan beserta jejaringnya secara terpadu dan berkelanjutan;
  4. Pelaksanaan koordinasi dengan lintas sektor untuk efektivitas dan efisiensi upaya penanggulangan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV).

pasien virus corona

Ketiga, seluruh unit utama di lingkungan Kementerian Kesehatan melakukan komunikasi intensif dengan para pihak yang berkepentingan, baik di pusat maupun daerah, sesuai dengan tugas dan fungsinya guna mencegah penyebaran Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) di wilayah Indonesia.

Keempat, segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud Diktum KEDUA dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kelima, pembiayaan sebagaimana dimaksud Diktum KEEMPAT termasuk untuk biaya perawatan bagi kasus suspek yang dilaporkan sebelum Keputusan Menteri ini mulai berlaku dengan mengacu pada pembiayaan pasien penyakit infeksi emerging tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keenam, keputusan menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI): Tentang Wabah Corona (COVID-19)

Baru-baru ini, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan informasi tentang perlindungan asuransi jiwa terkait keputusan pemerintah tentang COVID-19.

Baca juga: Waspada! Virus Corona Semakin Meluas

Dilansir dari siaran pers yang dikeluarkan oleh AAJI, Selasa, 3 Maret 2020, Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, dan Direktur Ekseskutif AAJI, Togar Pasaribu, menanggapi positif atas Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020.

Berdasarkan keputusan tersebut, segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan termasuk biaya perawatan bagi kasus suspek yang dilaporkan sebelum Keputusan Menteri tersebut mulai berlaku.

Keputusan ini berlaku pada pasien yang dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah di kota masing-masing. AAJI menyampaikan bahwa secara umum, polis asuransi tidak memiliki mengecualikan terkait Covid-19 dengan catatan sepanjang tidak dikategorikan ke dalamondisi pandemik oleh Pemerintah Indonesia.

Yuk, Cek Polis Asuransi Anda!

Jadi, bagi Anda yang kini berstatus sebagai pemegang polis asuransi, AAJI mengimbau untuk memeriksa polis asuransi yang dimiliki dan bertanya kepada perusahaan asuransi penerbit polis asuransi terkait hal kasus ini. Mengingat polis asuransi yang dikeluarkan oleh setiap perusahaan berbeda-beda dan produk dari setiap perusahaan asuransi menawarkan manfaat klaim yang beragam.

Baca juga: Mengapa Asuransi Perjalanan Tidak Melayani Klaim Virus Corona?

Ingat juga ya, untuk selalu mempraktikan gaya hidup sehat dan higienis serta waspada, dengan melakukan tindakan preventif, di antaranya sering mencuci tangan dengan sabun atau cairan berbasis alkohol, tidak menyentuh muka, dan memeriksa suhu badan secara berkala.

waspada virus corona

Bila Anda dan anggota keluarga harus melakukan perjalanan dan berkunjung ke sebuah destinasi pariwisata, Anda harus senantiasa memperhatikan aspek kesehatan diri seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan, meningkatkan imunitas, serta mengindahkan arahan atau imbauan dari pemerintah setempat. Tidak lupa pula agar selalu memperbaharui informasi tentang rumah sakit rujukan sekitar destinasi pariwisata.

Comments are closed.