Ayo, Mengenal Lebih Luas Pialang Asuransi!

Asuransi

Pialang adalah sebuah wadah untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan sesuatu. Salah satu contohnya adalah pialang atau broker asuransi.

Berdasarkan Wikipedia, pialang (bahasa Iainnya disebut: Broker) adalah individu atau perusahaan yang bertindak sebagai perantara jual dan beli. Dalam perdagangan pasar modal dan atau dalam perdagangan berjangka kita sering mendengar istilah “pialang”, dalam pasar perdagangan barang broker tidak mutlak diperlukan tetapi dalam perdagangan pasar modal dan atau perdagangan berjangka, broker mutlak diperlukan. Pialang itu adalah perantara antara penjual dan pembeli atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut dengan makelar. Dalam pasar modal dan atau dalam perdagangan berjangk di Indonesia digunakan istilah pialang, maka istilah itulah yang digunakan.

Jenis-jenis Pialang dalam Pasar Modal

  1. Ritel (Retail) Broker
  2. Institusional Broker
  3. Discount Broker
  4. Deep Discount Broker
  5. Full Service Broker
  6. Internet (Online) Broker

Salah satu jenis pialang adalah perusahaan pialang asuransi yang merupakan memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung berdasarkan UU No. 2 Tahun 1992 Pasal 3. Perlu diketahui, bahwa perusahaan broker asuransi sangat berbeda dengan agen asuransi. Agen Asuransi adalah seseorang atau badan hukum yang kegiatannya memberikan jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung (UU No.2 Tahun 1992). Setiap Agen Asuransi hanya dapat menjadi satu agen dari 1 (satu) Perusahaan Asuransi (UU No. 63 Tahun 1999 Pasal 27). Agen Asuransi wajib memiliki Perjanjian Keagenan dengan Perusahaan Asuransi yang diageni (UU No. 63 Tahun 1999 Pasal 27).

Baca juga: Mari Ketahui Lebih Dalam Seputar Underwriter

Broker wajib berupa badan usaha di mana agen dapat berupa perorangan ataupun badan usaha. Kepastian bahwa broker wajib merupakan badan usaha diharapkan memberikan suatu tingkat profesionalisme yang lebih baik, karena proses yang harus dilalui lebih sulit serta faktor pengawasan baik dari Otoritas Jasa Keuangan maupun dari Asosiasi lebih memberikan suatu tingkat profesionalisme yang lebih baik. Agen hanya diperbolehkan mengageni sebuah perusahaan asuransi sedangkan pialang dapat melakukan penempatan risiko kepada asuransi mana pun selama perusahaan asuransi yang ditempatkannya mendapat izin usaha dari Departemen Keuangan. Sehingga broker dapat mencarikan kondisi penutupan yang paling kompetitif secara resmi berdasarkan hukum. Agen bertindak mewakili penanggung sedangkan broker mewakili tertanggung sehingga pialang diharapkan dapat dengan lebih percaya diri bernegosiasi yang terbaik demi tertanggung karena didukung secara hukum.

Peran Pialang/Broker Asuransi

Bila merujuk pada definisi di atas, maka secara garis besar tugas dari broker asuransi adalah melindungi kepentingan tertanggung atau nasabah sebuah perusahaan asuransi. Nasabah di sini bersifat luas dan tak terbatas pada satu orang saja. Berikut ini adalah rincian tugas broker asuransi sebagaimana dimaksud dalam undang-undang:

  1. Melakukan identifikasi terhadap segala bentuk usaha-usaha penghilangan, pengurangan, serta menghindarkan kemungkinan terjadinya risiko tersebut.
  2. Sesuai dengan kebutuhan tertanggung, broker asuransi harus mempersiapkan serta membuat desain kontrak asuransi yang paling cocok dan kompetitif.
  3. Membantu memilihkan penanggung bagi tertanggung (klien asuransi), yang aman.
  4. Menjembatani pemilihan dan negosiasi tingkat premi antara perusahaan asuransi (penanggung) dengan klien asuransi (Penanggung).
  5. Selama polis berjalan, broker asuransi bertanggung jawab untuk menjalankan risk inspection serta administrasi program, termasuk melakukan claim management service.
  6. Dalam satu waktu tertentu, pihak broker asuransi bisa juga menjalankan negosiasi klaim atas nama tertanggung.
  7. Melakukan adminstrasi serta penelitian asuransi.

Baca juga: Pertanyaan Asuransi yang Harus Ditanyakan Agar Tidak Tertipu

Cara Menggunakan Pialang/Broker Asuransi

Bila di awal Anda sudah mengenal tentang tugas broker asuransi sebagaimana dimaksudkan dalam Undang-Undang yang mengatur tentang asuransi, selanjutnya bagaimana bila kita sebagai pihak tertanggung atau klien perusahaan asuransi ingin menggunakan broker asuransi untuk menjembatani urusan dengan pihak perusahaan asuransi atau penanggung? Berikut ini adalah ulasannya:

  1. Pihak Tertanggung mendatangi pihak broker asuransi untuk mendapatkan placing slip. Dengan adanya placing slip ini maka pengisian application form tak diperlukan karena broker asuransi sudah mengantongi hasil survei sebagai pedoman kerjanya.
  2. Broker asuransi akan langsung bekerja setelah placing slip diserahkan oleh tertanggung dengan ini maka waktu untuk mengurusi urusan klaim dan hal lain terkait masalah antara pihak tertanggung dan penanggung bisa lebih singkat.

Tanggung Jawab Pialang/Broker Asuransi

Begitu mudahnya cara untuk mengurusi urusan asuransi antara pihak tertanggung dengan pihak penanggung (perusahaan asuransi) dapat terjadi, karena pialang asuransi bekerja berdasarkan kewenangan yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah serta diatur Undang-Undang. Berikut ini adalah tanggung jawab dari pialang asuransi, di antaranya:

  1. Broker asuransi bertanggung jawab untuk memperkenalkan calon klien dengan strategi manajemen risiko, dengan demikian maka rencana asuransi yang akan dipilih dapat sesuai dengan kondisi klien, termasuk juga kondisi bisnis dan keuangan kliennya.
  2. Sebagai broker asuransi, hal-hal yang menyangkut strategi pemasaran efektif, termasuk upselling untuk klien lama, pembaruan sistem pembukuan, database serta catatan, bahkan pengawasan klaim dan perjanjian asuransi yang adil antara tertanggung dan penangung sudah ada dalam slot tanggung jawabnya.
  3. Broker asuransi bertanggung jawab untuk menyerahkan ulasan kemajuan reguler pada setiap pihak yang berkepentingan.

Baca juga: Mau Tahu Ini Pengetahuan Seputar Polis Asuransi

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Wewenang Pialang/Broker Asuransi

Tanggung jawab broker asuransi tentu juga diiringi dengan kewenangan. Kewenangan ini menjadi satu kesatuan dengan tugas, peran serta tanggung jawab yang dibebankan dan menjadi tagihan kerja broker asuransi. Berikut ini adalah wewenang broker asuransi:

  1. Broker asuransi berhak untuk menagih premi mewakili kepentingan pihak penanggung.
  2. Saran yang diberikan broker asuransi bersifat mutlak, artinya baik diminta maupun tidak sebuah broker asuransi bertanggung jawab untuk memberikan saran baik pada pihak tertanggung maupun penanggung.
  3. Mendampingi pengacara tertanggung, bila seandainya ada masalah yang harus diselesaikan melalui jalur hukum.
  4. Melakukan tuntutan pada pihak ketiga, berdasar surat penunjukan atau kuasa dengan dan atau atas nama pihak tertanggung.
  5. Bila terjadi klaim besar atau General Average, broker asuransi berwenang untuk menyarankan penggunaan Loss atau Average Adjuster.
  6. Bila pihak penanggung menyetujui broker asuransi dapat terlebih dahulu membayarkan klaim terhadap pihak tertanggung. Tentu saja untuk proses harus terlebih dahulu terdapat kesepakatan di antara pihak-pihak yang terlibat di dalam sebuah mata rantai asuransi tersebut.

Comments are closed.