Mengenal 7 Prinsip Asuransi di Indonesia

Asuransi

Prinsip asuransi menjadi dasar pemberian pertanggungan oleh pihak perusahaan. Jika tertanggung terbukti melanggar prinsip yang telah disepakati, perusahaan asuransi berhak menolak klaim.

Bagi sebagian orang asuransi bukanlah prioritas hidup. Anggapan ini muncul karena premi asuransi yang ditetapkan perusahaan dianggap terlalu mahal. Tidak heran jika kalangan menengah atas lah yang mendominasi sebagai pemegang polis. Namun diantara para tertanggung pun masih ada yang mengeluhkan adanya perbedaan premi.

Ada perusahaan yang menetapkan premi tinggi, ada pula yang rendah. Ini berlaku untuk berbagai produk asuransi mulai dari jiwa, kesehatan, mobil, perjalanan, sampai properti. Hal ini ternyata terjadi karena adanya perbedaan prinsip asuransi yang dipilih oleh masing-masing perusahaan.

Baca juga: 7 Faktor yang Membuat Premi Asuransi Mahal

Jadi jangan heran jika Anda mendapatkan harga premi asuransi jiwa yang berbeda antara perusahaan A dan B meskipun manfaat perlindungan yang ditawarkan sama. Hal ini karena prinsip asuransi yang mereka anut juga berbeda.

Mengenal 7 Prinsip Asuransi

Prinsip asuransi adalah salah satu bentuk handlersrisk (manajemen risiko). Produk asuransi konvensional umumnya harus memindahkan atau mengalihkan risiko pada perusahaan asuransi. Contoh sederhana, yaitu asuransi kesehatan yang bertujuan memindahkan risiko keuangan klien ke perusahaan asuransi ketika klien diterima atau tidak dapat beroperasi karena sakit atau kecelakaan.

Bagaimana perusahaan dapat terus membiayai para kliennya yakni tertanggung? Karena mereka berjalan di atas prinsip asuransi. Berikut adalah 7 prinsip asuransi yang sering diaplikasikan oleh penyedia jasa proteksi di Indonesia.

mengenal Prinsip Asuransi

Utmost Good Faith

Ini adalah prinsip asuransi tingkat paling dasar dan primer dan berlaku untuk semua jenis polis asuransi. Artinya, orang yang diasuransikan harus dengan sukarela mengungkapkan kepada penanggung, semua informasi lengkap, dan benar mengenai masalah asuransi. Tanggung jawab perusahaan asuransi hanya ada dengan asumsi bahwa tidak ada fakta material yang disembunyikan atau disampaikan secara keliru oleh orang yang diasuransikan.

Ada proses yang disebut “Penjaminan” di industri asuransi yang merupakan kegiatan mempelajari risiko dan menetapkan nilai premi. Sangat penting bagi calon pemegang polis mengatakan semua fakta dengan benar dan tidak menyembunyikannya.

Jika Anda memikirkan term plan atau asuransi kesehatan, Anda perlu menyebutkan hal-hal berikut ini:

  • Jika Anda seorang perokok atau peminum
  • Riwayat penyakit keluarga Anda
  • Industri tempat Anda bekerja
  • Penghasilan Anda
  • Usia
  • Penyakit Anda saat ini (yang sudah Anda sadari)

Jika Anda tidak mengatakan hal-hal ini dengan benar, Anda melanggar “Utmost Good Faith” dan itu dapat memengaruhi proses klaim asuransi Anda di masa depan.

Baca juga: Ketahui Jenis dan Fungsi Asuransi di Indonesia

Insurable Interest

Prinsip asuransi yang satu ini mewajibkan pemegang polis hanya mengasuransikan sesuatu yang memiliki nilai ekonomi bagi pemegang polis. Singkatnya benda yang diasuransikan harus sudah hak milik pemegang polis. Misalnya Anda tidak dapat mengasuransi mobil dan rumah tetangga karena tidak memiliki kepentingan dengan merek. Contoh lain Anda hanya boleh membeli polis asuransi kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga.

Indemnity

Prinsip ini biasa diterapkan pada jenis proteksi jiwa yang mengatakan bahwa asuransi bukan untuk mencari untung, tetapi hanya untuk memberi Anda kompensasi atas kerugian yang terjadi. Jadi kompensasi yang dibayarkan tidak boleh lebih dari kerugian yang ditimbulkan. Karena itulah mengapa perusahaan asuransi meminta rincian pendapatan para nasabahnya.

Hal ini untuk memastikan berapa besar dana yang mesti diganti oleh perusahaan ketika pemegang polis kehilangan kemampuan untuk mencari nafkah. Perusahaan asuransi tidak ingin dijadikan sebagai ajang meraup untung anggota tertanggung dari kematian pemegang polis.

apa itu prinsip asuransi

Contribution/Chronology

Prinsip ini hanya berlaku bagi orang yang memiliku dua polis dari dua perusahaan berbeda. Prinsipnya adalah berbagai kerugian, sehingga jika tertanggung mengalami musibah maka kerugian yang timbul dibagi dua dengan perusahaan asuransi. Salah satu perusahaan dapat menuntut pengembalian pertanggungan. Namun hal ini sudah dibicarakan sejak awal pembuatan polis, sehingga pihak keluarga tertanggung harus menyadari hak dan kewajibannya dengan tidak menerima uang pertanggungan double.

Subrogasi

Prinsip asuransi yang satu ini jamak diberlakukan untuk proteksi kendaraan. Mekanismenya adalah begitu tertanggung dibayar untuk kerugian yang disebabkan oleh kerusakan pada properti yang diasuransikannya, maka hak kepemilikan properti tersebut dialihkan kepada perusahaan asuransi.

Jadi jika mobil, sepeda, rumah, atau barang-barang berharga yang diasuransikan rusak sepenuhnya dan begitu Anda mendapatkan kompensasi dari perusahaan asuransi, maka hak kepemilikan barang jatuh kepada perusahaan asuransi. Mereka dapat menjual kembali sisa-sisanya.

Bayangkan skenario ini: Anda memiliki asuransi mobil dan kendaraan itu dicuri. Perusahaan asuransi akan membayar Anda jumlah klaim penuh. Namun, sekarang hak kepemilikan ditransfer ke perusahaan asuransi dan jika mobil itu ditemukan di masa depan oleh Polisi, itu akan menjadi milik perusahaan asuransi.

pengertian prinsip asuransi

Loss Minimization

Prinsip ini mengharuskan tertanggung bertanggung jawab penuh untuk meminimalkan kerugian pada benda yang diasuransikan. Misalnya ketika mobil yang diasuransikan terendam banjir, pemilik mobil harus berupaya lebih dulu melakukan penyelamatan bukan membiarkan mobil rusak begitu saja.

Selain itu, jika ada kebakaran yang melibatkan sebuah mobil, Anda sebagai pemilik mobil tidak bisa hanya duduk dan berpikir akan mendapatkan klaim. Bila memungkinkan, Anda harus berusaha mengendalikan api, memanggil pemadam kebakaran, atau mengambil langkah-langkah lain. Jika tidak, mereka dianggap telah melanggar prinsip ini dan penanggung berhak menolak klaim yang diajukan.

Causa Proxima (Penyebab Terdekat)

Ini adalah prinsip asuransi yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh seorang tertanggung. Causa proxima ini artinya adalah kerugian yang diakibatkan lebih dari satu sebab. Maka untuk menghitung besar pertanggungan harus mengacu pada penyebab pertama atau kejadian pertama berdasarkan kronologi. Penanggung tidak akan bertanggung jawab atas penyebab lainnya.

Baca juga: Lupa Punya Polis Asuransi? Begini Cara Mengoptimasikannya!

Itulah beberapa prinsip asuransi yang diaplikasikan pada beberapa jenis proteksi di Indonesia. Agar tidak merasa dirugikan sebaiknya pahami dulu setiap prinsip yang diberlakukan pada sebuah produk asuransi. Dengan begitu, Anda dapat memahami hak dan kewajiban sebagai tertanggung.

Memahami prinsip-prinsip ini adalah cara yang baik untuk memahami cara kerja asuransi dan proses klaimnya. Jangan beranggapan bahwa hanya karena Anda telah mengambil polis asuransi, bukan berarti klaim tersebut akan dibayar. Klaim akan dibayarkan hanya ketika Anda memenuhi seluruh tanggung jawab yang diberikan.

Comments are closed.