Mengapa Penyakit Demam Berdarah Sangat Berbahaya?

Asuransi KesehatanHealth

Masih banyak yang menyepelekan penyakit demam berdarah atau DBD. Padahal, sudah sering sekali orang meninggal karena penyakit yang satu ini. Selain itu, biaya perawatan yang begitu mahal juga harus menjadi pertimbangan.

Demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang cukup serius.  Meskipun bermula hanya dari gigitan nyamuk, tetapi jika dibiarkan akan berakibat fatal.

Perawatan yang lama dan obat yang tidak murah membuat siapa saja harus menyiapkan biaya rumah sakit yang banyak. Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda mendapatkan perlidungan finansial. Anda bisa mendapatkannya dari asuransi penyakit demam berdarah yang akan melindungi Anda dari risiko akibat penyakit tersebut.

Baca juga: Gejala dan Fase Demam Berdarah yang Perlu Anda Ketahui

Berbicara mengenai asuransi penyakit demam berdarah, Futuready baru saja mengeluarkan produk baru khusus untuk penyakit-penyakit tropis, di antaranya adalah demam berdarah. Ada banyak sekali manfaat pertanggungan yang bisa Anda dapatkan. Anda akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp1 juta. Selain itu juga bisa membawa anak Anda yang masih kecil menjadi tertanggung. Dalam peraturannya, anak usia 13 bulan hingga 18 tahun bisa masuk menjadi pertanggungan dari produk asuransi ini.

Kenapa Penyakit Demam Berdarah Berbahaya?

Seberapa berbahayanya penyakit demam berdarah? Dilansir dari kompas.com, sejak 1 Januari sampai 27 April 2020 tercatat 49.563 kasus DBD dan 310 di antaranya meninggal dunia. Anda bisa lihat dari data tersebut betapa mematikan penyakit yang satu ini.

Selain data di atas, berikut ini beberapa hal penting yang wajib Anda ketahui menganai penyakit demam berdarah.

Gejalanya Biasa

Kebanyakan masyarakat akan menganggap penyakit berbahaya itu memiliki gejala yang terlihat jelas. Misalnya, kanker yang membuat tubuh semakin kurus atau tumor yang memiliki benjolan di bagian tubuh tertentu.

Sementara itu, penyakit demam berdarah tidak dianggap berbahaya, sebab, gejala yang ditimbulkan biasa-biasa saja. Contohnya saja demam yang dianggap sebagai hal yang lumrah terjadi.

Padahal, para ahli medis mengatakan demam itu menjadi pertanda awal DBD yang harus ditangani. Pasalnya, jika gejala awal sudah mendapatkan perawatan, maka kemungkinan besar seseorang tidak perlu dirawat di rumah sakit. Sayangnya, karena ini gejala yang lumrah, banyak masyarakat yang tidak menyadari.

Kenapa Penyakit Demam Berdarah Berbahaya?

Pasien Terlihat Sehat

Tak jarang juga pasien DBD itu terlihat sehat. Kenapa? Karena gejala yang muncul di awal begitu ringan. Misalnya saja panas yang kemudian turun dengan sangat cepat.

Fase Berbahaya Muncul Tiba-Tiba

Dalam dunia medis, terdapat tiga fase pasien penderita penyakit demam berdarah. Fase awal, fase kritis, dan fase penyembuhan. Fase awal berupa munculnya beberapa gejala. Namun, tak lama kemudian gejala seperti demam hilang dengan cepat.

Padahal, gejala itulah pertanda masuknya fase kritis. Setelah demam turun, pasien akan mengalami demam yang begitu tinggi. Di sinilah Anda memasuki fase kritis dan harus segera ditindaklanjuti oleh dokter.

Baca juga: Virus Zika, Penyebab dan Cara mencegahnya

Fase kritis biasanya bisa dilewati dengan bantuan medis. Itulah mengapa sering kali pasien harus berada di rumah sakit dalam kurun waktu yang lama. Supaya pasien dapat terpantau dan memastikan bahwa melewati fase kritis.

Lamanya perawatan berarti besar juga biaya yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu, peran asuransi penyakit demam berdarah begitu penting untuk menjaga finansial Anda. Biaya pengobatan dari awal hingga akhir sangat tinggi. Belum lagi jika ada komplikasi penyakit lainnya. Makanya, perlindungan dari perusahaan asuransi sangat diperlukan.

Pertolongan Pertama Mengatasi Gejala Demam Berdarah

Pertolongan Pertama Mengatasi Gejala Demam Berdarah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala demam berdarah. Berikut ini ulasannya.

Kompres

Gejala paling awal yang sering muncul adalah demam. Ketika suhu tubuh tinggi, segera lakukan kompres pada bagian dahi. Menurunkan suhu badan sangat penting agar tubuh tidak mengalami masalah yang lain, seperti dehidrasi. Karena dehidrasi ini bisa membuat badan lemas. Saat itulah sistem kekebalan tubuh pun akan semakin lemah.

Perbanyak Istirahat

Selain melakukan kompres, Anda juga perlu istirahat yang banyak. Ketika tubuh Anda istirahatkan, maka energi yang diproduksi sebagai antibodi pun akan meningkat. Antibodi inilah yang dibutuhkan tubuh untuk melawan virus dengue.

Cek Kondisi Suhu Badan

Secara berkala, Anda harus cek suhu badan. Mungkin Anda bisa cek setiap 30 menit sekali. Mengapa? Karena bisa saja suhu tubuh Anda tiba-tiba meningkat jika cara pertama dan kedua tidak ampuh. Jika Anda mengalami kondisi ini, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan dari tenaga medis.

Kapan Harus Periksa ke Rumah Sakit?

Pergi ke rumah sakit tidak selalu menjadi solusi terbaik. Namun, jika berbagai upaya sudah Anda lakukan tapi tidak berhasil, pergi ke rumah sakit menjadi solusi yang bijak.

Lalu, kapan Anda harus pergi ke rumah sakit? Setidaknya ada dua hal yang menjadi barometer. Pertama, ketika Anda sudah berupaya untuk menurunkan suhu tubuh. Namun, jika upaya tersebut tidak cukup, maka lakukan tindakan yang lain.

Hal yang kedua, yaitu jika kondisi tubuh terasa sangat lemah. Hal ini biasanya dipicu karena demam yang tinggi dan terlalu lama. Hal ini menyebabkan dehidrasi. Akhirnya, sang pasien lemas.

Lamanya Proses Pengobatan Demam Berdarah

Proses Pengobatan Demam Berdarah

Anda sudah tahu ada tiga fase yang terjadi ketika seseorang terinfeksi virus dengue dan fase yang sangat berbahaya adalah fase kritis.

Fase kritis ini muncul ketika demam sudah turun. Karena pada saat itu ada risiko terjadi kebocoran plasma darah. Jika ini terjadi, maka pasien bisa meninggal.

Itulah mengapa di saat fase kritis, sangat disarankan pasien sudah berada di rumah sakit. Sebab, dokter lah yang paham mengenai hal ini. Dokter akan melakukan perawatan untuk mencegah pecahnya plasma darah.

Baca juga: Kandungan Daun Salam yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

Ada banyak sekali perawatan yang harus dilakukan. Contohnya saja memberikan cairan agar tubuh tidak dehidrasi, memberikan makanan yang bergizi, dan lain sebagainya.

Untuk durasi pengobatan, tergantung pada kondisi pasien. Secara umum, dibutuhkan waktu kurang lebih 3-7 hari hingga seseorang benar-benar melewati fase kritis.

Comments are closed.