Kisaran Biaya Cabut Gigi yang Harus Anda Tahu

Asuransi KesehatanHealth

Mungkin masih banyak yang belum tahu berapa kisaran biaya cabut gigi di rumah sakit. Untuk Anda yang sedang atau akan melakukan perawatan gigi, berikut ini ulasan selengkapnya.

Cabut gigi menjadi momok menakutkan bagian sebagian besar orang. Rasa sakit yang dirasakan pasca pencabutan memang menyakitkan. Namun, cabut gigi menjadi satu-satunya jalan keluar ketika gigi sudah menyebabkan infeksi disekitar mulut. Ada dua jenis tindakan cabut gigi, yakni cabut gigi sederhana dan pembedahan.

Cabut gigi sederhana dilakukan ketika mahkota gigi yang akan dicabut terlihat, atau tidak tertutup gusi. Sementara operasi cabut gigi diambil ketika mahkota gigi tidak terlihat karena tertutup gusi. Inilah yang menyebabkan biaya cabut gigi bervariatif tergantung jenis tindakan yang digunakan dokter.

Baca juga: Sakit Gigi? Biaya Perawatan Jangan Sampai Bikin Cemberut

Beruntung gigi merupakan salah satu bagian yang menjadi pertanggungan asuransi kesehatan sehingga Anda tak perlu kuatir jika mengalami keluhan atau kerusakan pada gigi. Anda yang masih bingung mencari produk asuransi kesehatan, Futuready akan memberikan solusinya. Ada banyak produk asuransi dari berbagai perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia yang bisa Anda pilih secara langsung dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Penyebab Gigi Harus Dicabut

Penyebab paling umum mengapa gigi harus dicabut adalah lubang pada gigi. Namun, selain kasus tersebut ada beberapa kondisi lain yang mengharuskan seseorang melakukan cabut atau operasi gigi, berikut diantaranya.

Kerusakan Gigi yang Tidak Bisa Diperbaiki

sakit gigi

Maksud dari kerusakan gigi yang tidak bisa diperbaiki adalah yang telah mengalami kerusakan parah, misalnya gigi berlubang yang telah mencapai bagian tengah gigi (pulpa), sehingga jika dibiarkan dapat menyebabkan pembusukan karena adanya bakteri pada gigi berulang.

Biasanya pada tahap awal, kerusakan gigi mempengaruhi enamel gigi. Setelah enamel habis terkikis bagian dalam gigi, dentin, hingga mulai memburuk. Saat pembusukan menimbulkan lubang di tengah-tengah gigi, gigi tersebut mengalami kerusakan lebih lanjut. Ketika bakteri mencapai pusat, atau pulpa, maka saluran yang menuju pada akar gigi akan terinfeksi. Jika tidak segera ditanggulangi, infkesi ini akan menyebar semakin luas. Pada kasus yang lebih parah tindakan operasi perlu dilakukan, agar infeksi tidak menyebar.

Pasien Mengalami Periodental

Penyakit periodontal adalah infeksi yang terjadi pada gusi, ligamen periodontal, tulang alveolar, dan struktur lain di sekitar gigi. Tahap awal penyakit periodontal adalah gingivitis yang merupakan infeksi pada gusi. Jenis penyakit periodontal yang lebih parah mempengaruhi ligamen periodontal dan tulang alveolar.

Penyakit periodontal disebabkan oleh bakteri dalam plak gigi yang merupakan zat lengket yang terbentuk pada gigi Anda beberapa jam setelah makan. Karena itulah para dokter gigi menyarankan untuk menyikat gigi secara teratur sehingga mencegah penyakit periodontal.

Posisi Gigi Abnormal

Posisi gigi yang tidak normal seperti bertumbuk, kurang rata, atau miring dapat melukai jaringan pipi dan menyebabkan infeksi. Pencabutan gigi dapat mencegah rusaknya gigi lain dan membantu menutunkan risiko infeksi. Sering terjadi, rahang seseorang memiliki terlalu banyak gigi sehingga menyebabkan rasa nyeri ketika digunakan untuk mengunyah. Pencabutan menjadi satu-satunya jalan untuk membuat rahang kembali normal.

Baca juga: Cashless dan Reimbursement dalam Asuransi Kesehatan

Perkembangan Gigi yang Tidak Normal

Pencabutan gigi juga dianjurkan ketika gigi tidak tumbuh selaras dengan gusi karena berbagai sebab, misalnya selepas terkena benturan atau mengalami kecelakaan pada area wajah dan mulut.  Bagian gigi yang paling rentan mengalami kerusakan terletak pada gigi molar ketiga, yang umum dikenal sebagai gigi bungsu. Perkembangan gigi yang tidak normal dapat menyebabkan infeksi, nyeri, dan peradangan.

Risiko Cabut Gigi

 

risiko cabut gigi

Pencabutan gigi bukan tanpa resiko, khususnya bagi pasien yang memiliki riwayat diabetes dan penyakit jantung. Karena itu biasanya dokter akan memberikan treatment lebih dulu sebelum memutuskan untuk melakukan pencabutan atau pembedahan. Sementara pasca cabut gigi biasanya ada beberapa efek negatif yang akan Anda rasakan, berikut diantaranya.

Pendarahan Berat

Seringkali pendarahan mulai lagi beberapa jam setelah gigi dicabut. Ini karena adrenalin dalam anestesi (yang menyebabkan pembuluh darah Anda mengerut) mengering, sehingga pembuluh darah Anda membuka kembali dan pendarahan dimulai. Jika Anda mulai menderita demam, merasakan dingin atau kemerahan, kesulitan menelan, terutama saat Anda makan dan minum yang terjadi selama beberapa hari sebaiknya segera hubungi dokter.

Infeksi

Ini sangat mungkin terjadi pada pasien yang memiliki sistem kekebalan yang lebih rendah seperti penderita diabetes, HIV, kanker atau obat transplantasi ginjal. Infeksi juga beresiko lebih besar menimpa para perokok dan orang-orang yang tidak merawat giginya dengan benar pasca pencabutan.

Nyeri dan Sakit

Tingkat rasa nyeri dan sakit yang dialami para pasien berbeda-beda, terganung tingkat kesulitan dokter ketikan mencabut gigi. Seringkali bagian luar gigi juga menjadi memar dan bengkak karena selama proses pencabutan rahang dan pipi harus diangkat selama berjam-jam. Efek memar ini baru akan hilang setelah dua minggu. Rasa nyeri ini sering mengakibatkan trauma pada beberapa orang sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lamban.

Karena resiko dan rasa sakit inilah yang menyebabkan orang mengurungkan niatnya untuk mencabut gigi. Selain karena efek pasca pencabutan dan operasi hal lain yang mendorong penderita menolak pembedahan gigi adalah biaya yang cukup tinggi.

Biaya Cabut Gigi

kisaran biaya cabut gigi

Karena gigi menjadi salah satu organ tubuh yang kompleks, penanganan untuk kerusakan gigi juga cenderung sulit. Tidak heran jika banderol yang diberikan klinik atau rumah sakit untuk perawatan kesehatan mulut sering tidak terjangkau oleh kalangan menengah bawah.

Ada beberapa faktor yang menjadi tolak ukur biaya penanganan kerusakan gigi diantaranya jumlah gigi yang dicabut, rumah sakit dan tingkat kesulitan pembedahan. Umumnya rumah sakit di kota-kota besar memberi tarif cabut gigi mulai dari Rp 300-500 Ribu per gigi.

Baca juga: Alur Rekam Medis Rawat Jalan dan Inap di Rumah Sakit

Tunggu apalagi? Bagi Anda pemilik asuransi kesehatan, segera lakukan perawatan berkala untuk mencegah kerusakan lebih besar.

Comments are closed.