Saat Hendak Proteksi Keluarga, Baiknya Beli Asuransi Jiwa atau Asuransi Kecelakaan Diri?

Proteksi diri seperti asuransi jiwa atau asuransi kecelakaan diri memang diperlukan untuk menghadapi risiko yang datang tidak terduga. Untuk mengetahui perbedaan asuransi jiwa dengan asuransi kecelakaan diri, simak penjelasan berikut.

Asuransi

Setiap manusia tidak ada yang ingin mengalami kecelakaan. Namun banyak orang yang berpikir dengan waspada dan menjaga diri dalam setiap kondisi dan suasana sudah cukup aman. Namun kecelakaan bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja meskipun Anda sudah selalu waspada.

Katakanlah di sini Anda berperan sebagai seorang kepala keluarga, Anda harus pastikan Êuntuk memberikan proteksi maksimal bagi diri Anda dan keluarga dengan asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan diri.Ê

Proteksi dari asuransi jiwa dan kecelakaan berguna saat seorang kepala keluarga memiliki tanggungan yang akan terpengaruh secara finansial jika Anda meninggal dunia. Jika risiko ini terjadi, maka penerima manfaat adalah anggota keluarga yang masih hidup.Ê

BACA JUGA: PENTINGKAH MEMILIKI ASURANSI KECELAKAAN DIRI?

Ê

Asuransi Kecelakaan Diri

Asuransi kecelakaan diri memberikan perlindungan apabila Anda mengalami kecelakaan, risiko kematian, cacat total, serta biaya pengobatan yang disebabkan risiko atau musibah yang tidak terduga.

Kecelakaan menurut definisi Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan baik yang bersifat fisik maupun kimia yang datangnya tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan, termasuk keracunan, mati lemas, atau tenggelam.

Di sinilah pentingnya Anda sebagai seorang kepala keluarga untuk mempunyai asuransi kecelakaan diri. ÊApabila terjadi apa-apa, pihak asuransi akan memberikan proteksi pada Anda dan keluarga , mulai dari biaya medis yang harus dikeluarkan akibat kecelakaan sampai kehilangan jiwa.
Ê
Namun perlu diingat, setiap asuransi kecelakan diri memiliki jenis kecelakaan yang berbeda-beda. Sebelum mengajukan asuransi kecelakaan diri, Anda harus jeli membaca setiap ketentuan polis. Tidak semua kecelakaan diri dapat ditanggung oleh asuransi.

Polis dapat mengabaikan perlindungan untuk kasus bunuh diri, kematian saat persalinan, dan jenis kecelakaan lain. Begitu pula jumlah pertanggungan yang sebenarnya dapat bervariasi tergantung polis yang Anda beli.

Misalnya, Anda terlibat dalam sebuah kasus kecelakaan tunggal dan menabrak pagar pembatas jalan hingga tewas. Sebelum memberikan pertanggungan pada keluarga Anda, pihak asuransi akan memeriksa dan memperkirakan terlebih dahulu apakah kecelakaan tersebut tidak direncanakan atau mengandung unsur kekerasan fisik.

Jika masuk dalam definisi Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia seperti yang tersebut di atas, maka pihak asuransi akan memberikan uang pertanggungannya pada ahli waris yang telah Anda tentukan sebagai pengemudi mobil tesebut.

Tapi jika ternyata ditemukan bahwa kecelakaan tersebut terdapat unsur kesengajaan atau direncanakan, maka pihak asuransi berhak untuk menolak klaim dan membatalkan seluruh pertanggung jawabannya.

Tidak seperti asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri biasanya diambil secara individu dan menjembatani kesenjangan antara manfaat asuransi jiwa dengan asuransi kesehatan. Mirip dengan asuransi jiwa, asuransi kecelakaan menyediakan uang pertanggungan dalam kasus kematian, tetapi juga memberikan kompensasi atas peristiwa kecelakaan.

Ê

Asuransi Jiwa

Sementara itu, asuransi jiwa yang Anda miliki dapat menanggung kerugian finansial yang tak terduga, yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat ataupun hidupnya terlalu lama.Ê

Selain itu, asuransi jiwa yang Anda miliki dapat dikatakan suatu kontrak perjanjian antara pemegang polis dengan perusahaan asuransi. Pihak asuransi di sini berjanji untuk membayarkan nominal uang kalau terjadi risiko kematian terhadap pihak Anda sebagai pemegang asuransi atau polis.

Tidak ada orang yang punya rencana dan dapat mengira kapan ia akan meninggal. Saat seorang kepala keluarga meninggal dunia, otomatis ia akan meninggalkan istri dan anak-anaknya tanpa pemasukan keuangan, kecuali jika sang istri juga sama-sama bekerja.

Katakanlah Anda sudah memiliki kesadaran untuk memproteksi keluarga dari segala risiko yang mungkin terjadi dalam kehidupan ini. Anda telah menyiapkan asuransi jiwa dengan premi sebesar Rp 2 juta yang akan meng-cover risiko terburuk yang mungkin akan menimpa dengan total nilai mencapai Rp 1,7 miliar.

Apabila kejadian naas menimpa, perusahaan asuransi tempat Anda membeli asuransi jiwa akan menanggung keluarga Anda sebesar Rp 1,7 miliar. Memang angka itu tidak sebanding dengan nyawa Anda sebagai kepala keluarga, namun setidaknya, pertanggung jawaban ini bisa meringankan beban keluarga yang Anda tinggalkan untuk kembali menyambung hidup mereka.

Yang harus diingat adalah, sebelum Anda memutuskan untuk membeli asuransi jiwa, ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis polis asuransi jiwa. Inilah beberapa jenis asuransi jiwa yang dapat menjadi pertimbangan Anda untuk melindungi keluarga dari risiko yang mungkin terjadi:

  • Asuransi Jiwa Berjangka (Term) adalah suatu kebijakan yang paling sederhana dan yang paling murah. Polis ini biasanya diambil untuk jangka waktu tertentu, misalnya antara 10, 20 atau 30 tahun. Semakin pendek jangka waktu premi maka semakin murah, namun premi akan meningkat biasanya dalam kelipatan 5 tahun.

Tujuannya yaitu untuk membantu Anda menyediakan kebutuhan temporer, misalnya seperti pendidikan anak, rumah, pembayaran hipotek, dan sebagainya. Jika risiko meninggal dunia tidak terjadi dalam masa kontrak, premi akan hangus dan tidak ada nilai tunai.

Jenis asuransi ini akan memberikan jaminan asuransi kepada Anda sebagai pemegang polis asuransi selama jangka waktu tertentu. Apabila Anda mengalami risiko kematian Êselama kontrak asuransi berlangsung, pihak asuransi kemudian akan membayar sejumlah uang pertanggungan kepada ahli waris.

Namun bila risiko kematian tersebut tidak terjadi selama kontrak asuransi berlangsung, maka Anda tidak akan memperoleh nilai tunai, baik itu berupa uang pertanggungan maupun pengembalian dari premi asuransi yang sudah dibayarkan.

  • Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life) adalah satu jenis dasar Asuransi Jiwa Permanen yang memberikan proteksi asuransi seumur hidup untuk seseorang. Masa pertanggungan asuransi ini sampai usia 99 tahun dan ada nilai tunainya.

Besarnya nilai tunai biasanya sebesar tingkat bunga tabungan atau deposito. Anda yang menginginkan proteksi jiwa sekaligus memiliki tabungan untuk kebutuhan darurat, misalnya seperti biaya tagihan rumah sakit, Anda dapat mempertimbangkan membeli polis asuransi ini.

Akan tetapi bersiaplah untuk membayar premi yang lebih tinggi daripada asuransi jiwa berjangka. Biaya asuransi jiwa berjangka akan dihargai mahal karena menanggung risiko seumur hidup. Coba simak pada contoh yang dapat Anda terapkan sebelum memutuskan untuk membeil asuransi ini.

Katakanlah sekarang Anda berusia 30 tahun dan berniat mengambil polis asurani jiwa seumur hidup dengan pembayaran premi secara terus-menerus. Diketahui, akhir masa asuransi dari perusahaan asuransi tempatnya membeli adalah 90 tahun, dengan premi yang harus dibayar adalah Rp 2 juta per tahun.

Berdasarkan data di atas, masa pertanggungan yang Anda dapatkan adalah 90 tahun Ð 30 tahun = 60 tahun, dengan jumlah maksimum premi yang harus dibayar selama masa pertanggungan adalah Rp 2 juta x 60 tahun = Rp 120 juta.

Sementara, jika saat ini Anda berusia 35 tahun dan berminat untuk membeli polis asuransi jiwa seumur hidup serupa dengan pembayaran premi berkala (10 tahun) sebesar Rp 4 juta per tahun, maka jumlah maksimum uang premi yang harus dibayar Anda adalah sebesar Rp 4 juta x 10 tahun = Rp 40 juta.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa semakin panjang periode pembayaran premi, maka premi per tahunnya akan semakin kecil dan jumlah maksimum premi yang harus dibayar akan semakin tinggi.

  • Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment) adalah jenis dari asuransi jiwa yang memberikan dua keuntungan sekaligus, yaitu gabungan antara whole life dan tabungan.

Manfaatnya yang pertama berupa penerimaan sejumlah uang pertanggungan saat tertanggung meninggal dunia, dalam periode waktu tertentu sesuai dengan kebijakan polis asuransi yang Anda beli.

Selain memperoleh nilai tunai sesuai dengan kebijakan polis asuransi bersangkutan, pemilik polis asuransi ini juga dapat menarik polis asuransi dalam waktu tertentu sebelum masa kontrak berakhir.

Di usia 35 tahun, kemungkinan Anda tertarik membeli polis asuransi jiwa dwiguna yang akan berakhir saat berusia 65 tahun. Apabila Anda meninggal sebelum usia 65 tahun, penanggung akan membayar santunan kematian kepada ahli waris yang telah Anda tunjuk.

Sedangkan apabila Anda dianugerahi umur panjang dan tetap hidup sampai dengan usia 65 tahun, maka perusahaan asuransi sebagai penanggung akan tetap membayarkan uang pertanggungan sebesar santunan kematian tersebut kepada Anda sebagai pemegang polis asuransi

  • Asuransi jiwa Unit Link paling sering ditawarkan oleh agen asuransi. Produk ini menggabungkan manfaat asuransi dan investasi. Orang yang memakai asuransi ini biasanya tertarik berinvestasi tapi tak bisa atau takut terjun sendiri sembari tetap memastikan jiwanya terproteksi.

Keuntungan dari asuransi jiwa jenis ini adalah Anda sebagai pemegang polis tidak hanya mendapatkan jaminan perlindungan saja melainkan juga imbal hasil investasi dengan bunga yang cukup tinggi setiap tahunnya.

Sementara kerugiannya adalah imbal balik dari investasinya kurang signifikan jika dibandingkan dengan investasi murni seperti saham, pasar uang, atau reksadana. Jika Anda mencari keuntungan yang besar dari investasi, maka Anda sebaiknya tidak mengandalkan asuransi jiwa unit link.

BACA JUGA: PERBEDAAN ASURANSI JIWA VS ASURANSI KESEHATAN

Ê

Perbedaan Asuransi Jiwa dengan Asuransi Kecelakaan Diri

Berdasarkan contoh-contoh yang diberikan di atas, perbedaan asuransi jiwa dengan asuransi kecelakaan diri yang paling mendasar dapat Anda lihat Êdengan jelas melalui jenis perlindungan dan pertanggungan yang akan dibayarkan.

Asuransi jiwa reguler umumnya mencakup proteksi atas kematian, sedangkan asuransi kecelakaan diri tidak hanya memberi santunan meninggal akibat kecelakaan, tetapi juga menyediakan manfaat saat seseorang mengalami cacat karena kecelakaan.

Selain itu, perlindungan yang dicakup asuransi kecelakaan berkisar dari perlindungan menyeluruh yang mencakup cacat tetap dan sementara, hingga perlindungan yang hanya mencakup cacat total atau kematian akibat kecelakaan.

Itu sebabnya, penting bagi Anda sebagai seorang kepala keluarga untuk memahami apa saja perbedaan dari kedua asuransi ini sebelum memutuskan untuk membeli proteksi yang terdapat di pasaran asuransi. Keputusan ini

CARI DI SINI: PRODUK ASURANSI KECELAKAAN DIRI

Leave a Reply