Uang Pertanggungan: Pengertian dan Cara Menghitungnya

AsuransiAsuransi KesehatanFamily

Uang pertanggungan adalah sejumlah dana yang akan diterima ahli waris dari sebuah perusahaan asuransi jiwa ketika peserta asuransi meninggal dunia.

Istilah uang pertanggungan (UP) acapkali didengar dari para nasabah asuransi jiwa. Istilah ini merujuk pada sejumlah dana yang dapat dicairkan ketika peserta mengalami musibah atau kecelakaan. Biasanya ahli waris yang akan mendapatkannya. Sayangnya, tidak banyak yang paham apa saja manfaat uang pertanggungan.

Sebagian besar masih mengindahkan pentingnya asuransi jiwa, karena mereka tidak mengetahui bahwa uang pertanggungan yang akan didapat bakal membantu kehidupan selanjutnya para ahli waris. Agar Anda lebih yakin mengambil salah satu asuransi jiwa yang Ada, simaklah penjelasan mengenai uang pertanggungan asuransi jiwa berikut ini:

Pengertian Uang Pertanggungan

apa itu uang pertanggungan

Uang Pertanggungan adalah sejumlah uang yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada keluarga ahli waris, ketika peserta asuransi meninggal dunia baik karena kecelakaan maupun sakit. Uang ini menjadi semacam warisan bagi keluarga yang ditinggalkan. Dana ini bisa menjadi pegangan hidup bagi ahli waris. Besaran dana yang akan diterima berbeda ditiap peserta, bergantung jumlah yang disetorkan setiap bulan dan nilai pertanggungan yang dipilih.

Baca juga: Ternyata Ini Pentingnya Asuransi Jiwa untuk Orang tua

Menghitung Uang Pertanggungan yang Ideal

Karena setiap keluarga punya gaya hidup berbeda, hal ini akan berimbas pada pengeluaran bulanannya. Pribadi yang terbiasa menerima Rp 10juta setiap bulan akan kesulitan jika tiba-tiba kehilangan kepala keluarga sebagai pencari nafkah dan tiba-tiba harus mendapatkan setengah pendapatannya.

Karena itu, sebelum memilih dan membeli asuransi jiwa idealnya besaran uang UP-nya harus Anda perhatikan lebih dulu. Idealnya UP harus mampu meng-cover kebutuhan domestik keluarga yang biasanya besarannya meningkat 10% per tahun. Lantas bagaimana cara tepat menghitung UP?

Yakni berdasar pertimbangan berikut ini:

Metode HUMAN LIFE OF VALUE

Metode ini adalah cara menilai total kebutuhan domestik ahli waris untuk jangka beberapa tahun. Misalnya, seorang pria memilih istri dan satu anak. Ketika sang ayah meninggal diharapan  UP yang diterima dapat membiayai kebutuhan istri dan sang anak, setidaknya hingga anak berusia 21 tahun. Jika pengeluaran bulanan hitunglah 7juta/bulan, maka cara menghitungnya adalah:

7 juta x 12 bulan x 21 th =  1,764 Milyar

Metode INCOME BASED VALUE ini dapat diletakkan pada instrumen investasi seperti Reksa Dana Pendapatan Tetap Negara, yang minim resiko namun tetap menghasilkan keuntungan signifikan. Jika mengacu pada perhitungan asumsi rate pertumbuhan uang di 7% maka UP yang didapat adalah : (7juta x 12 bulan x 21)/7% = 1,2 Milyar

Metode FINANCIAL NEEDS BASED VALUE

Metode ini dilakukan dengan menghitung pendapatan seseorang untuk estimasi biaya mendatang. Contohnya adalah biaya pendidikan. Dengan contoh yang telah disebutkan di atas, Misalnya biaya ke Universitas adalah sebesar 600 juta maka ada dua cara yang bisa dilakukan, yakni mencairkan UP keseluruhan atau menginvestasikannya pada asuransi unit-link.

Namun mayoritas ahli waris tidak pernah menaruh dananya pada investasi unik link, karena bagi meker UP untuk biaya pendidikan sudah mencukupi kebutuhan mereka. Biasanya juga peserta asuransi yang memilih ini sudah mencover kebutuhan ahli waris dengan polis-polis lain.

Metode HUMAN LIFE

Ini adalah metode penghitungan dana pertanggungan asuransi yang menghitung kebutuhan hidup ahli waris berdasarkan pengeluaran bulanan saat peserta belum meninggal. Berikut cara penghitungannya.

Rp 7 juta x 12 x 5 = Rp420 juta.

Ini berarti, uang ini diharapkan dapat memberikan jaminan finansial keluarga yang ditinggalkan selama lima tahun (tanpa menghitung bunga atau pertumbuhan dana).

Fungsi Dana Pertanggungan Asuransi Jiwa

mengenal uang pertanggungan

Perlu diingat bahwa dana ini hanya didapat oleh peserta asuransi jiwa. Beberapa orang belun menyadari begitu besar manfaat UP ini khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Lantas apa saja fungsi dan manfaat UP ini?

L (Liabilities)

UP asuransi jiwa dapat digunakan untuk membayar utang-utang, sehingga ahli waris tidak menanggung hutng yang ditinggalkan tertanggung. Jangan sampai sepeninggal Anda, ahli waris tidak hanya dibebani dengan biaya-biaya yang menyangkut kematian, namun juga dipusingkan dengan sejumlah tagihan. Sementara pemasukan utama dari Anda sebagai tertanggung. Adanya UP dapat membantu meringankan beban mereka, jika kebetulan tertanggung masih terjerat hutang.

I (Income)

UP asuransi jiwa ini fungsi utamanya memang untuk menggantikan pendapatan bulanan yang kosong ketika tertanggung meninggal. Adanya UP ini keluarga yang ditinggalkan tidak perlu mengalami perubahan gaya hidup atau mengurangi kebutuhan hidupnya dan dapat berkonsentrasi untuk meningkatkan invetasi.

Baca juga: Masa Depan Lebih Sejahtera dengan Asuransi Jiwa

F (Final Expenses)

Final expenses ini artinya UP asuransi jiwa dapat membayarkan pengeluaran-pengeluaran akhir, misal melunasi rumah sakit, biaya penguburan / kremasi, bayar rumah duka dan lain sebagainya. Di Indonesia banyak orang belum mempersiapkan perihal kematiannya, karena membicarakannya saja dianggap tabu.

Padahal dengan mendiskusikan soal kematian dan persiapannya bisa jadi bentuk “jaga-jaga” para tertanggung agar tidak menyusahkan ahli waris kelak ketika meninggal. Baik untuk urusan kecil semacam biaya pemakanan, maupun hal yang lebih besar seperti pelunasan atau biaya pendidikan.

E (Education Fund or Estate)

Terakhir UP asuransi jiwa juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi biaya pendidikan ahli waris, minimal sampai jenjang sarjana. Meski besarannya mungkin tidak mampu menutupi seluruh biaya pendidikan nantinya, namun tetap bermanfaat mengurangi beban biaya. Sehingga tidak ada kasus ahli waris menghentikan pendidikannya karena ketiadaan biaya.

Pentingnya Memiliki Asuransi Jiwa yang Tepat

Bagi mereka yang baru mengetahui pentingnya kepemilikan asuransi jiwa, pasti akan mulai mencari tahu akan membeli asuransi jiwa seperti apa dan berapa besaran preminya. Jangan terburu-buru memilih jika Anda masih belum memahami betul soal asuransi jiwa ini. Jika tak ingin merugi dikemudian hari pilihlah asuransi jiwa yang tepat berdasarkan pertimbangan ini:

Pertimbangkan kemampuan finansial

Siapapun ingin mendapatkan UP tinggi kepada ahli warisanya, namun UP tinggi ini hanya akan didapat oleh mereka yang mengambil premi tinggi. Sadari kemampuan finansial Anda, jangan memaksakan diri mengambil premi tinggi jika pendapatan masih rendah. Sesuaikan saja dengan kemampuan Anda saat ini.

Pertimbangkan besaran UP-nya

manfaat uang pertanggungan

Tidak semua perusahaan asuransi memberikan UP tinggi, karena biasanya ada juga yang membagi dua kedalam investasi, yakni setengah untuk tabungan setengah lagi untuk investasi seperti yang dilakukan oleh asuransi unit-link.

Pertimbangkan nama perusahaan

Terpenting adalah jangan memilih asuransi pada perusahaan dengan track-record buruk. Bahkan perusahaan asuransi kenamaan saja masih bisa mengecewakan. Cek diberbagai situs dan pastikan mereka telah tercatat pada OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Baca juga: Perbedaan Signifikan Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Ini yang Harus Diketahui?

Comments are closed.