3 Syarat KPR Yang Perlu Anda Pahami

Agar kredit pemilikan rumah (KPR) bisa disetujui bank, ada syarat syarat KPR yang perlu Anda ketahui.

Berita

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok manusia setelah pangan dan sandang. Ada berbagai cara bisa dilakukan untuk mendapakan rumah, mulai dari membeli tunai atau membeli dengan cara mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR). Ê

Namun, untuk mengajukan KPRÊ ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pengamat dan pengusaha properti Aryo Diponegoro mengatakan, agar pengajuan kredit diterima bank, calon nasabah KPR harus memenuhi persyaratan penting yang dikenal 3K (Keinginan, Kebutuhan, dan Kemampuan). Artinya yaitu bahwa keinginan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar cicilan (koran-sindo.com, 4 Februari 2015).

Agar pengajuan KPR berjalan lancar, Aryo menegaskan setidaknya ada tiga syarat KPR yang perlu Anda ketahui:

Pertama, uang muka atauÊdown paymentÊ(DP) sebesar 30% dari harga rumah (untuk rumah pertama). Ini merupakan aturan dari Bank Indonesia (BI) yang dituangkan dalamÊ Surat Edaran (SE) BI No. 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013.Ê

Kedua, adanya kelengkapan dokumen. Setiap profesi memiliki kelengkapan dokumen berbeda-beda. Menurut pakar keuangan Farah Dini Novita, untuk karyawan yang sudah berkeluarga, syarat yang diperlukan adalah mengisi formulir aplikasi pengajuan KPR, dengan tandatangan pemohon dan pasangan. Syarat lain adalah fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) pemohon dan pasangan, surat nikah, kartu keluarga, rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, nomor pokok wajib pajak (NPWP), dan slip gaji terakhir atau surat keterangan penghasilan. Ê

Jika Anda bekerja sebagai freelancer dan tidak memiliki slip gaji, maka yang harus disediakan adalah kontrak-kontrak kerja dengan para klien yang mempekerjakan, bukti pembayaran setoran pajak, dan mutasi rekening enam bulan hingga satu tahun terakhir. Untuk wiraswasta, tambahan dokumen yang diperlukan adalah fotokopi neraca laba rugi, akta pendirian perusahaan, dan izin-izin usaha (kontan.co.id, 15 Oktober 2014).

Masa kerja dan usaha juga akan jadi pertimbangan pihak bank. Untuk karyawan, bank akan meminta bukti sudah berapa lama Anda bekerja di perusahaan tersebut. Apabila belum satu tahun, Farah Dini Novita mengatakan harus ada bukti surat kerja dari perusahaan sebelumnya dan juga bukti penawaran di tempat kerja yang baru. Untuk profesional dan wiraswasta, paling tidak masa usaha Anda minimum 2 tahun.

Ketiga, tidak masuk daftar hitam BI dan memiliki kemampuan membayar. Menurut Aryo, jika Anda pernah kredit di bank dan menunggak lebih dari 270 hari maka akan termasuk nasabah kredit macet atau peringkat 5. Kriteria lain dalam hal kredit adalah peringkat 1-4 yakni lancar, dalam perhatian khusus, dan diragukan (seputarforex.com, 25 Mei 2015). ÊÊ

Perencana keuangan lainnya, Diana Sanjaya, menyarankan agar tidak membebani pengeluaran, idealnya besar cicilan KPR hanya sekitar 30-35% dari total penghasilan. Namun asumsikan bahwa Anda tidak memiliki utang lain selain KPR (republikaonline.co.id, 29 Mei 2013).

Bagikan artikel ini melalui fitur jejaring sosial dan berikan komentar Anda tentang pengalaman Anda dalam mengajukan KPR.

Leave a Reply