Alas Roban dan Fakta Menarik yang Menyelimutinya

Berita

Alas Roban dianggap sebagai jalur maut bagi sebagian besar pengemudi. Di balik tanjakannya yang curam, ada fakta yang belum banyak diketahui publik.

Keberadaan jalan raya sangatlah vital bagi setiap negara. Hal ini tak lain karena jalan raya adalah jalur yang menghubungkan dari satu daerah ke daerah lain. Bagi orang yang tinggal di kota-kota besar, mungkin tidak akan pernah merasakan kesulitan akses jalan raya karena setiap daerah sudah memiliki berbagai alternatif jalan.

Sayangnya, hal ini tak berlaku bagi orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan. Sedikitnya alternatif jalan membuat orang yang tinggal di daerah tersebut hanya bisa menggunakan jalan yang tersedia, tanpa ada pilihan lain. Jadi, ketika jalur yang dilewati tidaklah bersahabat, pengemudi harus dapat melalui jalur tersebut.

Hal inilah yang dirasakan oleh orang-orang yang tinggal di daerah Batang, Jawa Tengah. Berbeda dengan daerah Semarang yang merupakan kota besar di provinsi tersebut, orang yang tinggal di daerah Batang dan sekitarnya tentu tidak memiliki banyak opsi jalan untuk menuju kota atau kabupaten lain.

Salah satu jalan yang harus dilewati oleh orang yang tinggal di daerah tersebut tak lain adalah Alas Roban. Alas Roban merupakan sebuah jalan yang memiliki trek tanjakan yang curam. Pengemudi yang ingin melewati jalur ini haruslah berhati-hati karena jalur ini sangat sulit dilewati dan seringkali terjadi kecelakaan lalu lintas.

Ada banyak sekali mitos dan kabar miring yang menyelimuti jalur ini. Tak hanya mitos, banyak juga fakta menarik sekaligus mengerikan seputar jalur terjal ini. Apa saja? Ini dia!

Baca juga: Mudik ke Daerah Jawa? Ikuti Jalur Mudik Alternatif Ini!

Fakta Menarik Alas Roban

Dibangun dengan ‘Darah’

fakta alas roban

De Grote Postweg alias Alas Roban dibangun pada abad ke-18 saat Indonesia masih berada dalam masa penjajahan Belanda. Jalan ini digagas oleh Herman Willem Daendels dan dibangun dengan menggunakan keringat dari para tenaga kerja paksa yang mana merupakan kaum pribumi.

Untuk membangun jalan ini dikatakan sangat berat karena harus membabat hutan serta membelah gunung. Tentunya itu semua dilakukan oleh para pekerja paksa tanpa menerima upah dan tentunya balasan yang setimpal dari VOC.

Ditambah lagi dengan tindakan semena-mena mereka yang tak hanya memeras keringat serta tidak memberi upah, namun juga tidak memberikan waktu istirahat yang cukup bagi para pekerja.

Akibatnya sudah jelas. Banyak dari para pekerja paksa yang kelelahan. Namun, bukannya disuruh berisitrahat, mereka yang kelelahan malah mendapat penyiksaan dari para kompeni. Alhasil, banyak dari mereka yang meninggal dunia.

Bengisnya, mayat dari para pekerja yang telah meninggal dibuang begitu saja di pinggir jalan. Oleh karena itu, hingga saat ini di jalur ini kerap terdengar suara-suara misterius hingga penampakan hantu gentayangan yang diyakini sebagai arwah dari para pekerja paksa tersebut.

Jalur yang Mengerikan

Sekilas jalur sepanjang 3,2 kilometer ini tampak seperti jalan biasa pada umumnya. Meski begitu, para pengendara tidak hanya harus memiliki kendaraan yang baik, namun juga fisik dan mental yang kuat.

Hal itu disebabkan banyaknya tikungan yang tajam serta medan yang naik-turun sehingga bisa mengakibatkan para pengedara mengalami kelelahan. Terlebih terdapat beberapa titik di jalan ini yang terkenal sangat gelap dan dapat menimbulkan kecelakaan fatal bagi mereka yang tidak waspada.

Selain itu, berbagai penampakan makhluk halus juga kerap muncul untuk mengganggu para pengendara. Konon, makhluk halus tersebut senang menumpang kendaraan yang lewat dan menyesatkan pengendaranya ke sebuah tempat yang tidak terduga.

Baca juga: Peraturan Lalu Lintas Baru yang Perlu Anda Ketahui

Dikenal Sebagai Tempat Pembuangan Mayat

fakta alas roban

Di antara sekian banyak rumor yang beredar tentang jalur yang menghubungan Batang dengan Semarang ini, rumor inilah yang paling mengerikan. Konon, jalur yang masih merupakan bagian dari jalur Pantura ini merupakan tempat favorit untuk membuang mayat, lho! Dulu bahkan para petrus alias penembak misterius menjadikan tempat ini sebagai lumbung mayat dari orang-orang yang mereka habisi.

Beberapa orang pada zaman dahulu bahkan sempat melihat secara langsung kejadian tersebut hingga akhirnya beritanya tersebar luas. Anehnya, meski telah menjadi tumpukan dari puluhan atau bahkan ratusan mayat, namun keberadaan mayat yang ada di sana hilang bak ditelan bumi.

Beberapa orang berpendapat jika mayat-mayat itu dibawa oleh binatang buas ke dalam hutan. Beberapa orang lagi juga berpendapat kalau mayat-mayat yang ada di sana telah tertelan bumi mengingat konstruksi tanah dari tempat tersebut didominasi oleh tanah liat yang berlumpur.

Rawan Kecelakaan

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak nyawa yang hilang ketika melintasi jalan ini. Menurut kesaksisan warga sekitar, banyaknya kecelakaan yang terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jalur yang begitu sepi dan gelap hingga beragam kisah dari gangguan makhluk halus.

Tidak hanya itu, situasi jalan kian diperparah dengan cukup licinnya jalanan disertai dengan tikungan yang tajam. Sayangnya meski para pengendara telah mengetahui hal tersebut, mereka seakan mengindahkannya dan tetap melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi.

Kebanyakan alasan dari para pengemudi melakukan hal itu adalah keinginan untuk segera meninggalkan jalur ini karena memang wilayah ini sangat sepi dan menyeramkan.

Baca juga: Ayo Pelajari Jenis-Jenis Tata Tertib Lalu Lintas

Berbagai Pantangan ketika Melewati Jalur

fakta alas roban

Untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan, ada beberapa pantangan yang harus dipenuhi oleh para pengendara.

Pertama adalah jangan melakukan perjalanan melewati jalur yang berlokasi di Kabupaten Batang ini pada malam hari. Usahakan melakukan perjalanan pada pagi atau siang hari. Hal itu disebabkan oleh cukup pekatnya kabut yang mulai menyelimuti jalan pada sore atau petang hari.

Kedua adalah dengan mengindahkan atau mengacuhkan segala hal aneh yang dilihat selama perjalanan. Percaya atau tidak, berbagai hal aneh yang terjadi di sana dipercaya berasal dari gangguan makhlus halus.

Kalau Anda menanggapinya, maka bisa berbuah bencana yang tidak diinginkan. Bahkan konon, sekali saja Anda menanggapinya, maka sepanjang jalur Anda akan selalu diganggu oleh para makhluk tak kasat mata itu.

Itulah fakta menarik seputar daerah ini. Bagi Anda yang pernah melewati jalur tersebut, pernahkah Anda merasakan hal yang tak lazim?

Comments are closed.