Arbitrase, Penyelesaian Sengketa Tanpa Pengadilan!

BeritaLifestyle & Leisure

Membuat perjanjian tertulis demi mencapai kesepakatan antara beberapa pihak melalui jalur mandiri atau tanpa pengadilan, metode arbitrase menjadi jawabannya.

Permasalahan perdata seringkali menjadi persoalan yang rumit dan tak mudah diselesaikan. Salah satu cara penyelesaiannya yaitu dengan melakukan arbitrase. Secara umum, pengertian arbitration  atau arbitration adalah salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan sengketa perdata antara dua atau lebih pihak yang berselisih dimana pelaksanaannya dilakukan di luar peradilan umum.

Penyelesaian sengketa ini dilakukan melalui perjanjian tanpa ada kaitannya dengan peradilan. Jadi, secara gampangnya pengertian arbitration  adalah upaya untuk menyelesaikan sengketa perdata di luar pengadilan dalam bentuk perjanjian tertulis antara pihak-pihak yang bersangkutan.

Perjanjian ini harus ditandatangani oleh semua pihak yang bersengketa atau disahkan oleh notaris. Setelah adanya perjanjian tersebut, maka pihak pengadilan negeri tidak memiliki kewenangan apapun terhadap perkara tersebut. Bahkan, mereka tidak boleh menerima pengajuan perkara tersebut di pengadilan.

Baca juga: KBRI, Tugas dan Fungsinya

Pengertian Arbitrase Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti arbitration, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

Frank Elkoury dan Edna Elkoury

apa itu arbitrase

Dalam bukunya “How Arbitration Works” Frank Elkoury dan Edna Elkoury menyebutkan bahwa pengertian arbitration  adalah suatu proses yang mudah atau simpel yang dipilih oleh para pihak secara sukarela yang ingin agar perkaranya diputus oleh juru pisah yang netral sesuai dengan pilihan mereka di mana keputusan mereka berdasarkan dalil-dalil dalam perkara tersebut. Para pihak setuju sejak semula untuk menerima putusan tersebut secara final dan mengikat.

Stanford M. Altschul

Menurut Stanford M. Altschul, pengertian arbitration  adalah sistem penyelesaian perselisihan alternatif yang disetujui oleh semua pihak untuk perselisihan. Sistem ini menyediakan penyelesaian perselisihan pribadi secara cepat.

Priyatna Abdurrasyid

Menurut H. Priyatna Abdurrasyid, arti arbitration  adalah proses pemeriksaan suatu sengketa yang dilakukan secara yudisial oleh beberapa pihak yang bersengketa satu sama lain. Pemecahan masalah dari sengketa akan bergantung pada bukti-bukti yang berasal dari pengajuan kedua belah pihak.

Soebekti

Menurut R. Soebekti, pengertian arbitration  adalah proses penyelesaian atau pemutusan sengketa oleh seseorang hakim atau para hakim berdasarkan persetujuan bahwa para pihak akan tunduk pada atau menaati keputusan yang diberikan oleh hakim atau para hakim yang mereka pilih atau tunjuk tersebut.

Black’s Law Dictionary

Menurut Black’s Law Dictionary, arbitration  adalah suatu metode penyelesaian sengketa yang melibatkan satu atau lebih pihak ketiga yang netral yang biasanya disetujui oleh pihak yang berselisih dan yang keputusannya mengikat.

Tujuan dan Syarat

Pada dasarnya cara penyelesaian sengketa perdata dengan arbitration bertujuan untuk mengatasi masalah makro, baik di dalam negeri maupun manca negara. Dalam hukum Indonesia, kedudukan dan penjelasan arbitration disebutkan dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 1970 yang mengatur pokok-pokok kekuasaan kehakiman.

Masalah yang Dapat Diselesaikan

Pada dasarnya, arbitration ini digunakan untuk menyelesaikan sengketa perdata di luar pengadilan. Tidak semua perkara bisa diselesaikan melalui cara ini, seperti sengketa keluarga. arbitration ini bisa diaplikasikan pada bidang perdagangan. Selain itu, bisa juga diterapkan untuk sengketa terkait hak yang berdasarkan hukum atau peraturan undang undang yang dikuasai sepenuhnya oleh pihak bersengketa.

Dalam Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 Pasal 66, menyebutkan bahwa suatu putusan melalui metode ini dalam skala Internasional hanya dapat diakui dan dilakukan pada wilayah hukum Republik Indonesia jika memenuhi syarat-syarat berikut ini:

  • Putusan arbitration diberikan oleh majelis arbitrationatau arbitre.
  • Putusan arbitrationdibatasi oleh ketetapan hukum di Indonesia di mana di dalamnya mencakup ruang lingkup hukum perdagangan.
  • Putusan arbitration internasional hanya bisa dilakukan di Indonesia dengan tidak bertentangan pada ketertiban umum.
  • Putusan arbitration internasional bisa dijalankan setelah mendapat eksekutor dari pihak ketua PN Jakarta Pusat.

Jenis-Jenis

arbitration dapat dibagi menjadi dua jenis. Adapun jenis arbitration adalah sebagai berikut:

Baca juga: 10 Bahasa di Dunia yang Paling Sering Digunakan

Ad Hoc

arbitration Ad Hoc merupakan sebuah penyelesaian sengketa yang dilakukan secara khusus untuk menangani dan memberikan putusan untuk perselisihan tertentu. Dalam pelaksanaannya, jenis arbitration ini tidak diadministrasikan oleh badan penyelesaian yang bersifat permanen. Jadi, nantinya pihak pemohon dan termohon yang akan menunjuk arbitre atau majelisnya. arbitration ini disebut juga sebagai badan volunteer.

Institusional

mengenal arbitrase

Arbitration Institusional ini merupakan kebalikan dari arbitration Ad Hoc, di mana ia nantinya akan melihatkan badan penyelesaian resmi dalam menyelesaikan dan memberikan putusan sengketa.

Jadi, nantinya pihak yang bersengketa akan meminta bantuan kepada lembaga tersebut sampai kasusnya terselesaikan. Berbeda dengan jenis ad hoc, pada arbitration ini lembaga bersifat permanen sehingga tidak terjadi pembubaran meskipun putusan senketa sudah dilakukan.

Kelebihan dan Kekurangan

Penyelesaian sengketan perdata dengan arbitration memeliki sejumlah kelebihan dan kekurangan, yaitu:

Kelebihan

  • Diberikan jaminan kerahasiaan sengketa dimana sidang tertutup untuk umum.
  • Prosesnya lebih cepat karena tidak ada keterlambatan terkait proseduran maupun administrasi.
  • Setiap pihak bisa memilih arbitre dengan mempertimbangkan kecakapan, pengetahuan dan latar belakangnya.
  • Setiap pihak diberikan kebebasan menentukan putusan hukum untuk sengketanya.
  • Tidak ada tambahan biaya lain-lain selain biaya formal.
  • Di Indonesia, pihak yang terlibat sengketa bisa melakukan presentasi dan mendapatkan tanggapan secara langsung oleh majelis dan pihak lainnya yang terlibat sengketa.

Kekurangan

  • Lembaga Arbitase maupun ADR tidak memiliki kewenangan untuk memaksakan putusannya.
  • Kurangnya sikap patuh oleh pihak yang terlibat sengketa terhadap putusan.
  • arbitration masih belum banyak dikenal oleh masyarakat.

Contoh Penyelesaian Kasus

pengertian arbitrase

Ada cukup banyak proses penyelesaian sengketa dilakukan dengan arbitration, salah satunya adalah kasus pengadaan unit Transjakarta di DKI Jakarta pada tahun 2016. Sengketa tersebut melibatkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT. Ifana Dewi.

Pada saat itu, PT. Ifana Dewi menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena tidak membayar 161 unit Transjakarta yang merugikan perusahaan tersebut. Proses arbitration dilakukan atas pengajuan PT. Ifana Dewi untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Baca juga: Melihat Kembali Sejarah dan Fakta Hari PBB

Dari pemaparan di atas, kini Anda jadi lebih memahami apa sesungguhnya pengertian, tujuan dan jenis-jenis arbitration. Hal ini bisa menjadi pertimbangan dalam memilih metode penyelesaian sengketa dalam perdagangan. Semoga bermanfaat!

Comments are closed.