Aturan Mudik Lebaran 2020 Saat Pandemi Corona Virus

Berita

Ada banyak sekali peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona. Hal yang terbaru adalah aturan mudik lebaran 2020 yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa tahun yang lalu, pemerintah bersiap-siap agar musim mudik aman, lancar, dan tidak ada masalah yang berarti. Sekitar dua tahun yang lalu, masalah kemacetan saat musim mudik tiba sudah diselesaikan. Adanya tol yang sudah tersambung dan juga jalan-jalan alternatif sudah diperlebar dan diperbaiki membantu kelancaran pemudik.

Namun, pemerintah memiliki masalah tersendiri di tahun ini. Saat lebaran 2020 nanti,  pemerintah mengantisipasi agar pemudik tidak pulang ke kampung dengan membawa virus corona. Untuk itu, ada aturan yang pemerintah buat.

Baca juga: Tips Agar Sehat Saat Puasa Ramadhan 2020

Kenapa Masyarakat Masih Diperbolehkan Mudik Lebaran 2020?

Ada banyak yang memberikan kritikan kenapa pemerintah tetap memperbolehkan mudik di tengah pandemi virus Covid-19 seperti saat ini. Dan kritikan tersebut sudah dijawab oleh pemerintah.

Ada yang merasa melakukan lockdown atau karantina wilayah pandemi adalah cara yang terbaik untuk mengatasi penyebaran virus corona. Akan tetapi, ini tidak dilakukan oleh pemerintah dengan berbagai pertimbangan.

aturan mudik lebaran 2020

Yang pasti, mudik itu seolah-olah menjadi hal yang wajib dilakukan. Apalagi di saat hari raya Idul Fitri atau lebaran. Bahkan, orang di daerah perkotaan sudah mudik lebih awal. Bukan karena lebaran tapi karena corona. Adanya virus corona membuat banyak orang yang bekerja harian tidak bisa mendapatkan penghasilan. Akhirnya, pilihan yang terbaik adalah pulang kampung atau mudik lebih awal.

Ada yang berpendapatan mereka yang ada di perkotaan bisa dilarang untuk mudik. Misalnya dengan cara menutup akses dari dalam atau ke luar kota Jakarta di mana Jakarta inilah yang menjadi pusat pendemi virus corona. Namun, opsi tersebut tidak dilakukan oleh pemerintah karena ada potensi chaos yang bisa terjadi.

Untuk itu, pemerintah membuat kebijakan yang ada di tengah-tengah, yaitu memberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Dengan kebijakan ini, orang boleh mudik namun ketika sampai di daerah mereka berstatus ODP (orang dalam pemantauan). Artinya, mereka harus maui diisolasi selama 14 hari. Proses isolasi diserahkan pada daerah masing-masing. Ada daerah yang membuat tempat isolasi sendiri. Ada warga kampung yang membuat aturan sendiri di mana ODP tidak boleh bersosialisasi dengan masyarakat terlebih dahulu.

Boleh Mudik Asal Ikuti Aturan

Setelah PSBB diberlakukan, ada juga imbauan untuk masyarakat yang masih di Jakarta agar tidak perlu mudik di saat lebaran 2020 tiba. Namun, itu hanya sekedar imbauan. Masih diperbolehkan mudik namun ada aturan-aturan yang harus mereka ikuti. Ini juga aturan yang termasuk ke dalam kebijakan PSBB.

Apa saja aturan mudik lebaran tahun 2020 ini?

1. Kendaraan Harus Steril

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, harus dipastikan kendaraan sudah steril. Bagian luar dan dalam harus disemprot dengan disinfektan sebelum keberangkatan.

Untuk bagian bodi, pemerintah menyarankan agar dilakukan penguapan. Karena cara inilah yang paling ampuh untuk mematikan bakteri dan juga virus yang mungkin bersembunyi di bagian bodi mobil.

2. Mempersiapkan Alat-Alat Standard Kesehatan

Di dalam kendaraan, harus disediakan alat-alat kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, seperti hand sanitizer dan tissue.

Sebenarnya, tidak hanya hand sanitizer yang harus ada. Pemudik bisa membawa sabun cair dan juga air bersih. Jadi, setiap kali harus cuci tangan, mereka bisa gunakan sabun dan air bersih.

Akan tetapi, yang paling efisien di waktu perjalanan mudik adalah hand sanitizer. Jadi, ketika ingin mencuci tangan karena setelah memegang benda tertentu, hand sanitizer bisa langsung dituangkan atau disemprotkan pada tangan.

Baca juga: Situs Informasi Penyebaran Corona di Indonesia dan Dunia, Cek Yuk!

3. Persiapan Sebelum Keberangkatan

Siapa saja yang hendak mudik harus mandi dan mencuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Selain itu, pengecekan suhu tubuh dan kesehatan pengemudi harus dilakukan. Jika pengemudi mengalami batuk, maka ia diwajibkan menggunakan masker selama perjalanan mudik. Jika demam sangat tinggi, diharapkan memeriksakan diri terlebih dahulu.

4. Jumlah Orang Di Dalam Kendaraan

Pada dasarnya, PSBB diterapkan agar setiap orang melakukan physical distancing. Aturan ini juga diterapkan ketika mudik.

Satu kendaraan tidak boleh diisi maksimal. Aturannya adalah satu kendaraan diisi 50% dari maksimal penumpang. Misalnya saja untuk kendaraan SUV yang idealnya untuk 6 penumpang, maka SUV harus diisi maksimal 3 penumpang.

Begitu juga dengan transportasi umum seperti bis dan juga kereta. Ketika bus maksimal bisa membawa 50 penumpang, maka di dalam bus tersebut hanya boleh diisi oleh maksimal 25 penumpang.

5. Pengendara Motor

Pengendara motor juga harus melakukan persiapan seperti pengemudi mobil mulai dari penyemprotan disinfektan dan lain sebagainya. Dan satu lagi peraturan mudik lebaran 2020 pakai motor. Pengendara motor tidak boleh berboncengan. Satu motor untuk satu orang saja.

Itulah aturan mudik lebaran tahun 2020 yang dikeluarkan oleh pemeritah. Aturan tersebut dibuat agar masyarakat tetap bisa melakukan mudik namun di saat yang sama mereka tidak berpotensi menyebarkan virus corona atau berisiko terinfeksi virus corona.

Karena selama pandemi ini, tidak ada yang tahu apakah seseorang menularkan atau tertular. Oleh sebab itu, yang paling bisa dilakukan adalah menjaga diri sendiri. Dan inti dari peraturan pemerintah berupa kebijakan PSBB dan juga aturan mudik 2020 adalah agar setiap orang bisa menjaga kesehatan diri sendiri agar terhindar dari virus corona.

Baca juga: Beragam Tradisi Idulfitri Unik di Berbagai Negara

Orang-Orang yang Dilarang Mudik Lebaran 2020

Pemerintah tahu ada golongan masyarakat tertentu yang memang tidak bisa dilarang untuk tidak mudik. Misalnya saja golongan masyarakat tertentu yang tidak bisa mendapatkan penghidupan di tengah wabah. Maka dari itu, aturan mudik lebaran 2020 ini dikeluarkan.

boleh mudik lebaran 2020

Namun, ada kalangan yang oleh pemerintah dilarang mudik. Yaitu mereka yang berada di bawah kendali pemerintah seperti ASN (Aparatur Sipil Negara), polisi, TNI, dan pegawai BUMN.

Setidaknya dua alasan mengapa aturan ini dilakukan. Yang pertama, ASN, polisi, TNI, dan pegawai BUMN bukan termasuk golongan masyarakat yang terdampak secara ekonomi di tengah wabah. Mereka masih mendapatkan gaji dari negara. Tidak seperti pedagang keliling yang sama sekali tidak bisa berdagang di tengah wabah.

Alasan yang kedua, dengan melarang ASN, polisi, TNI, dan pegawai BUMN, maka volume yang pulang kampung itu bisa ditekan. Ini artinya potensi atau risiko penyebaran virus corona bisa sedikit dikurangi. Memang jumlah ASN, TNI, polisi, dan pegawai BUMN hanya seberapa persen saja. Namun, ini sebagai langkah yang cukup bisa dimengerti agar semakin kecil potensi orang terkena virus Covid-19.

Yang pasti, mudik lebaran 2020 ini akan sangat berbeda. Setiap orang punya tanggungjawab untuk menyelematkan diri dan juga orang-orang yang dicintai agar tidak terkena virus corona. Saling menjaga kesehatan menjadi kunci penting agar wabah virus corona ini segera berakhir. Jadi, meskipun mudik, setiap orang harus berhat-hati. Bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk orang yang terkasih di kampung halaman.

 

Comments are closed.