Ayam Cemani, Salah Satu Spesies Langka di Indonesia

Berita

Ayam cemani bukan sembarang ayam. Meskipun hanya seekor ayam, tetapi hewan ini memiliki kisah dan sejarah yang cukup panjang.

Hingga saat ini, masih banyak yang menganggap bahwa ayam cemani dapat memberikan keberuntungan bagi pemiliknya. Konon katanya, harga ayam ini bisa mencapai puluhan juta per ekor, lho. Kenapa bisa mengeluarkan harga yang mahal? Sebab, binatang ini memiliki tubuh yang unik dan berbeda dari spesies ayam lainnya.

Perbedaan pertama dan yang paling tampak adalah warna hitam legam yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Menurut penelitian, warna hitam ayam ini terjadi akibat kondisi genetik yang disebut fibromelanosis. Kondisi ini menyebabkan mutasi di sel tubuh ayam. Namun, perlu diingat bahwa yang warna hitam itu hanya tubuhnya saja. Untuk telurnya, tetap berwarna sama seperti spesies ayam lainnya, yaitu berwarna putih tulang atau krem.

Baca juga: 10 Satwa Langka yang Cuma Bisa Ditemukan di Indonesia

Bukan hanya warna tubuhnya saja yang unik, tetapi terdapat beberapa hal lainnya seputar spesies ini yang tidak kalah uniknya berikut ini.

Fakta Unik Ayam Cemani

Membawa Keberuntungan

Di balik keistimewaan dan keunikan ayam tersebut, ayam ini dipercayai membuat pemiliknya beruntung. Mungkin ini bukan karena faktor mistis, tapi harga jualnya yang semakin hitam warnanya, semakin mahal harganya.

Sudah Ada Sejak Jaman Kerajaaan Majapahit

Menurut kisah legenda masyarakat kota Temanggung, ayam yang seluruh badannya hitam ini berasal dari Jawa Tengah dan sudah terkenal sekitar abad ke-15, di mana masa itu merupakan era keemasan Kerajaan Majapahit. Seorang petapa yang bernama Ki Ageng Mangkuhan diklaim merupakan pemilik pertama Ayam Cemani ini. Tapi, menurut kisah ayam ini dulunya mempunyai paruh berwarna putih dan pernah digunakan untuk mengobati seorang anak pejabat daerah tersebut.

Oleh karena itu, keberhasilannya mengobati anak pejabat tadi, akhirnya ayam tersebut dikembangbiakan dan dikawinkan dengan sesama ayam berwarna hitam lainnya. Tapi, anak ayam yang dihasilkannya malah berwarna hitam legam dan paruh yang berwarna hitam juga. Akhirnya, ayam tersebut diberi nama Cemani yang berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya hitam legam.

Cemani Semakin Hari Semakin Langka

Tidak salah apabila harga Ayam Cemani bisa mencapai puluhan juta per ekornya, karena jenis ayam ini semakin hari semakin langka. Di Indonesia sendiri yang merupakan asal ayam ini, sudah sangat jarang ditemui peternak jenis ayam ini. Hal ini tidak lepas dari anggapan banyak orang bahwa berternak jenis ayam ini bertentangan dengan ajaran agama, karena seperti yang kita ketahui ayam ini sering digunakan sebagai pelengkap dalam ritual kuno.

Baca juga: Pengobatan Alternatif yang Paling Banyak Diminati di Dunia

Ada Tiga Jenis Cemani yang Disebut Mempunyai Kekuatan Magis

Meskipun, kalau dilihat secara sekilas semuanya terlihat hampir sama, tapi Ayam Cemani dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kekuatan magisnya yaitu Cemani Widitra, Warastratama, dan Kaikayi. Cemani Widitra mempunyai sapuan garis di leher, dada, paruh, dan selangkangan. Ayam jenis ini diyakini mempunyai kekuatan gendam asmara dan penolak bala (kekuatan jahat) dari makhluk halus. Sedangkan Cemani Warastratama adalah Ayam Cemani yang sering digunakan sebagai pelengkap upacara adat. Dan yang ketiga,  Cemani Kaikayi memiliki ciri dengan bulu hitam dipadu biru laut, ayam jenis ini dipercaya bisa mengangkat santet.

Kenapa Warna Ayam Cemani Bisa Hitam Legam?

Menurut hasil penelitian, warna hitam Ayam Cemani merupakan akibat kondisi genetik unik yang disebut fibromelanosis. Kondisi ini menyebabkan mutasi sel yang diketahui berfungsi di sel tubuh ayam tersebut. Leif Adersson, seorang ilmuwan asal Swedia, menemukan bahwa gen yang bermutasi ini merupakan gen “endothelian-3” (EDN-3) adalah gen yang membuat lapisan sel epidemis di seluruh badan tubuh ayam ini menghasilkan warna (pigmen) hitam. Diketahui, Ayam Cemani yang sudah berusia dewasa, jumlah gen EDN-3 meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan dengan ayam biasa.

Ayam Cemani Digunakan Sebagai Pelengkap Upacara Adat

Dari keunikan yang dimilikinya, Ayam Cemani ini sering digunakan sebagai pelengkap diberbagai ritual upacara adat seperti bersih desa, saketenan, dan grebeg maulud. Ayam ini dipercaya memiliki kekuatan magis yang bisa menolak bala (perbuatan jahat) yang dilakukan makhluk halus. Hingga sampai sekarang tradisi ini masih dilestarikan di Indonesia.

Ternyata Telurnya Berwarna Putih

Hal yang masih misterius dan terus dilakukan penelitian yaitu mengapa telur Ayam Cemani masih berwarna putih tulang dengan beberapa bintik merah muda. Hal ini memang berbeda dengan warna tubuhnya yang seluruhnya berwarna hitam.

Ketika disinar dengan senter, bagian dalam telur ayam ini terlihat hampir sama dengan telur ayam pada umumnya. Warna hitamnya baru akan muncul setelah embrio ayam ini muncul. Hal ini juga menjadi pertanda bahwa telur ayam tersebut subur dan bisa menetas.

Menurut perkiraan para ilmuwan, warna telur yang putih itu muncul akibat proses mutasi fibromelanosis yang terjadi pada sel ayam tersebut yang tidak menular terhadap cangkang telur. Mungkin, hal ini diakibatkan cangkang telur terdiri dari kristal kalsium karbonat yang pada dasarnya sama dengan semua jenis ayam.

Bukan Hanya Tubuh yang Hitam

Secara kasat mata memang tubuh dari spesies ini berwarna hitam. Namun, warna hitam tersebut juga merambah ke bagian daging, paru, mata, lidah, hingga tulang. Konon katanya, masing-masing bagian dari ayam ini memiliki manfaat untuk berbagai penyakit.

Baca juga: 5 Kebun Binatang Terbaik di Dunia

Dibudidayakan Hanya di Beberapa Negara

Dikarenakan spesies ini sangat langka, jadi hanya bisa dibudidayakan di beberapa negara saja. Selain negara di Eropa, Indonesia termasuk salah satu negara yang bisa membudidayakannya, lho.

Memiliki Harga Fantasitik

Ayam Cemani termasuk spesies langka dan juga cukup unik. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa ayam ini bisa memberikan harga jual yang cukup fantastis. Satu ekornya bisa dijual puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Comments are closed.