Cara Bentuk Reputasi Baik di BI Checking

Berita

Mengajukan peminjaman ke bank boleh-boleh saja, tapi jangan lupa selalu perhatikan pembayaran kredit setiap bulan agar Informasi BI Checking Anda dinilai baik oleh bank.

Jika Anda ingin melakukan pengajuan kredit bank, salah satu yang harus Anda ketahui adalah adanya proses yang mensyaratkan dilakukannya BI Checking. BI Checking adalah Informasi Debitur Individual (IDI) yang mencatat lancar atau macetnya pembayaran kredit (kolektibilitas). Singkatnya, proses ini jadi penentu kelayakan calon debitur.

Tak sedikit calon debitur yang kecewa karena pengajuan kreditnya ditolak bank setelah proses pengecekan kreditnya tidak baik. Hal itu bisa dikarenakan calon debitur tersebut masih memiliki tunggakan kredit yang lain sehingga ia termasuk dalam blacklist. Bagi Anda yang mungkin ingin mengajukan pinjaman bank, ada baiknya pahami informasi terkait proses pengecekan status kredit ini.

Baca juga: Kartu Kredit Syariah: Pengertian Akad dan Keunggulannya!

Mengenal BI Checking dan Cara Kerjanya

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, BI Checking adalah informasi catatan mengenai lancar atau macetnya pembayaran kredit (kolektibilitas) yang terdapat dalam Sistem Informasi Debitur (SID). Perlu diketahui, Sistem Informasi Debitur (SID) adalah sistem yang berisikan informasi debitur serta fasilitas kreditnya untuk dipertukarkan ke sesama lembaga keuangan.

cara cek bi checking

Sebagaimana dikutip dari www.bi.go.id, IDI Historis menyimpan identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana atau pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, dan kolektibilitas. Semua informasi dari BI Checking dapat diakses lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank, dalam 24 jam setiap harinya asalkan terdaftar sebagai anggota Biro Informasi Kredit.

Dengan adanya Sistem Informasi Debitur (SID), anggota-anggota Biro Informasi Kredit dapat memberikan data-data debitur atau pengambil kredit setiap bulan ke Bank Indonesia (BI). Semua data debitur yang dihimpun tersebut tersimpan dalam SID untuk diolah. Jika ada yang mengajukan permintaan IDI Historis, hasil olahan SID yang nantinya diberikan.

Proses BI Checking yang Sering Disetujui Bank

Seberapa baik atau buruk proses pengecekan ini, calon debitur ditentukan nilai yang disebut sebagai skor kredit atau skor kolektibilitas. Penentuan skor kredit dilihat dari catatan kolektibilitas si calon debitur (pengambil kredit). Skor kredit yang diberikan dihitung dari 1-5. Berikut ini pembagian kategori kredit berdasarkan skornya:

  • Skor 1: Kredit Lancar, artinya debitur selalu memenuhi kewajibannya untuk membayar cicilan setiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa pernah menunggak.
  • Skor 2: Kredit DPK atau Kredit dalam Perhatian Khusus, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 1-90 hari.
  • Skor 3: Kredit Tidak Lancar, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 91-120 hari.
  • Skor 4: Kredit Diragukan, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 121-180 hari.
  • Skor 5: Kredit Macet, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit lebih 180 hari.

Dari skor 1-5, bank akan menolak pengajuan kredit calon debitur yang skor Checking-nya mendapat skor 3, skor 4, dan skor 5 yang tentu saja masuk ke dalam blacklist. Sebab bank sama sekali tak mau ambil risiko kalau nantinya kredit yang diberikan bermasalah atau non performing loan (NPL).

Perlu diketahui, non performing loan (NPL) adalah indikator penting yang digunakan untuk mengukur seberapa sehat suatu bank. Adanya NPL mengakibatkan modal bank menjadi berkurang sehingga berimbas pada pemberian kredit yang akan datang.

Sementara skor calon debitur yang disukai bank sudah tentu yang mendapat skor 1. Kemudian skor 2 yang masih perlu diawasi. Sebab dikhawatirkan sewaktu-waktu kredit dalam perhatian khusus ini bisa berdampak NPL.

Cara Melihat atau SID di Website OJK

Untuk melihat dan mengetahui  SID melalui ojk.go.id, ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara online dan offline sebagai berikut:

Cara Pertama

Mengajukan permintaan untuk mengetahui status atau SID ke lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank, di mana Anda mengajukan kredit dengan syarat lembaga keuangan tersebut merupakan anggota Biro Informasi Kredit. Perlu dicatat, meminta SID sama sekali tak dipungut biaya apa pun.

Pengajuan permintaan SID juga dapat dilakukan di gerai info yang berada di kantor-kantor cabang OJK. Informasi mengenai kantor-kantor cabang OJK bisa diperoleh dari www.ojk.go.id atau dengan menghubungi 1-500-655.

Cara Kedua

Mengirimkan permintaan untuk melihat  SID secara online. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Buka www.ojk.go.id, kemudian pilih kolom Perbankan. Lalu pilih Permintaan IDI Historis.
  • Di hadapan Anda akan tersaji halaman PERMINTAAN IDI HISTORIS. Scrollke bawah dan cari kalimat “Mengisi formulir yang disediakan”, lalu klik kata “formulir”.
  • Setelah itu, akan muncul halaman berupa formdengan judul “Biro Informasi Kredit”. Isi seluruh form tersebut lalu klik “Kirim Form”.
  • Terakhir, tunggu konfirmasi dari Bank Indonesia (BI) di email.

Cara Membersihkan Riwayat

Kalau dipikir-pikir, buruknya IDI Historis mendapat skor 3 karena adanya cicilan yang tak terbayarkan atau tertunggak. IDI yang buruk menjadi bersih dengan melakukan sejumlah hal berikut:

Pertama

Cicilan kredit atau utang yang tertunggak segera dilunasi. Sebab di bank mana pun Anda mengajukan kredit, dijamin tak akan mendapat persetujuan. Kembali lagi ke bahasan sebelumnya bank atau lembaga keuangan nonbank lainnya tak mau dicap buruk karena modalnya habis digerogoti kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).

kredit bi checking

Kedua

Usai melunasi tunggakan cicilan kredit atau utang, pantau IDI Anda secara online. Perhatikan apakah skor kredit berangsur-angsur mengalami perubahan. Kalau belum ada perubahan, ajukan komplain ke bank di mana Anda mengambil kredit.

Baca juga: Yakin Mau Ganti Kartu Debit dengan Kartu Kredit?

Ketiga

Membawa surat klarifikasi dari bank di mana Anda mengajukan kredit, konfirmasikan ke Gerai Info Bank Indonesia (BI) (buka pukul 08.30-15.30) bahwa Anda telah menuntaskan kewajiban kredit. Lalu tunggu sampai IDI dinyatakan benar-benar bersih.

Tips Menjaga Agar Tetap Aman

Terdapat beberapa cara menjaga IDI tetap bersih dan skor kreditnya tetap bagus yaitu dengan cara sebagai berikut:

Ketahui Kredit yang Diambil dan Sedang Berjalan

Rata-rata fasilitas pinjaman ataupun fasilitas kredit yang disediakan bank atau lembaga pembiayaan lainnya umumnya sudah diketahui masyarakat. Mulai dari Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Bayar Cicilan Sebelum Jatuh Tempo hingga Lunas

bi checking

Telatnya membayar cicilan kredit sampai-sampai menunggak adalah akar persoalan kenapa IDI dinilai buruk hingga dimasukkan ke dalam Blacklist. Itulah sebabnya penting untuk selalu mengingat dan membayar cicilan kredit sebelum jatuh tempo.

Sebisa Mungkin Hindari Minimum Payment Kartu Kredit

Menggunakan opsi minimum pembayaran atau minimum payment untuk membayar tagihan kartu kredit boleh-boleh saja. Asalkan siap menanggung konsekuensinya yaitu jeleknya IDI. Tidak ada jaminan kalau utang Anda tidak akan menumpuk sehingga mengakibatkan Anda kesulitan membayar tagihan kartu kredit alias menunggak.

Ambil Kredit sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Bayar

Sesuaikan besaran kredit dengan kemampuan Anda menghindari masalah kredit macet alias gagal bayar. Sadari sampai batas mana kemampuan bayar Anda. Jangan demi gengsi, Anda sampai mencetak utang yang banyak.

Kini Anda lebih memahami seluk beluk mengenai pengecekan BI sebagai syarat untuk melakukan peminjaman ke bank. Dengan begitu pula, Anda bisa mengatur kebutuhan kredit Anda supaya menghindari gagal bayar yang akan merusak reputasi Anda di IDI. Jadi, Anda termasuk dalam orang yang taat bayar kredit bukan?

Baca juga: Asuransi Kartu Kredit: Perlukah Pemegang Kartu Kredit Memilikinya?

Comments are closed.