Biaya Overhead: Ketepatan Anggaran dalam Berbisnis!

BeritaEntrepreneurship

Dalam menjalankan sebuah bisnis, banyak hal yang bisa terjadi di luar rencana, termasuk anggaran tak terduga. Menghitung biaya overhead bisa menjadi solusinya!

Sering mendengar istilah biaya overhead?  biaya overhead atau overhead cost sering disebut dengan biaya tambahan atau lain-lain yang biasanya muncul di luar ekspektasi atau perencanaan sebelumnya. Biaya ini biasanya muncul karena adanya beban lain yang tidak terkait langsung dengan proses bisnis dan produksi yang dilakukan. Misalnya, biaya sewa gedung, perawatan mesin, atau bisa berupa anggaran pengeluaran rutin namun tidak berhubungan langsung dengan produksi.

Baca juga: Manajemen Risiko Sebagai Pencapaian Tujuan Perusahaan

Biaya ini mungkin saja tidak begitu besar jumlahnya, serta tidak selalu rutin dibayarkan. Meski begitu, overhead cost tidak boleh dikesampingkan dan harus tetap dimasukkan ke dalam anggaran seperti biaya lainnya agar bisnis dapat terus berjalan dengan baik. Biaya ini juga dapat muncul saat perusahaan memiliki bagian selain produksi, seperti keuangan atau administrasi.

Manfaat Menghitung Biaya Overhead

Seluruh pencatatan keuangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan tentu akan memperoleh manfaatnya tersendiri, tak terkecuali overhead cost ini. Berikut manfaat yang akan Anda dapatkan dengan menghitung overhead cost:

Mengawasi Pengeluaran Biaya

Manfaat pertama dari pencatatan dan penghitungan overhead ini, pihak perusahaan akan mampu untuk mengawasi biaya yang akan dikeluarkan. Dengan mencatat dan menghitung overhead akan membantu kita dalam mengawasi pengeluaran biaya dalam bisnis secara keseluruhan. Dengan adanya biaya ini, kita bisa melihat apakah rencana pengeluaran sudah efisien. Dari situ juga akan terlihat, apakah overhead, ternyata jumlahnya terlalu besar jika dibanding expense lainnya. Dengan begitu, kita dapat melakukan beberapa penyesuaian dan pengeluaran biaya pun lebih terkontrol.

Mengetahui Rincian Alokasi Biaya

Selanjutnya, dengan melakukan pencatatan dan penghitungan biaya kita akan mengetahui rincian dari masing-masing alokasi dana yang akan dikeluarkan. Selain itu akan membantu kita dalam membuat anggaran dana untuk overhead cost selanjutnya. Sehingga, pembuatannya akan lebih terencana dan dapat menghindari pengeluaran yang berlebih.

Menentukan Harga dengan Lebih Tepat

mengontrol biaya overhead

Terakhir, dengan mengetahui berapa biaya yang dimiliki juga dapat mempengaruhi dalam menentukan harga produk yang tepat. Perhitungan mengenai biaya ini perlu untuk dimasukkan ke dalam penentuan harga agar kita terhindar dari kerugian. Terutama, jika biaya tak terduga tetap harus dikeluarkan tanpa terpengaruhi apakah produksi sedang memasuki masa “subur” atau tidak.

Jenis-jenis Biaya Tak Terduga

Setelah mengetahui apa saja manfaat yang akan Anda peroleh dari pencatatan dan penghitungan overhead cost, selanjutnya Anda juga harus tahu pengkategorian yang dimilikinya. Berikut jenis-jenis overhead cost:

Biaya Tetap

Kategori pertama adalah overhead cost yang bersifat tetap dan harus dipenuhi setiap bulannya. Pemenuhan tetap ini harus selalu perusahaan bayarkan, tanpa melihat berapa volume penjualan atau keuntungan yang didapatkan. Untuk lebih memudahkanmu, akan kami paparkan beberapa contoh overhead cost tetap yang biasa dibayarkan oleh pihak perusahaan pada poin di bawah ini:

  • Pembayaran sewa atau hipotek.
  • Depresiasi aset tetap, misalnya mobil dan peralatan kantor
  • Biaya atau gaji tenaga kerja manajer, karyawan (akuntan), atau yang serupa. Pada intinya, biaya ini diperuntukkan untuk karyawan selain yang berada atau berkaitan langsung dengan kegiatan produksi.
  • Beban asuransi, misalnya asuransi kesehatan karyawan
  • Iuran keanggotaan, misalnya untuk keanggotaan koperasi perusahaan
  • Biaya jasa hukum, konsultan akuntansi, atau konsultan bisnis. Pada intinya sama, yakni pihak eksternal yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan proses produksi.

Satu hal penting yang perlu Anda ketahui adalah biaya-biaya tersebut tidak berubah, terlepas dari apakah kegiatan penjualan perusahaan sedang naik atau turun.

Biaya Variabel

Kategori kedua adalah biaya variabel yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut tergantung dari volume aktivitas penjualan dan/atau faktor lainnya. Seperti promosi, perubahan musim, hingga kondisi ekonomi di sebuah negara, dan faktor-faktor lainnya. Namun, yang jelas hal tersebut tidak bisa diprediksi secara tetap dari waktu ke waktu. Intinya adalah, overhead cost kategori ini, terus mengalami perubahan dan akan selalu berbeda angkanya dalam satu periode akuntansi. Contohnya bisa Anda lihat dari anggaran pemasaran, biaya telepon, alat tulis dan perlengkapan kantor, serta lain sebagainya yang dianggap sebagai beban tak terduga dan selalu berubah.

Baca juga: Buku Besar Sebagai Dasar Pembuatan Neraca Perusahaan

Biaya Semi-Variabel

Jika pada kategori sebelumnya ada biaya yang selalu berubah-ubah setiap waktu, dan harus selalu dibayarkan, maka untuk jenis ini berada diantara keduanya. Biaya dalam kategoti ini bersifat lebih fleksibel dibanding dua jenis sebelumnya. Terkadang pada kurun waktu tertentu, suatu overhead cost bisa terjadi secara tetap.  Namun, di waktu berikutnya karena faktor eksternal atau kegiatan operasional perusahaan yang meningkat atau menurun, biaya ini dapat berubah.

Cara Menghitung Biaya

mengenal biaya overhead

Biaya overheard ini termasuk salah satu bagian penting dalam pembukuan, maka harus selalu dimonitor dari pencatatan hingga penghitungannya. Karena biaya ini akan berpengaruh pada kegiatan penjualan perusahaan walaupun secara tidak langsung, berikut cara menghitungnya:

Memisahkan Biaya Tidak Langsung

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memisahkan biaya tidak langsung dari biaya langsung dalam perusahaan. Cara membedakannya pun cukup mudah, Anda bisa melihat dari biaya langsung, merupakan biaya terkait langsung dalam membuat barang atau jasa atau proses produksi yang dilakukan. Jadi, apabila Anda menemukan jenis anggaran lain yang tidak termasuk dalam kategori beban tersebut, bisa dimasukkan ke dalam biaya tidak langsung. Keseluruhan anggaran yang termasuk dalam kategori tidak langsung inilah yang biasa disebut overhead cost dalam dunia bisnis.

Menghitung Persentase Biaya

Cara selanjutnya setelah memisahkan jenis biaya adalah dengan menghitung berapa besar overhead cost  yang dimiliki oleh perusahaan terhadap anggaran keseluruhannya dalam bentuk persentase. Kita bisa mengetahui persentase tersebut dengan membandingkan keseluruhan anggaran dengan membandingkan biaya tidak langsung dengan langsung.

Caranya adalah jumlah biaya tidak langsung yang ada dibagi dengan biaya langsung bisnis, kemudian dikalikan 100%. Hasil dari perhitungan tersebut akan menunjukkan berapa presentase overhead cost yang dikeluarkan dalam bisnis yang kita kelola. Misalnya, jika hasilnya adalah 40%, berarti anggaran yang kita keluarkan untuk overhead cost mencapai 40% dari total pengeluaran bisnis.

Menghitung Efisiensi Biaya

apa itu biaya overhead

Terakhir, kita harus menghitung efisiensi dari biaya satu ini. Caranya dengan membandingkan pada sumber daya yang digunakan dan pendapatan yang masuk. Untuk efisiensi terhadap sumber daya, cara menghitungnya adalah dengan membagi biaya ini dengan biaya tenaga kerja keseluruhan lalu dikalikan dengan 100%. Dari persentase tersebut, kita dapat melihat apakah tenaga kerja yang dimiliki terlalu banyak dari yang dibutuhkan atau sudah cukup.

Baca juga: Jangan Keliru Tentukan Besaran Liabilitas Perusahaan!

Dengan mengetahui informasi di atas, kedepannya Anda bisa lebih tepat dalam menentukan anggaran sebab Anda sudah tahu hal-hal apa saja yang biasanya termasuk dalam overhead. Tetap teliti dalam melakukan perencanaan biaya bisnis Anda ya!

Comments are closed.