Cara Menutup Kartu Kredit yang Benar

Berita

 Ada beragam alasan hingga akhirnya seseorang menutup kartu kreditnya. Lalu, bagaimana cara menutup kartu kredit dengan benar?

Saat merasa tak diperlukan lagi, sebagian orang pasti akan mengambil keputusan untuk menutup kartu kreditnya. Alasannya sendiri, setiap orang memiliki alasan khususnya hingga akhirnya menutup kartu kredit. Bisa jadi, beberapa nasabah pada akhirnya memiliki kemandirian finansial untuk memanfaatkan kartu debit dibanding kartu kredit. Kondisi lainnya, karena merasa lebih konsumtif akibat kurangnya self control saat memegang kartu kredit.

Agar tidak mengalami masalah setelah penutupan kartu kredit, prosedurnya harus dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari informasi terlebih dahulu bagaimana cara menutup kartu kredit secara benar.

Apa Itu Kartu Kredit?

Sebelum membahas cara menutup kartu kredit, yuk pahami informasi dasar mengenai apa itu kartu kredit! Menurut definisi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, kartu kredit adalah Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai, di mana kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh acquirer atau penerbit, dan pemegang kartu berkewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang disepakati baik dengan pelunasan secara sekaligus (charge card) ataupun dengan pembayaran secara angsuran.

Berbeda dengan kartu debit, dalam kartu kredit bank seperti meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening. Pada bank-bank di Indonesia, kartu kredit diciptakan untuk kemudahan dan cara kerjanya diatur oleh Bank Indonesia (BI). Saat ini terdapat berbagai macam perusahaan jasa keuangan penerbit kartu kredit di dunia termasuk Indonesia di antaranya VISA, MasterCard, dan American Express.

Kepemilikan kartu kredit juga sekarang menjadi salah satu syarat penting untuk mengajukan berbagai produk pinjaman seperti KTA atau KPR. Jika Anda memiliki histori pembayaran yang sehat, maka peluang Anda untuk mendapatkan pinjaman KTA dan KPR tentu akan lebih besar. Sebaliknya jika histori kredit Anda jelek karena sering menunggak pembayaran kartu kredit, Anda akan dimasukkan daftar hitam bank sehingga sulit mendapatkan pinjaman.

Informasi Perizinan Penyelenggara dan Pendukung Jasa Sistem Pembayaran, Daftar Penyelenggara Kartu Kredit yang Telah Memperoleh Izin dari Bank Indonesia Per 3 Agustus 2018 sebanyak 33 penyelenggara.

Langkah-Langkah Menutup Kartu Kredit yang Benar

Meski cara untuk menutup kartu kredit tidaklah rumit, namun Anda pun harus paham bahwa prosedur menutup kartu kredit pada setiap bank penerbit kartu kredit berbeda-beda. Anda perlu cermat dan jeli atas segala persyaratannya.

Oleh karena itu, ikutilah cara menutup kartu kredit berikut agar tidak ada kejadian yang merugikan Anda setelah kartu kredit ditutup!

  1. Datang Langsung ke Bank Penerbit Kartu Kredit. Selain memudahkan, langsung datang ke bank penerbit kartu kredit bisa memberikan Anda kejelasan prosedur yang harus dijalani selanjutnya. Anda juga bisa menelepon dulu sebelumnya untuk tahu semisal dokumen apa saja yang perlu disiapkan. Dengan begitu Anda akan memangkas waktu yang akan dihabiskan di bank.
  2. Selesaikan Semua Tagihan. Cara menutup kartu kredit kedua yang harus Anda lakukan adalah Anda harus membayar seluruh tagihan dan transaksi dari aktivitas sebelumnya. Cek dan hitung ulang semua pengeluaran yang telah dilakukan namun belum terbayar. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah menutup kartu kredit karena tidak ada lagi tanggungan.
  3. Jangan Lupa Pembayaran Tahunan. Setiap kartu kredit biasanya memiliki annual fee atau biaya tahunan yang harus dibayarkan setiap tahunnya bagi setiap pemegang kartu kredit. Biaya ini juga harus dilunasi sebelum menutup kartu kredit.
  4. Manfaatkan Reward. Sebelum melakukan segala cara menutup kartu kredit, cek dulu berbagai program dan fasilitas reward yang dimiliki.
  5. Tutup Akses Automatic Payment. Biasanya, agar praktis Anda memasukkan dan menyimpan data kartu kredit di beberapa toko, baik online maupun fisik. Sebelum menutup kartu kredit, sebaiknya Anda hapus semua akses tersebut.
  6. Simpan Semua Dokumen Pembayaran. Setiap bertransaksi, Anda pasti akan menerima bukti pembayaran berupa nota, struk, kuitansi, dan faktur. Semua dokumen pembayaran ini sebaiknya disimpan dengan baik untuk Anda mengingat semua nominal dan pencatatan transaksi bia dibutuhkan.

Kini sudah tahu kan bagaimana cara menutup kartu kredit yang baik? Jangan sampai nanti Anda menghadapi banyak kejadian yang tidak diinginkan di masa mendatang. Cari berbagai informasi detail bila Anda memang ingin mengajukan permohonan penuntupan kartu kredit. Kalau Anda punya saran dan trik untuk cara menutup kartu kredit, yuk share ke kami di kolom komentar!

Comments are closed.