Deposito Atau Tabungan, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Perencanaan keuangan pribadi adalah hal yang penting untuk dibuat siapa saja. Dengan perencanaan yang terperinci, Anda bisa menentukan berbagai bentuk simpanan untuk masa depan yang sesuai. Berinvestasi dalam bentuk tabungan, deposito, atau yang lainnya.

Berita

Beberapa waktu lalu ada sebuah lagi berjudul Menabung, yang dinyanyikan oleh Saskia, Geoffany, dan Titiek Puspa. Lagu tersebut sangat populer pada pertengahan 1990-an. Lagu tersebut berisi pesan untuk mengajak orang menabung dan apa saja manfaat yang didapat bila kita giat menabung. Lagu ini cukup melekat di ingatan bagi generasi 1990-an, khususnya anak-anak. Dengan aransemen lagu yang menarik, lagu tersebut sebenarnya bisa menjadi acuan pembelajaran tentang perencanaan keuangan pribadi melalui kebiasaan menabung.

Menabung memang sudah menjadi hal yang umum. Tabungan merupakan produk dari bank dengan berbagai bentuk yang punya ciri khas di masing-masing bank. Misalnya ada bank yang menawarkan produk tabungan bebas administrasi, tabungan dengan tambahan perlindungan asuransi, dan sebagainya. Selain tabungan, ada juga deposito. Penawaran produk deposito dari berbagai bank pun sering ditambahi dengan berbagai fasilitas tertentu. Misalnya bebas diambil kapan saja hingga berbagai tawaran lainnya. Dengan berbagai penawaran tambahan manfaat tersebut, tabungan dan deposito bisa digunakan sebagai simpanan dan menjadi bagian dari perencanaan keuangan pribadi Anda.

Namun tentu, sebagaimana produk keuangan lainnya, baik tabungan dan deposito pasti punya manfaat dan kekurangan masing-masing. Agar lebih jelas mengenai produk mana yang bisa memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan Anda, berikut beberapa hal terkait perbedaan antara produk tabungan dan deposito.

Tabungan

Apa saja yang menjadi kelebihan dari produk tabungan? Berikut beberapa di antaranya yang disebutkan oleh seorang pimpinan sebuah cabang bank pemerintah daerah di Yogyakarta Widyawati (6 Mei 2015) :

  • Setoran sebagai saldo awal lebih terjangkau dibanding deposito

Untuk membuka tabungan di sebuah bank, dana yang diperlukan tidak terlalu besar. Jumlahnya bisa ratusan ribu, bahkan ada beberapa bank yang menetapkan saldo awal hanya puluhan ribu rupiah saja.

  • Setor dan tarik tunai cenderung lebih fleksibel dibanding deposito

Anda bisa menyetor maupun menarik dana Anda setiap waktu. Untuk penarikan lebih praktis karena juga bisa dilakukan di berbagai mesin ATM. Untuk penyetoran, selain harus ke bank, saat ini sudah ada beberapa mesin ATM untuk setor tunai. Namun, memang baru beberapa bank yang sudah menerapkan mesin setoran tunai tersebut.

  • Tabungan bisa digunakan untuk membayar berbagai keperluan

Tabungan termasuk produk yang serba guna. Artinya Anda tidak hanya bisa menarik uang, tapi juga bisa menggunakan untuk belanja dan melakukan pembayaran mulai dari kartu kredit, pulsa telepon, sampai pulsa listrik. Ini terkait dengan fasilitas bank yang sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan transaksi pembayaran. Jika saldo tabungan mencukupi, Anda bisa membayar berbagai produk melalui ATM ataupun secara online.

Namun tentu, selain punya beberapa manfaat, tabungan juga memiliki sejumlah kekurangan. Menurut perencana keuangan Mike Rini, setidaknya ada dua kekurangan dari tabungan di bank. (mikerini.tripod.com, 27 April 2015)

Pertama, bunga tabungan biasanya relatif kecil. Bila Anda mengharapkan imbal balik yang besar, tabungan kurang menguntungkan.

Kedua, biasanya ada biaya administrasi. Biaya ini besarannya tergantung masing-masing bank. Biaya administrasi bisa mengurangi bunga yang Anda dapatkan.

BACA JUGA : 3 CARA CERMAT ALOKASI PENDAPATAN UNTUK TABUNGAN MASA DEPAN

Deposito

Apa saja kelebihan deposito yang bisa Anda dapatkan? Berikut beberapa data tentang kelebihan deposito oleh seorang pimpinan sebuah cabang bank pemerintah daerah di Yogyakarta Widyawati (6 Mei 2015) :

  • Memiliki bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan tabungan

Dibanding tabungan, bunga deposito memang lebih tinggi. Pada tahun 2015 ini tabungan rata-rata bunganya 1-2 persen, deposito bisa sekitar 5-7 persen. Hal ini yang membuat orang tertarik untuk menaruh dananya ke deposito.

  • Bebas administrasi

Berbeda dengan tabungan, deposito tidak dikenakan biaya administrasi. Meski begitu, tetap ada potongan berupa pajak penghasilan sebesar 20% dari hasil bunga deposito. (pajak.go.id, 21 Maret 2012)

Sementara itu jika dibandingkan dengan tabungan, menurut Widyawati (6 Mei 2015) deposito memiliki beberapa kekurangan seperti:

  • Dana setoran awal lebih besar dibanding tabungan

Umumnya dana setoran awal deposito lebih besar dari tabungan. Bila tabungan bisa membayar setoran awal dengan puluhan ribu rupiah, deposito biasanya minimal Rp500 ribu atau lebih.

  • Dana tidak bisa dicairkan setiap saat seperti tabungan

Deposito mempunyai jangka waktu pencairan mulai dari satu, dua, tiga, enam, atau 12 bulan. Anda baru bisa mencairkan sesuai ketentuan di awal masa pencairan dana. Bila dicairkan sebelum waktu tersebut, Anda akan mendapatkan penalti atau tidak dibayar bunganya. Tapi saat ini untuk menarik nasabah, beberapa bank kadang menawarkan deposito dengan promosi bebas pinalti dan bebas diambil dalam periode yang lebih fleksibel.

Itulah gambaran mengenai kelebihan dan kekurangan produk tabungan dan deposito. Mana yang lebih baik? Tergantung kebutuhan Anda. Untuk dana darurat misalnya, tabungan lebih cocok bagi Anda karena bisa dicairkan setiap saat jika ada kejadian darurat. Ada satu tips dari perencana keuangan Safir Senduk. Menurut Safir, bagi Anda yang belum memulai investasi bulanan, Anda bisa memulainya dengan produk tabungan. Meskipun imbal baliknya kecil, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali. Lakukan ini untuk melatih kedisiplinan dan melatih investasi bulanan (perspektifbaru.com, 4 Agustus 2014).

Sementara itu menurut Mike Rini, Anda sebaiknya menyiapkan dana darurat dalam bentuk tabungan sebesar 6-12 kali pengeluaran keluarga per bulan. Setelah itu bisa terpenuhi, baru Anda membeli produk deposito. Jadi ketika ada keperluan mendadak atau ketika terkena musibah, Anda sudah memiliki dana cadangan yang bisa dicairkan setiap saat (tabloidnova.com, 13 Juni 2009).

Mike menambahkan bahwa Anda sebaiknya sudah menentukan tujuan keuangan jika ingin menyimpan uang dalam bentuk deposito. Misalnya saja untuk membayar uang muka rumah yang akan dibeli setahun mendatang. Maka, sebaiknya Anda memilih deposito dengan jangka waktu 12 bulan. Namun bila tujuan depositoÊhanya untuk menyimpan uang agar aman, pilihan deposito satu bulan lebih menarik.

BACA JUGA : 3 MANFAAT SIMPANAN DEPOSITO YANG PERLU ANDA KETAHUI

Sebarkan artikel ini pada relasi Anda melalui fitur jejaring sosial. Jangan lupa berikan komentar Anda pada kolom di bawah ini.

Leave a Reply