Fakta Menarik Seputar Virus Corona dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Asuransi KesehatanBeritaHealth

Banyak informasi yang beredar seputar virus corona, tapi tidak disertai bukti yang otentik. Daripada Anda terus bertanya-tanya, yuk cek faktanya langsung dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sejak Rabu, 13 Maret 2020 lalu Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus secara resmi mengumumkan virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi. Hal ini dikarenakan COVID-19 telah menyebar dan menular dengan mudah antar manusia di berbagai tempat di seluruh dunia.

Adanya status pandemi ini, memberikan himbauan bagi seluruh pemerintah dan masyarakat dunia untuk selalu waspada dan mulai mengambil berbagai tindakan “mendesak dan agresif” untuk menekan dan mengendalikan penyebaran COVID-19 ini.

Virus corona (COVID-19) ini pertama kali mewabah di Kota Wuhan, China. Setiap harinya, masyarakat Wuhan yang terinfeksi virus ini semakin bertambah hingga berkali-kali lipatnya. Penyebaran dan penularan yang begitu cepat membuat Pemerintah China menutup akses keluar dan masuk kota Wuhan (menerapkan kebijakan lockdown).

Baca juga: 5 Tip Menerapkan Pola Hidup Sehat

Namun, sayangnya meskipun kebijakan lockdown sudah diterapkan, penyebaran virus corona ini tidak bisa terkendalikan dan menyebar ke berbagai negara. Hingga saat ini terkonfirmasi sudah ada 200 negara yang terinfeksi virus corona dengan total 662.073 Kasus positif terjangkit COVID-19.

WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia yang merupakan salah satu badan PBB, bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional. Semua hal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dunia merupakan tanggung jawab dan tugas dari WHO, tidak terkecuali COVID-19.

Fakta-Fakta Menarik Seputar Virus Corona

Ada beberapa fakta seputar corona yang wajib masyarakat Indonesia ketahui. Daripada terus menajdi misteri, yuk, ketahui langsung fakta-faktanya dari WHO. Informasi ini diambil langsung dari situs resmi https://www.who.int/indonesia/ dan twitter https://twitter.com/WHO.

Coronavirus Tidak Dapat Meluar dari Gigitan Nyamuk

Hingga saat ini masih belum ada informasi atau bukti yang menunjukkan bahwa virus corona baru ini dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Virus corona baru ini merupakan virus saluran penapasan yang umumnya menyebar melalui percikan air liur (dari batuk ataupun bersin) yang keluar ketika seseorang terinfeksi virus ini.

Menyemprot Tubuh dengan Alkohol atau Klorin Dapat Membunuh Virus Corona

penyemprotan disinfektan

Tidak ada bukti penelitian yang menjelaskan bahwa menyemprotkan tubuh menggunakan alkohol atau klorin dapat membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Bahkan menyemprotkan bahan-bahan kimia bisa membahayakan jika mengenai pakaian atau selaput lender (mata, dan mulut). Perlu diingat bahwa alkohol dan klorin bisa berguna sebagai disinfektan pada permukaan, tetapi harus digunakan sesuai dengan petujuk yang benar.

Baca juga: Ketahui Jenis Masker Tepat, Efektif Cegah Virus Corona!

Mandi Air Panas Tidak Membunuh Covid-19

Semenjak COVID-19 menjadi pandemi, banyak sekali kabar burung yang beredar tanpa ada bukti kebenarannya. Salah satunya adalah mandi air panas bisa membunuh virus ini. WHO meminta untuk masyarakat dunia agar tidak mempercayai bahwa air panas, virus corona di dalam tubuh bisa hilang dengan sendirinya. Berita tersebut hoax.

Virus Corona Tidak Menular Melalui Udara

virus tidak menular lewat udara

Informasi yang menyebutkan virus corona bisa menular melalui udara memang masih menjadi teka-teki. Namun, baru-baru ini melalui akun twitter resmi, WHO mengkonfirmasi bahwa Covid-19 tidak menular lewat udara. Selain itu, WHO juga menjelaskan virus ini menular lewat tetesan (droplet) yang dihasilkan dari batuk, bersin, atau berbicara dari seseorang yang sudah terinfeksi. Dalam keterangan resminya, WHO menyampaikan droplet tidak dapat bertahan di udara karena memiliki berat sehingga dengan cepat jatuh ke lantai atau permukaan. Seseorang dapat terinfeksi Covid-19 dengan menghirup virus jika berada dalam jarak satu meter dari seseorang yang menderita Covid-19 atau dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut sebelum mencuci tangan.

Tahan Napas Bukan Cara Deteksi Covid-19

Banyak informasi yang beredar bahwa menahan nafas bisa mendekatesi virus corona. Melalui laman twitternya, WHO menyatakan jika Anda mampu menahan napas selama 10 detik atau lebih tanpa batuk atau merasa tidak nyaman TIDAK berarti Anda terbebas dari penyakit COVID-19 atau penyakit paru-paru lainnya. Gejala COVID-19 yang paling umum adalah batuk kering, kelelahan, dan demam. Beberapa orang mungkin mengembangkan bentuk penyakit yang lebih parah, seperti pneumonia. Cara terbaik untuk mengonfirmasi apakah menderita penyakit COVID-19, yaitu dengan tes laboratorium. Seseorang tidak dapat mendiagnosa COVID-19 lewat latihan pernapasan dan justru bisa berbahaya.

Baca juga: Daftar Rumah Sakit Rujukan Penanganan Virus Corona di Indonesia

Anjuran untuk Masyarakat

Hingga saat ini belum ada pengobatan atau vaksin untuk COVID-19. Namun, ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan WHO sebagai standarisasi untuk menangangi kasus COVID-19 ini. Untuk lebih jelas, berikut ini standarisasi dari WHO yang harus diterapkan seluruh negara dalam pencegahan dan penanganan COVID-19.

Sering Mencuci Tangan

Cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun menjadi salah satu anjuran dari WHO yang harus dilakukan seluruh masyarakat dunia. Sebab, tangan menjadi salah satu pusat berkembangnya virus. Selain menggunakan air dan sabun, Anda bisa menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Jika Anda melakukan cara ini secara konsisten, virus di tangan akan mati.

Tata Cata Bersin dan Batuk

tata cara batuk dan bersin

Tutup mulut dan hidung dengan siku yang dilipat atau tisu saat batuk dan bersin. Kemudian, segera buang tisu bekas dan cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun atau gunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Jika anjuran ini dilakukan, secara tidak langsung Anda melindungi orang lain dari virus yang keluar melalui batuk dan bersin.

Jaga Jarak Satu Meter

Jika memungkinkan, Anda disarankan untuk menjaga jarak satu meter dengan orang yang sedang sakit (batuk, bersin, dan demam). COVID-19 diketahui paling mudah menyebar melalui kontak jarak dekat dengan orang yang terinfeksi virus ini.

Hindari Menyentuh Mata, Hidung, dan Mulut.

Jangan sentuh mata, hidung, dan mulut jika tangan dalam keadaan kotor. Sebab, jika hal ini lakukan, Anda mungkin memindahkan virus ini dari permukaan ke diri Anda.

Baca juga: Simak Langkah Memulai Pola Hidup Sehat Sejak Dini!

Mencari Pertolongan Medis

Jika Anda demam, batuk, dan sulit bernapas segera cari pertolongan medis. Telepon fasilitas kesehatan dan sampaikan keluhan yang Anda rasakan. Jika memang sakit yang Anda rasa tergolong ringan, lakukan isolasi diri selama 14 hari dan ikuti panduan tenaga kesehatan atau petunjuk kesehatan nasional.

Comments are closed.