Fakta Unik Mongolia, Country of Blue Sky

Berita

Dimulai masa lalu yang berani hingga ketenangan alam yang tak terlupakan, begini kabar dari Mongolia yang disebut sebagai Country of Blue Sky

Seolah tertelan masa, kabar bangsa Mongolia memang hampir tak terdengar. Negara yang memiliki makna keberanian dari kata ‘mong’ ini dahulu merupakan salah satu negara yang paling aktif terdengar kabarnya. Bahkan negara ini memiliki banyak fakta unik yang meraki perhatian. Bagaimana kisah selengkap dari negara ini?

Fakta Unik Mongolia

Mongolia di masa lalu

Mongolia di Masa Lalu

Bukan Amerika, melainkan bangsa Mongol yang hampir menjadi penakluk dunia pada zaman dahulu. Negara ini bahkan hampir memiliki wilayah separuh dunia, namun oleh beberapa penyebab menjadikan wilayah negara ini mengecil hingga 1,5 juta kilometer dan diapit oleh dua negara besar, Rusia dan Tiongkok. Mongol yang awalnya terpecah menjadi suku-suku kecil yang berselisih, diubah menjadi monster yang bersatu oleh ekspansi Temujin yang kemudian dikenal dengan nama Jenghis Khan. Tiongkok yang mengapit negara ini bahkan sempat dikuasai negara ini pada masa lalu. Kubilai Khan bahkan meneruskan ekspansi ke wilayah Jepang, Korea, dan Myanmar. Kembali diwariskan,

Hulagu Khan memperluas jajahannya ke Afghanistan, Persia, dan Baghdad, bahkan menaklukan sebagian kecil wilayah Rusia dan Eropa Timur. Saking berani dan kuatnya negara ini, hingga menaklukan Baghdad sebagai pusat kejayaan Islam masa lalu dengan pembantaian keji, meskipun kemudian mengalami kekalahan besar oleh Mamluk dari Mesir. Negara ini kuat secara militer, namun lemah secara fundamental. Hal ini disadari bangsa Mongol ketika menjajah negara-negara Islam. Negara ini mengalami kemunduran semenjak ekspansi ke wilayah Timur Tengah. Salah satu faktornya adalah banyak orang penting Mongol yang masuk Islam, kemudian mulai tak terkontrol dan kembali direbut oleh musuh-musuh. Mongol kembali menjadi bangsa kecil bukan karena ideologi dan kepercayaan.

Baca Juga: 9 Fakta Unik Tentang Negara Kepulauan Micronesia

Minim Penduduk, Banyak Hewan Ternak

kehidupan di Mongolia

Negara di Asia Timur ini mempunyai julukan negara paling sepi di dunia. Negara ini memiliki wilayang yang cukup besar hingga seukuran dua kali kawasan Eropa Timur, namun wilayah yang luas ini tak ditinggali banyak orang. Kepadatan penduduk di wilayah ini hanya mencapai 1.7 jiwa tiap kilometer persegi, dimana artinya hanya dihuni 1 atau 2 orang saja setiap kilometer persegi wilayahnya. Uniknya, negara ini malah memiliki jumlah hewan ternak yang lebih banyak dibandingkan dengan penduduk yang tinggal. Hewan ternak yang paling banyak dipelihara diantaranya kuda, kambing, dan unta. Perbandingannya pun tak main-main, kuda di Mongol ini memiliki jumlah 13 kali lipat penduduknya, bahkan kambing memiliki perbandingan 35:1.

Tradisi Hidup Nomaden

Bukan hanya pada masa lalu saja, beberapa penduduk Mongol masih melakukan tradisi ini. Perpindahan atau nomadennya mereka yang menjadi tradisi adalah salah satu tindakan, dimana mereka tak mudah bertahan hidup di alam dengan cuaca yang ekstrim. Saat ini masih ada beberapa orang yang melakukan hal tersebut, meski perkembangan zaman sudah maju. Beberapa suku di negara yang pernah dipimpin Gengis Khan ini yang melakukan perpindahan akan membawa serta perlengkapan, hewan ternak hingga rumah sendiri.

Baca Juga: 10 Negara Paling Berbahaya di Dunia untuk Traveling Saat Ini!

Yurt atau Gert

Ciri khasnya penduduk yang nomaden, mengharuskan mereka memiliki sesuatu yang praktis dalam kehidupannya, agar tak perlu repot ketika akan berpindah ke lain tempat. Kepraktisan ini dapat dilihat juga dengan rumah yang turut dibawa serta ketika berpindah. Ger atau Yurt adalah nama dari rumah berbentuk tenda dengan rangka kayu dilapisi bulu kempa seperti kain kapas. Penduduk tidak akan merasa khawatir dengan cuaca ekstrim, karena rumah ini mampu menghangatkan meskipun dalam cuaca yang dingin sekalipun. Rumah ini mudah dibongkar pasang sehingga ringan untuk dibawa berpindah.

Mongolia, Land of Eternal Blue Sky

Land of Eternal Blue Sky Mongolia

Negara yang memiliki luas 1,564 juta kilometer persegi ini memang cukup terkenal juga dengan cuaca yang ekstrem. Negara ini berada diantara dua iklim yaitu iklim gurun pasir dan iklim kontinental. Uniknya, meskipun terjadi musim dingin yang lebih lama dibandingkan musim panas, penduduknya dapat tetap melihat pemandangan langit yang cantik dengan warna langit birunya yang cerah hampir sepanjang tahun atau kurang lebih 260 hari. Langit biru cerah tak selamanya identik dengan cuaca yang hangat, nampaknya negara ini memiliki keunikan sendiri hingga dijuluki Land of Eternal Blue Sky atau Country of Blue Sky yang berarti negara biru langit.

Ibukota Terdingin di Dunia

Tekanan udara yang tinggi, wilayah yang tak berbatasan dengan laut, berada di dataran tinggi, serta garis lintang yang sama tingginya membuat Ulaanbaatar, Ibukota negara yang berloaksi di Asia Timur ini, dinobatkan sebagai ibukota negara terdingin di dunia. Penduduk yang tinggal di ibukota harus beradaptasi dengan kondisi dingin saat aktivitas perkotaan yang terbilang cukup sibuk. Suhu musim dingin kota ini bahkan dapat mencapai minus 30 derajat celcius, sampai dapat membekukan susu dalam kardus, Dengan suhu udara rata-rata mencapai -1 derajat celcius ini, masyarakat di ibukota dapat membuat baju atau jaket yang menghangatkan tubuh dengan ukuran yang cukup tebal.

Baca Juga: Negara Monaco Surga Para Pecinta Pesta

Penunggang Kuda Terbaik Penemu Es Krim

Bernyanyi sambil berkuda sangat populer di kalangan bangsa Mongol. Penunggang kuda menggunakan teknik “Nyanyian Tenggorokan” atau dikenal juga dengan “Nyanyian Khoomi” yang menggunakan tenggorokan dan hidungnya untuk menghasilkan dua suara berbeda pada waktu yang bersamaan. Menunggang kuda memang merupakan bagian mendasar dari budaya nomaden masyarakat di Mongol ini, hingga dikenal dengan istilah “Seorang Mongol tanpa kuda, seperti burung tanpa sayap”. Populasi kuda yang lebih banyak dibandingkan penduduknya membuat negara ini dijuluki tanah kuda. Uniknya ada teori yang menyatakan bahwa penunggang kuda yang berasal dari negara ini merupakan penemu dan pencipta es krim. Mereka membawa krim dalam wadah yang terbuat dari usus binatang sebagai bekal dalam perjalanan melintasi gurun Gobi di musim dingin. Saat menunggangi kuda, krim tersebut akan mengikuti gerakan kuda sehingga terkocok terus menerus dengan suhu di bawah nol derajat. Hal tersebut membuat krim yang dibawa membeku. Ekspansi penduduk Mongol diiringi dengan tersebarnya es krim hingga China, dari sana lah Marco Polo membawa ide tersebut ke Italia.

Festival Naadam

Negara ini juga dikenal dengan festival Naadam yang memperlihatkan bagaimana pasukan Mongol berkuda dengan gagah. Festival ini diadakan setiap Juli di National Stadium, Ulaanbaatar. Tidak hanya berkuda, dalam festival ini juga menampilkan olahraga panahan dan gulat. Permainan dan pertunjukan tersebut dinamakan eriin gurvan naadam atau tiga permainan laki-laki, yakni memanah, berkuda, dan bergulat.

Gurun Gobi dan Panoramanya

Gurun Gobi merupakan gurun terluas kelima di dunia dengan keunikan panoramanya. Selain udara siang hari yang mencapai 35 derajat celcius dan malam hari mencapai minus 26 derajat celcius, Gurun Gobi memiliki keunikan dari sisi sosial budayanya. Menikmati mam di Erdene Camp dengan tenda khas negara yang memiliki mata uang resmi Tugrik iniakan membuat pengalaman yang tidak akan terlupakan. Panorama langit malam di atas gurun dengan taburan bintang-bintang bak lampu yang menyinari malam akan tampil dengan sempurna di langit. 

Comments are closed.