Fenomena Alam: Hujan Meteor dan Gerhana di Indonesia

Berita

Fenomena alam selalu bisa mencuri perhatian setiap orang. Apa saja yang telah terjadi sepanjang tahun ini?

Sederet kejadian luar biasa terjadi di sepanjang tahun, beberapa di antaranya merupakan fenomena alam. Fenomena ini bukanlah perbuatan manusia seutuhnya. Namun, tak jarang beberapa di antaranya dapat juga berpengaruh pada kegiatan dan kehidupan manusia.

Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini selalu mencuri perhatian manusia. Hal-hal yang biasa terjadi, seperti hujan, angin besar, bahkan gunung meletus, memang dapat memberikan dampak negatif yang serius. Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, hal-hal tersebut dapat diminimalisir. Tentu saja, manusia juga harus lebih mawas diri dan terus bekerja sama dalam menjaga ekosistem. Agar dampak yang ditimbulkan tak terlalu fatal.

Fenomena Alam Gerhana dan Rahasia di Baliknya

Gerhana merupakan salah satu fenomena alam langka, yang tak dapat terjadi setiap waktu. Fenomena alam satu ini hanya menyambangi langit di waktu-waktu tertentu. Maka, tak heran jika kejadian ini selalu menarik perhatian masyarakat, terutama para ilmuan pegiat antariksa.

Ada banyak mitos yang timbul di balik kejadian gerhana. Paling umum dan banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah munculnya gerhana akibat bulan yang ditelan oleh raksasa. Sehingga, beberapa orang, seperti ibu hamil dan menyusui wajib melindungi diri mereka dari petaka dengan berbagai ritual sebagai penolak bala.

Namun, Sebetulnya, Apa yang Terjadi Saat Fenomena Alam Gerhana?

Ada dua jenis gerhana yang umum diketahui, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Secara teknis, kejadiannya hampir sama, hanya subjek dan objeknya saja yang berbeda.

Gerhana matahari terjadi ketika bumi, bulan, dan matahari berada di satu garis lurus. Sehingga, ada sebagian atau seluruh bagian bumi yang tak mendapatkan sinar matahari. Ketika gerhana matahari total terjadi, bumi secara keseluruhan akan gelap saat siang hari. Namun, jika yang terjadi hanya sebagian atau banyak pula disebut sebagai gerhana matahari parsial, maka hanya sekelumit sisi bumi yang tak mendapatkan sinar matahari.

Gerhana Matahari Selama 2019

Sepanjang 2019 ini, setidaknya terjadi tiga gerhana matahari dengan jenis yang berbeda-beda. Ini merupakan fenomena alam langka, yang sangat ditunggu-tunggu oleh para astronom. Bagaimana tidak, kejadian ini belum tentu akan berulang di beberapa tahun berikutnya.

Gerhana matahari yang paling pertama terjadi adalah saat awal tahun, tepatnya pada minggu ketiga. Saat ini terjadi gerhana matahari sebagian, dan sayangnya Indonesia tak mengalami fenomena langit ini.

Beberapa wilayah yang dilewati gerhana matahari kala itu adalah sebagian wilayah Asia Timur dan Pasifik Utara. Saat itu yang terjadi, sinar matahari yang biasanya terang dan menyengat, sedikit meredup seolah mendung.

Fenomena alam yang paling ditunggu adalah gerhana matahari total, yang konon akan terjadi pada tanggal 2 Juli 2019. Fenomena alam ini sekaligus akan dijadikan perayaan uji coba teori relativitas oleh Einstein pada satu abad lalu. Jadi, tak heran jika ini merupakan saat yang paling dinantikan oleh beberapa kalangan ilmuan.

Dan kabar buruknya, gerhana matahari total tersebut tak menghampiri wilayah Indonesia. Namun, akan terjadi di kawasan Chile dan Argentina. Serta sebagian Lautan Pasifik.

Namun, Indonesia masih memiliki kesempatan menikmati fenomena alam langka berupa gerhana matahari, yakni pada akhir tahun. Menurut pengamatan para astronom, gerhana matahari cincin akan hadir, dan menghampiri Indonesia, khususnya pada wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dikutip dari Wikipedia, gerhana matahari cincin terjadi apabila piringan bulan hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Fenomena ini dapat terjadi jika piringan bulan memiliki ukuran yang lebih kecil daripada matahari.

Gerhana matahari termasuk fenomena langit yang sangat menarik dan sangat ditunggu-tunggu, karena saat ini terjadi, Anda akan dapat melihat adanya sinar yang melingkari matahari, seperti cincin.

Gerhana Bulan Sepanjang 2019

Tak hanya gerhana matahari saja, sepanjang 2019 juga akan ada gerhana bulan. Salah satu yang paling istimewa adalah gerhana bulan darah serigala atau yang juga disebut dengan superblood wolf moon. Mengapa dinamakan demikian?

Gerhana bulan total jenis ini terjadi ketika matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus. Sehingga, bulan dan bumi berada pada jarak yang sangat dekat. Bulan akan terlihat sangat besar dan warnanya yang merah menyala, sehingga disebut dengan superblood. Fenomena alam langka ini menghiasi langit Eropa pada awal 2019.

Selain gerhana bulan dan matahari, langit sepanjang 2019 juga dihiasi dengan fenomena alam supermoon. Beberapa di antaranya dapat disaksikan di langit Indonesia. Pada fenomena ini, bula berada di jarak terdekatnya dengan bumi. Sehingga, bulan tampak bulat sempurna dan seperti lebih besar dari biasanya.

Sederet Hujan Meteor yang Terjadi Sepanjang 2019

Fenomena alam lain yang juga turut meramaikan langit 2019 adalah hujan meteor. Suatu kejadian alam yang sesungguhnya terjadi setiap hari di antariksa. Namun, karena bumi ini berputar, maka tak setiap waktu masyarakat Indonesia dapat menikmati pemandangan indah di langit, yang dipercaya sebagai bintang jatuh ini.

Ya, setidaknya, di sepanjang 2019 ini, langit akan turut dihiasi dengan tiga fenomena hujan meteor. Yakni hujan meteor perseid yang datang dari rasi bintang perseus. Warnanya yang cerah menyala, sehingga dapat dilihat tanpa bantuan teleskop. Konon, hujan meteor ini akan terjadi pada 13 Agustus 2019.

Pada 21 Oktober 2019 akan menjadi puncaknya hujan meteor orionid, yang berasal dari rasi bintang orion. Fenomena alam ini terbilang langka, karena hanya akan terjadi setiap 75 tahun sekali, sebagai bentuk remahan dari komet halley.

Ada juga hujan meteor geminid, yang datang dari rasi bintang Gemini. Diperkirakan akan hadir pada pertengahan Desember 2019, dapat pula dinikmati dengan mata telanjang. Namun, hujan meteor ini jatuh pada dini hari, dengan karakter warna putih terang yang tebal dan sangat cepat.

Berbagai fenomena alam selama 2019 ini ada yang memang biasa terjadi setiap tahun, namun ada pula yang hanya terjadi dalam periode tertentu. Tak heran, jika kehadirannya selalu disambut antusias, baik oleh warga bumi pada umumnya dan khususnya para astronom.

Comments are closed.