Mengingat 10 Konvensi Hak Anak pada Peringatan Hari Anak Internasional

Berita

Hari Anak Internasional diperingati sebagai salah satu upaya penegakkan hak-hak anak di seluruh dunia yang wajib diperjuangkan demi masa depan yang cemerlang.

Memenuhi kebutuhan anak-anak sebagai upaya menyelamatkan masa depannya bukan hanya merupakan tugas sebagai orang tua saja, tetapi hal tersebut haruslah menjadi perhatian bagi banyak orang juga. Sebab, berbagai kejadian yang dialami anak-anak sekarang ini semakin kompleks. Beberapa kejadian yang merugikan bahkan bisa terjadi di dalam lingkungan terkecilnya yaitu keluarga. Oleh karena itu, PBB menetapkan peringatan Hari Anak Internasional sebagai bentuk upaya memerangi kerugian moral terhadap anak-anak.

Baca juga:  Hari Lansia Nasional, Bentuk Dukungan Kepedulian Sosial     

Ada berbagai macam acara yang dipersiapkan oleh setiap negara dalam memperingati Peringatan International Children’s Day. Perayaannya merupakan salah satu bentuk dukungan dalam upaya mengingatkan masyarakat untuk bisa terus memenuhi hak-hak anak sebagai mana mestinya. Meniadakan kekerasan dan penyelewengan terhadap anak-anak di seluruh dunia dengan tanggap terhadap kejadian-kejadian yang merugikan masa depan anak-anak. Berikut hal-hal yang penting untuk Anda ketahui tentang International Children’s Day.

Sejarah Hari Anak Internasional

mengenal hari anak internasional

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merekomendasikan agar semua negara harus memberikan perayaan tahunan sejak tahun 1956 yang dikenal sebagai Hari Anak Internasional atau Hari Anak Internasional pada tanggal 14 Desember 1954. Sejarah Hari Anak Internasional tersebut dimulai tahun 1946, saat Majelis Umum PBB membentuk UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) yang bertugas menyediakan bantuan darurat berupa makanan dan perawatan kesehatan bagi anak-anak korban Perang Dunia II.

Dengan adanya hal ini, tugas UNICEF pun bertambah. UNICEF tidak hanya memberikan bantuan makanan dan kesehatan, tetapi juga menyelamatkan kehidupan anak-anak; memberikan perlindungan yang layak, membela hak-hak mereka, dan menyelenggarakan pendidikan untuk membantu mengasah serta mewujudkan potensi dari mulai masa kanak-kanak hingga remaja. Akhirnya, sejak tahun 1953 UNICEF pun dijadikan sebagai badan tetap PBB dengan sedikit perbedaan nama menjadi United Nations Children’s Fund.

International Children’s Day ini diperingati untuk mendorong persaudaraan dan pemahaman antara anak-anak di seluruh dunia dan memajukan kesejahteraan anak-anak. PBB menyarankan agar masing-masing negara memilih tanggal yang tepat dan sesuai untuk kesempatan ini. Banyak negara menghormati usulan ini dan Hari Anak Internasional telah dirayakan setiap tanggal 20 November setiap tahunnya. Namun, terdapat beberapa negara, seperti Australia dan India, yang memilih berbagai tanggal berbeda sepanjang tahun untuk merayakan hari ini.

Setelah penentuan International Children’s Day, aktivitas yang berfokus pada anak dilanjutkan dengan Deklarasi Hak Anak (Declaration of the Rights of the Child) pada tanggal 20 November 1959. Deklarasi tersebut menghasilkan 10 prinsip perlindungan anak dan menegaskan tanggung jawab untuk melindungi anak mulai dari dalam kandungan hingga setelah dilahirkan.

Pada tanggal 20 November 1989, PBB menyampaikan Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) yang mengubah cara pandang dan perlakuan terhadap anak. Anak tidak hanya dipandang sebagai milik orang tua, tetapi memliki hak sebagaimana manusia lainnya. Anak-anak memiliki hak misalnya hak untuk hidup, sehat, berkeluarga, belajar, bermain, dilindungi dari eksploitasi, kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi.

Konvensi Hak-Hak Anak

Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa ialah sebuah konvensi internasional yang meregulasi hak anak-anak yang meliputi hak politik, sipil, sosial, ekonomi, dan kultural anak-anak. Negara-negara yang meratifikasi konvensi ini terikat untuk menjalankannya sesuai dengan hukum internasional. Pelaksanaan Konvensi Hak-Hak Anak ini diawasi oleh Komite Hak-Hak Anak PBB yang anggota-anggotanya terdiri dari berbagai negara di seluruh dunia. Setiap tahunnya, Komite ini memberikan laporan kepada Komite Ketiga Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mendengar pernyataan ketua Komite Hak-Hak Anak dan mengadopsi resolusi mengenai Hak-Hak Anak.

mengenal hari anak internasional

Pemerintah negara yang meratifikasi konvensi ini diharuskan untuk melaporkan dan hadir dihadapan Komite Hak-Hak Anak secara berkala untuk mengevaluasi pencapaian dalam mengimplementasikan Konvensi ini dan status hak-hak anak dalam negara tersebut. Laporan setiap negara tersebut beserta pandangan tertulis komite dapat diakses di situs web komite.

Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak-Hak ini dan terbuka untuk penandatanganan pada tanggal 20 November 1989 (pada peringatah 30 tahun Deklarasi Hak-Hak Asasi Anak). Kovensi tersebut berlaku pada 2 September 1990 setelah sejumlah negara yang meratifikasi mencapai syarat. Sebanyak 193 negara telah meratifikasinya sampai dengan Desember 2008, meliputi keseluruhan negara-negara anggota PBB, kecuali Amerika Serikat dan Somalia.

Baca juga: Hari Anak Nasional: Wujud Apresiasi untuk Anak Bangsa

Pada tanggal 25 Mei 2000, dua protokol tambahan juga diadopsi oleh konvensi ini. Protokol Tambahan tersebut mengenai Keterlibatan Anak-Anak dalam Konflik Senjata yang membatasi keterlibatan anak-anak dalam konflik-konflik militer dan Protokol Tambahan Konvensi Hak-Hak Anak mengenai Perdagangan Anak-Anak, Prostitusi Anak-Anak, dan Pornografi Anak-Anak melarang perdagangan, prostitusi, dan pornografi anak-anak. Kedua Protokol Tambahan tersebut telah diratifikasi oleh lebih dari 120 negara.

Konvensi Hak Anak ini secara umum mengartikan seorang anak sebagai orang yang berusia di bawah 18 tahun, kecuali jika sudah ditentukan oleh hukum negara yang bersangkutan. Berdasarkan Konvensi ini, ada sepuluh hak yang wajib diberikan orangtua untuk anak-anak yakni:

  • Hak anak untuk bermain
  • Hak anak untuk mendapatkan pendidikan
  • Hak anak untuk mendapatkan perlindungan
  • Hak anak untuk mendapatkan nama (identitas)
  • Hak anak untuk mendapat status kebangsaan
  • Hak anak untuk mendapatkan makanan
  • Hak anak untuk mendapatkan akses kesehatan
  • Hak anak untuk mendapatkan rekreasi
  • Hak anak untuk mendapatkan kesamaan
  • Hak anak untuk berperan dalam pembangunan

Fakta Menarik Hari Anak Internasional

Selain memiliki sejarah dalam penetapannya, Hari Anak juga memiliki beberapa fakta menarik untuk diketahui. Berikut beberapa diantaranya yang mungkin Anda belum ketahui:

Tanggal Hari Anak Tiap Negara Berbeda-beda

Tanggal perayaan International Children’s Day di setiap Negara memang berbeda-beda. Hal tersebut merupakan hasil resolusi dari Majelis Umum PBB 836 (IX) tanggal 14 Desember 1954 yang merekomendasikan setiap negara untuk menentukan tanggal peringatan International Children’s Day masing-masing.

Hari Anak Pertama: Juni 1856

Hari Anak dimulai pada hari Minggu kedua bulan Juni 1856 oleh Pendeta Dr. Charles Leonard, pendeta dari Universalist Church of The Redeemer di Chelsea, Massachusetts. Kala itu, sang pendeta mengadakan layanan khusus untuk anak-anak. Dr. Charles Leonard menyebutnya dengan Rose Day atau Hari Mawar lalu selanjutnya dinamai Flower Sunday atau Minggu Bunga lalu akhirnya berganti nama menjadi Children’s Day atau hari Anak.

Turki Jadi Negara Pertama yang Merayakan Hari Anak

Hari Anak pertama kali dinyatakan resmi sebagai hari libur nasional oleh Republik Turki pada tahun 1929 dengan menetapkan setiap 23 April sebagai perayaannya. Turki menjadi negara pertama yang merayakan Hari Anak.

Tanggal 1 Juni Adalah Hari Internasional Untuk Perlindungan Anak-anak

Sejak tahun 1950, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Internasional Untuk Perlindungan Anak-anak. Namun, banyak negara yang mengklaim tanggal 1 Juni sebagai Hari Anak juga.

Hari Anak Nasional Untuk Indonesia Adalah Tanggal 23 Juli

mengenal hari anak internasional

Sebagaimana ditetapkan secara resmi oleh Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 pada tanggal 19 Juli 1984, Indonesia menetapkan Hari Anak Nasional jatuh pada tanggal 23 Juli. Peringatan Hari Anak Nasional dapat berbeda-beda di berbagai negara, tetapi ada juga beberapa negara yang merayakan Hari Anak pada tanggal yang sama.

Hal ini didasari oleh nilai historis yang ada di negara-negara yang bersangkutan, kebijakan pemerintah, kebudayaan, dan sebagainya. Perbedaan tanggal peringatan Hari Anak kemudian mendorong PBB untuk menyatukan seluruh negara di dunia untuk memperingati Hari Anak setiap tanggal 20 November.

Baca juga: Hari Ibu, Wujud Nyata Emansipasi Wanita

Sebagai bentuk dukungan terhadap konvensi hak anak-anak di seluruh dunia, tak ada salahnya untuk bisa ikut berkontribusi dalam peringatannya. Sudahkah Anda ikut memperingati Hari Anak Sedunia ini?

Comments are closed.