Hari Anak Nasional: Wujud Apresiasi untuk Anak Bangsa

Berita

Selamat Hari Anak Nasional untuk semua anak bangsa di Indonesia. Jangan berhenti bermimpi karena mimpi adalah alasan mereka untuk terus belajar!

Hari Anak adalah salah satu perayaan yang bertujuan untuk menghormati hak-hak semua anak dengan diselenggarakan di seluruh dunia, tapi pada tanggal yang berbeda-beda. Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November. Sedangkan di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.

Hari Anak Nasional (HAN) di Indonesia diprakarsai oleh Presiden Soeharto. Peringatan Hari Anak Nasional ini merupakan wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dulu, Presiden Soeharto menilai anak-anak merupakan aset kemajuan bangsa. Oleh karena itu, ia menetapkan setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional melalui Keputusan Presiden RI No 44 tahun 1984. Menurut keputusan presiden tersebut, Hari Anak Nasional merupakan hari yang diperingati seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anak secara keseluruhan.

Ini sesuai dengan resolusi majelis umum PBB 836 (IX) pada tanggal 14 Desember 1954 yang memberikan rekomendasi kepada semua pemerintah negara untuk meresmikan Hari Anak pada tanggal yang sesuai dengan pertimbangan masing-masing negara.

Tak heran bila hari anak di seluruh dunia diperingati pada tanggal yang berbeda-beda. Contohnya, di Jepang, Hari Anak dirayakan pada tanggal 5 Mei untuk merayakan kebahagiaan semua anak. Awalnya disebut Tango no Sekku, salah satu dari lima upacara tahunan yang diadakan di istana kekaisaran dan ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah pada tahun 1948.

Hari Anak juga dinyatakan sebagai hari libur nasional oleh Republik Turki pada tahun 1920 dan diresmikan pada tanggal 23 April. Selain Hari Anak Nasional, juga terdapat peringatan Hari Anak Universal atau World’s Children Day yang jatuh setiap tanggal 20 November dan Hari Anak Internasional yang diperingati setiap 1 Juni.

Baca juga: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Anak

Berbeda dengan yang lain, di Inggris hari anak dirayakan setiap tanggal 12 Mei untuk mendorong anak-anak menghabiskan waktu di luar menjelajahi alam pada awal musim panas. Hari Anak Internasional pertama kali dirayakan pada 1857 pada hari Minggu kedua di bulan Juni.

Hari peringatan ini dibuat oleh seorang pendeta di Massachusetts, Amerika, yang mengadakan sebuah pelayanan khusus untuk anak-anak. Peringatan Hari Anak Internasional baru secara resmi diperingati mulai 1929 setelah diresmikan di Turki tanggal 23 April.

Pada 1950, peringatan Hari Anak Internasional ditetapkan setiap tanggal 1 Juni untuk melindungi anak-anak. Sementara itu, Hari Anak Universal diresmikan oleh PBB pada tanggal 20 November 1954. Setelah penetapan Hari Anak Universal, PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak pada  1959, yang dilanjutkan dengan mengadopsi Konvensi tentang Hak Anak pada 1989.

Tujuan perayaan kedua hari tersebut sebenarnya hampir sama, yaitu sebagai peringatan untuk anak-anak. Namun, Hari Anak Universal dibuat ntuk mengubah cara pandang dan cara masyarakat dalam memperlakukan anak-anak, juga untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak. Sementara itu, Hari Anak Internasional diperingati untuk melindungi hak-hak anak dan mengurangi angka anak-anak yang sudah bekerja.

Empat Aspek Kecerdasan Anak

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Presiden Soekarno bahwa anak-anak merupakan salah satu aset untuk kemajuan bangsa. Oleh karena itu, sebagai orangtua harus menjaga dan mengikuti setiap detik perkembangan anak. Salah satu aspek yang harus diperhatikan khusus adalah kecerdasan. Ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh para orangtua untuk menjaga dan mengembangkan kecerdasan anak. Berikut ini penjelasannya.

Kecerdasan Intelektual

Semua yang terlahir pasti memiliki otak yang tentunya dipergunakan untuk berpikir. Anak merupakan sesosok individu kecil yang perkembangan otaknya dialami pada masa golden periode (0-3 tahun). Kecerdasan intelektual anak dapat dilihat pada perkembangan bahasa dan pemecahan masalah.

Untuk meningkatkan kecerdasannya, anak perlu diberikan rangsangan. Rangsangan paling sederhana adalah berkomunikasi, tanyakan apa yang mereka alami dan rasakan hari ini. Anak ibu cerdas, hubungan pun makin erat. Asupan nutrisi juga tak kalah penting. Makanan mengandung omega-3 dan DHA tinggi seperti ikan salmon juga bisa membantu memaksimalkan perkembangan otak si kecil.

Baca juga: Jajanan Anak Sekolah: 5 Menu yang Sehat dan Lezat

Kecerdasan Emosional

Setelah kecerdasan intelektual para psikolog meyakini ada kecerdasan lain yang tak kalah penting juga, yaitu kecerdasan emosional. Anak yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi memiliki kepribadian yang disukai, lebih mudah bergaul dan lebih sehat jasmaninya berkat kemampuannya mengontrol emosi.

Kecerdasan Motorik

Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apa pun merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perlu diingat, perkembangan setiap anak tidak bisa sama, tergantung proses kematangan masing-masing anak.

Perkembangan fisik motorik pada anak dapat ditandai dari pertumbuhan fisiknya yang meliputi peningkatan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan tonus otot. Pertumbuhan fisik anak perlu dicermati. Sebab, kurang optimalnya pertumbuhan fisik dapat menjadi pertanda ada sesuatu pada diri anak.

Kecerdasan Komunikasi

Bermain merupakan alat komunikasi yang paling kuat untuk memberi kemampuan berbahasa pada anak. Melalui komunikasi inilah anak dapat memperluas kosa kata dan mengembangkan daya penerimaan juga daya ingatnya. Mengekspresikan kemampuan berbahasa mereka melalui interaksi dengan anak-anak lain dan orang dewasa pada situasi bermain spontan. Ada beberapa hal sederhana yang dapat meningkatkan kemampuan si kecil berkomunikasi, di antaranya:

Bertanya

Bertanya adalah sebuah rangsangan yang baik bagi si kecil untuk belajar berkomunikasi. Hal ini akan membuatnya belajar bercerita, serta mengungkapkan perasaannya.

Bercerita

Dengan Anda bercerita, maka Anda merangsang si kecil untuk memberikan tanggapan.

Meminta Pendapat

Selain memancing si kecil untuk berbicara, hal ini juga bertujuan untuk mengajarkan pola komunikasi yang baik dan ideal yaitu dua arah. Ia pun merasa dihargai karena Anda mau mendengarkan pendapatnya.

Selamat menikmati waktu berharga Anda bersama keluarga dan buah hati. Selamat Hari Anak Nasional untuk semua anak-anak di Indonesia. Berbahagialah terus!

 

Comments are closed.