Hari Difabel Internasional, Konvensi Hak dan Fakta Menariknya!

BeritaHealth

Lahir dari berbagai persoalan, Hari Difabel Internasional menjadi wadah tepat bagi masyarakat untuk ikut menyalurkan dukungan positif meningkatkan martabat dan hak penyandang difabel.

Hari Difabel Internasional adalah peringatan internasional mengenai penyandang Difabel yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 1992 yang dan diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Peringatan Hari Difabel Internasional ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang difabel dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang  difabel.

Baca juga: Berprestasi Meski Dalam Keterbatasan

Indonesia telah meratifikasi Konvensi mengenai Hak Penyandang Difabel (Convention on the Rights of Persons with Disabilities/UN CRPD) pada tahun 2011 melalui UU Nomor 19 Tahun 2011. Perjanjian ini telah membantu menyebarkan pandangan bahwa penyandang Difabel adalah anggota masyarakat yang setara dengan anggota lainnya. Adapun berikut informasi tentang konvensi hak-hak difabel serta fakta menarik tentang perayaan Hari Difabel Internasional.

Konvensi Hak-hak Penyandang Difabel

berikut merangkum beberapa hak-hak penyandang difabel yang harus dipenuhi oleh Negara seperti dikutip dari Konvensi Hak-Hak Penyandang Difabel yang dirancang PBB, yaitu:

Persamaan dan Nondiskriminasi

Setiap penyandang difabel berhak untuk mendapatkan kesempatan yang sama atau kesetaraan dengan seluruh umat manusia di hadapan dan di bawah hukum, mereka berhak untuk mendapatkan perlindungan dan manfaat hukum yang setara.

merayakan hari difabel internasional

Beberapa Negara mengakui bahwa penyandang difabel perempuan dan anak perempuan adalah rentan terhadap diskriminasi ganda. Diskriminasi adalah perlakuan yang tidak adil dan tidak seimbang yang dilakukan untuk membedakan terhadap perorangan atau kelompok.

Maka setiap Negara harus melarang semua diskriminasi difabel yang didasari oleh alasan apapun, serta menjamin penyandang difabel memiliki hak dan perlindungan hukum yang setara.

Aksesibilitas

Aksesibilitas adalah kemudahan yang disediakan oleh Negara bagi semua orang termasuk penyandang difabel guna mewujudkan kesamaan dan kesempatan yang setara terhadap fasilitas dan layanan lainnya yang terbuka atau tersedia untuk publik. Setiap penyandang difabel berhak untuk memiliki hak aksesibilitas agar penyandang difabel mampu hidup secara mandiri dan berpartisipasi secara penuh dalam semua aspek kehidupan. Tidak dipenuhinya akses ruang publik bagi penyandang difabel sama halnya dengan memenjarakan mereka, mengasingkan mereka, dan menutup hak-hak mereka untuk hidup sejahtera.

Maka diperlukan sarana dan upaya yang memadai, terpadu atau inklusif dan berkesinambungan yang pada akhirnya dapat mencapai kemandirian dan kesejahteraan penyandang difabel, dengan mengembangkan, menyebarluaskan, dan memantau pelaksanaan, minimum adanya panduan untuk aksesibilitas terhadap fasilitas dan layanan publik.

Seperti menyediakan bentuk-bentuk bantuan langsung ataupun perantara misalnya, Negara memberikan fasilitas pemandu, pembaca, penerjemah bahasa isyarat profesional, tempat duduk prioritas, dan lainnya untuk memfasilitasi aksesibilitas terhadap gedung, jalan, sarana transportasi, Informasi, komunikasi, sekolah, tempat kerja, fasilitas medis dan layanan lainnya.

Baca juga: Mempersiapkan Dana untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Hak untuk Hidup

Setiap warga Negara termasuk penyandang difabel berhak memiliki kesempatan yang sama untuk hidup. Hak untuk hidup adalah suatu prinsip moral yang didasarkan pada keyakinan bahwa seorang manusia memiliki hak untuk hidup dan terutama tidak seharusnya dibunuh oleh manusia lainnya.

Beberapa Negara menegaskan kembali bahwa setiap manusia memiliki hak yang melekat untuk hidup dan wajib mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menjamin pemenuhan secara efektif oleh penyandang difabel atas dasar kesetaraan dengan yang lainnya.

Penyandang difabel memiliki enam hak hidup yang harus dipenuhi oleh Negara meliputi, atas penghormatan integritas, tidak dirampas nyawanya, mendapatkan perawatan dan pengasuhan yang menjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari penelantaran, pemasungan, pengurungan, dan pengucilan, bebas dari ancaman dan berbagai bentuk eksploitasi, dan bebas dari penyiksaan, perlakuan dan penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia.

Peningkatan Kesadaran

merayakan hari difabel internasional

Difabel masih dipandang sebelah mata di Indonesia. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan sosialisasi terhadap kesadaran Difabel dimasyarakat bahkan di instansi pemerintahan.

Sehingga timbullah masalah terhadap para penyandang difabel. Seperti kasus-kasus difabel yang sering di jumpai sekarang ini misalnya, sulitnya difabel dalam aksesbilitas penerimaan pekerjaan, pendidikan, bahkan fasilitas umum di masyarakat.

Negara harus memberikan hak peningkatan kesadaran kepada masyarakat untuk penyandang difabel, seperti menerapkan kebijakan-kebijakan yang efektif dan sesuai dimasyarakat. Misalnya memajukan program pelatihan peningkatan kesadaran mengenai penyandang difabel dan hak-hak penyandang difabel.

Peningkatan kesadaran terhadap difabel ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat, termasuk pada tingkat keluarga, mengenai penyandang difabel, dan untuk memelihara penghormatan atas hak-hak dan martabat para penyandang difabel.

Kebebasan dari Eksploitasi, Kekerasan, dan Pelecehan

Setiap penyandang difabel berhak untuk mendapatkan kebebasan dari adanya eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan. Ini berarti bahwa orang dengan kecacatan atau difabel harus dilindungi oleh hukum, dan dapat menggunakan hukum dan berpartisipasi dalam semua tahap proses dan prosedur pada hukum dasar kesetaraan dengan orang lain dalam masyarakat.

Negara juga harus mencegah semua bentuk eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan dengan menjamin bantuan dan dukungan yang diberikan oleh keluarga dengan perawatan yang sensitif terhadap gender dan usia. Menyediakan informasi dan pendidikan tentang bagaimana mencegah, mengenali dan melaporkan kasus-kasus eksploitasi, kekerasan dan pelecehan.

Konvensi ini memberikan sebuah penekanan bahwa Negara harus mengambil langkah positif agar hak Kebebasan dari eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan para penyandang difabel dapat dipenuhi. Negara harus menerapkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang efektif, termasuk kebijakan dan perundang-undangan yang terfokus pada perempuan dan anak, untuk menjamin bahwa kasus-kasus eksploitasi, kekerasan dan pelecehan terhadap penyandang Difabel diidentifikasi, diselidiki, dan dihukum apabila dipenuhi syarat.

Fakta Menarik Hari Difabel

Berikut 4 hal tentang Peringatan Hari Difabel Dunia yang perlu Anda ketahui:

Diperingati Selama 27 Tahun

Peringatan Hari Difabel Sedunia rutin dirayakan setiap tahunnya sejak tahun 1992. Peringatan tanggal 3 desember ini awal mulanya digagas oleh organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Kartu Indonesia Pintar, Manfaat dan Cara Menggunakannya

Memiliki Tujuan Mulia

Peringatan tahunan ini memiliki tujuan yang mulia, yaitu untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang difabel dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang Difabel.

Selain itu, konvensi PBB tentang hak penyandang difabel, yang juga telah diratifikasi pemerintah RI dengan UU No. 19/2011, mendorong pihak-pihak terkait agar penyandang difabel juga mendapatkan haknya untuk berpartisipasi penuh dalam kegiatan di masyarakat.

Istilah Difabel Lebih Sering Digunakan di Internasional

Istilah penyandang difabel muncul menjelang ratifikasi Konvensi PBB Mengenai Hak-Hak Penyandang Difabel (UN Convention on The rights of Person with Disability). Berasal dari serapan kata Person with Disability (PWD), maka digunakanlah kata Penyandang difabel untuk menggantikan kata penyandang cacat yang secara resmi ada di UU no 19 tahun 2011.

Tersedia Fasilitas Penyandang Difabel

merayakan hari difabel internasional

Di Indonesia, sebenarnya sudah ada fasilitas yang mendukung mobilitas penyandang difabel. Seperti di jalan trotoar, ada tiga fasilitas yang dapat dimanfaatkan penyandang difabel.

Pertama adalah Ramp. Fasilitas ini berfungsi sebagai pengganti tangga yang biasanya digunakan lansia atau penyandang Difabel untuk naik ke tempat yang lebih tinggi atau saat akan naik ke transportasi umum seperti kereta dan bus.

Kedua, Portal S yang berfungsi melindungi pegguna kursi roda. Sesuai namanya, bentuk portal dirancang seperti huruf S yang terbuat dari bahan stainless dan terletak di ujung-ujung trotoar.

Ketiga, guiding block. Fasilitas ini berfungsi sebagai jalur penuntun dan petunjuk bagi penyandang Difabel khususnya tunanetra, dengan menggunakan ubin berwarna kuning dengan garis lurus dan bertekstur bulat.

Keterlibatan Anda ikut serta menyemarakan Hari Difabel bisa menjadi salah satu dukungan Anda untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sekitar Anda untuk bisa lebih suportif terhadap penyandang difabel.

Comments are closed.