Hari Lansia Nasional, Bentuk Dukungan Kepedulian Sosial

Berita

Semakin bertambah usia, semakin banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan fisik dan juga psikis. Hari Lansia Nasional diperingati sebagai bentuk dukungan sosial bagi lansia.

Hampir setiap orang pasti akan mengalami fase sebagai manusia, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Khususnya pada lansia, kita tahu bahwa pada usia tersebut tubuh kita sudah tidak lagi prima bahkan banyak mengalami penurunan.

Bahkan, tak hanya fisik, secara mental, lansia pun sejatinya tidak lagi stabil bahkan cenderung kembali ke anak-anak. Hal inilah yang membuat lansia perlu perhatian lebih dari orang yang lebih muda, khususnya oleh saudara dan anaknya sendiri. Tak heran pada akhirnya Hari Lansia Nasional pun lahir di Indonesia.

Sejatinya, hari tersebut dirayakan sebagai dukungan para lansia agar tetap dapat menikmati usia senjanya dengan bahagia dan penuh suka cita.

Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda: Ini Isi dan Maknanya!

Sejarah Lahirnya Hari Lansia Nasional

Sejarah Lahirnya Hari Lansia

Di Indonesia, setiap tanggal 29 Mei sejak 21 tahun lalu telah ditetapkan sebagai hari khusus bagi para orang lanjut usia (lansia), tanggal itu dinamai Hari Lanjut Usia Nasional.  Namun demikian, pencanangan momen ini tidak begitu populer seperti peringatan hari nasional lainnya.

Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang telah berusia lebih dari 60 tahun. Sebagai wujud dari penghargaan terhadap orang lanjut usia, pemerintah membentuk Komnas Lansia (Komisi Nasional Perlindungan Penduduk Lanjut Usia), dan merancang Rencana Aksi Nasional Lanjut Usia di bawah koordinasi kantor Menko Kesra.

Komnas Lansia dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 52 tahun 2004 dan bertugas sebagai koordinator usaha peningkatan kesejahteraan sosial orang lanjut usia di Indonesia. Hari Lanjut Usia Nasional awalnya ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 29 Mei 1996 di Semarang, Jawa Tengah.

Ketika itu, pencanangan ini dimaksudkan untuk menghormati jasa Dr. KRT Radjiman Wediodiningrat yang masih memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dalam usia lanjut.

Di kacamata internasional, hari khusus bagi para lansia ini juga telah ditetapkan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa setiap tanggal 1 Oktober. Pencanangan itu merujuk pada resolusi Nomor 45/106 Tanggal 14 Desember 1990 Sidang Umum PBB yang merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on Aging (Vienna Plan) yang diputuskan di Wina tahun 1982.

Di berbagai wilayah, setiap peringatan Hari Lansia, Pemerintah daerah memperingatinya dengan kegiatan yang melibatkan orang lanjut usia, seperti acara senam bersama, berbagai perlombaan, dan penyerahan paket bantuan bagi orang lanjut usia. Selain itu, hari ini juga diperingati dengan mengadakan seminar dan diskusi.

Berdasarkan hasil Susenas tahun 2016, jumlah Lansia di Indonesia mencapai 22,4 juta jiwa atau 8,69% dari jumlah penduduk. Sementara menurut proyeksi BPS tahun 2015, pada tahun 2018 jumlah Lansia diperkirakan mencapai 9,3% atau 24,7 juta jiwa.

Dengan jumlah Lansia yang semakin besar, menjadi tantangan bagi kita semua agar dapat mempersiapkan Lansia yang sehat dan mandiri sehingga nantinya tidak menjadi beban bagi masyarakat maupun negara, dan justru menjadi asset sumber daya manusia yang potensial.

Baca Juga: Mengupas Sejarah Lahirnya Hari Aksara Internasional

Menurut Kemenkes RI, sampai tahun 2017 terdapat 14 rumah sakit rujukan Pemerintah di 12 provinsi yang telah memiliki pelayanan geriatri dengan tim terpadu. Demikian pula dengan Puskesmas, ada 3.645 Puskesmas (37%) yang telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang Santun Lansia, serta sudah mempunyai 80.353 Posyandu Lansia/Posbindu.

Jadi, dalam hal ini pemerintah juga turut andil dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Lansia. Sebagai bagian dari elemen masyarakat itu sendiri, kita wajib menyayangi dan menghormati lansia. Sebab, kemajuan suatu negara juga diukur dari indikator jumlah lansia yang sejahtera

Cara Membangun Pola Hidup Sehat Bagi Lansia

membangun pola hidup di hari lansia

Memasuki masa lansia, kondisi tubuh seseorang tentu sudah tak seprima dulu. Beragam perubahan mulai terlihat, seperti melemahnya daya tahan tubuh, kulit mengendur, warna rambut yang berubah kelabu, serta sering lupa.

Merujuk pada studi di West Virginia University pada 2017, orang-orang yang mendekati usia pensiun justru sering tidak mengikuti pedoman gaya hidup sehat yang dianjurkan American Heart Association. Banyak orang yang membuat perencanaan keuangan menjelang pensiun, tetapi jarang yang membuat perencanaan kesehatan saat pensiun. Berikut beberapa cara meningkatkan pola hidup sehat di masa-masa lansia.

Belilah Sepatu Olahraga

Dimulai dengan membeli sepatu olahraga, mungkin terdengar lucu, tapi hal itu bisa memotivasi di ri Anda untuk terpacu melakukan olahraga ringan. Seperti berjalan kaki selama 30 menit setidaknya bisa Anda lakukan selama tiga kali dalam seminggu. Lalu tingkatkan jarak berjalan Anda 10 persen setiap minggunya.

Latih Keseimbangan Anda

Cara terbaik untuk menghindari jatuh adalah melatih keseimbangan yang baik. Anda dapat berlatih keseimbangan dengan berdiri satu kaki dalam posisi mata tertutup selama setidaknya selama 30 detik.

Perbaiki Sarapan Anda

Berhenti makan roti gulung manis dengan kopi bergula. Pertimbangkan untuk mengganti sarapan Anda dengan pisang dan buah-buahan segar lain, susu almond, serta oat.

Kelola Stres dengan Bijak

Temukan cara untuk mengelola stres Anda yang tidak melibatkan makanan, alkohol, atau rokok. Ada banyak program meditasi yang dapat Anda unduh di ponsel Anda dan dengarkan bahkan selama 10 menit. Namun begitu, akan lebih baik jika Anda bisa menghindari stres.

Tantang Kecepatan Anda

olahraga di hari lansia

Orang di atas 60 tahun tidak perlu khawatir tentang olahraga yang melibatkan kecepatan dan intensitas karena sebenarnya mereka dapat melakukannya.

Kebanyakan lansia bahkan tidak berpikir tentang kecepatan agar tetap sehat. Padahal, para lansia perlu melakukan sesuatu untuk menantang kecepatan mereka, bukan hanya kekuatan. Misalnya, lansia dapat bermain tenis untuk melatih kecepatan. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin melakukan olahraga ini.

Percaya Diri

Terkadang para lansia harus menghadapi keraguan pada diri dan depresi setelah didera peristiwa tragis, seperti terkena sakit kronis atau ditinggal pasangan. Terapi dapat membantu Anda merasa lebih baik tentang diri sendiri. Orang pertama yang harus Anda percayai adalah diri Anda sendiri. Ingatlah, orang-orang suka berada di sekitar orang lain yang percaya diri.

Terlibat dalam Kegiatan

Terlibatlah dalam kegiatan yang punya arti bagi Anda. Misalnya, Anda dapat terlibat aktif dalam kegiatan yang Anda senangi, seperti kerohanian dan kegiatan sosial. Atau, bergabunglah dalam kegiatan yang berhubungan dengan hobi Anda, seperti komunitas pencinta burung atau komunitas tanaman hias. Selain bisa meredakan stres, pergaulan Anda juga semakin luas.

Baca Juga: Hari Guru, Penghargaan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Itu adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan agar lebih sehat, baik secara fisik maupun mental, saat masa lansia. Selain hal-hal di atas, cukupilah kebutuhan nutrisi harian Anda dengan makanan bergizi seimbang dan konsumsi air yang lebih banyak. Jangan ragu pula untuk berkonsultasi ke dokter sebelum melakukan aktivitas fisik atau olahraga agar kesehatan Anda dapat terpantau.

Bukan hanya himbauan pola hidup sehat untuk para lansia, kita sebagai insan muda juga bisa turut membantu dan menghargai keberadaan para lansia, salah satunya dengan ikut memperingati Hari Lansia Nasional. Dengan begitu, para lansia tak akan pernah merasa terabaikan.

Comments are closed.