Melihat Kembali Sejarah dan Fakta Hari PBB

Berita

PBB merupakan lembaga penting yang menaungi kepentingan Negara di dunia. Karenanya, Hari PBB diperingati sebagai ajang ekshibisi pencapaian PBB setiap tahunnya.

PBB merupakan lembaga yang didirikan pada 24 Oktober 1945 di San Fransisco. Sidang umum yang pertama dihadiri 51 negara. Sejak didirikannya, sedikitnya sudah 191 negara yang menjadi anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing, kecuali Vatikan Suci dan Republik China atau Taiwan.

Hari Perserikatan Bangsa-bangsa diperingati setiap tanggal 24 Oktober untuk memperingati Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peringatan ini dideklarasikan pada tahun 1947 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Hari PBB sendiri dirayakan untuk memberitahukan kepada masyarakat mengenai tujuan dan pencapaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pemberitahuan ini dimaksudkan agar masyarakat dunia tahu PBB merupakan sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Tidak hanya sampai di situ, masyarakat juga perlu tahu bahwa PBB dibentuk untuk memfalisitasi persoalan hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial.

Baca Juga: 10 Negara yang Tidak Pernah Dijajah Negara Lain

Perserikatan Bangsa-Bangsa secara tradisional dirayakan di seluruh dunia dengan berbagai pertemuan, diskusi, dan ekshibisi mengenai pencapaian dan tujuan dari PBB. Pada tahun 1971, Majelis Umum merekomendasikan negara-negara anggota untuk menjadikan hari ini sebagai hari libur.

Beberapa sekolah internasional di seluruh dunia juga merayakan diversitas murid-muridnya dengan Hari PBB. Perayaan seringkali melibatkan pertunjukan budaya di malam hari dan food fair yang menyediakan makanan dari seluruh dunia.

Fakta Dibalik Perserikatan Bangsa-bangsa

fakta dibalik hari PBB

Keberadaan PBB, tentu membawa dampak positif bagi dunia. Perannya sebagai pemersatu membuat PBB menjadi lembaga penting dunia. Berikut fakta-fakta dibalik PBB yang mungkin Anda belum ketahui.

Sebelumnya bernama LBB

Sebelum PBB diresmikan, dunia dulunya memiliki organisasi yang sama bernama Liga Bangsa-Bangsa.  Hanya saja yang membedakan, landasan berdirinya LBB ini secara keseluruhan lebih dipengaruhi oleh paham liberal dan skeptisme terhadap anggapan kaum neorealis yang memandang sebelah mata terhadap adanya kerjasama antar bangsa.

Lalu tidak seperti PBB dimana semua negara bisa menjadi anggota tetap organisasi tersebut, LBB justru bersifat kebalikannya yakni hanya negara-negara kuat yang diperbolehkan bergabung.

Membawahi 4 organisasi khusus

PBB memiliki beberapa organisasi yang sengaja dibentuk sendiri untuk mengurus hal-hal khusus, di antaranya ialah:

  • World Bank Group (WBG)

Memberi pinjaman kepada negara-negara berkembang.

  • World Health Organization (WHO)

Membasmi penyakit, terutama yang berbahaya dan menular.

  • Food and Agriculture Organization (FAO)

Mengatasi masalah kelaparan di seluruh dunia.

  • United Nation Education, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO)

Meningkatkan kualitas pendidikan, memelihara warisan budaya, dan menjaga HAM.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Negara Skandinavia yang Patut Dicontoh

Sekjen PBB Tidak Ada yang Berasal dari Australia

Sekertaris Jenderal PBB bisa dibilang merupakan salah satu peran terpenting dari organisasi ini. Sebagai kepala administratif PBB, tugasnya tentu tidak mudah, salah satu tanggung jawabnya adalah melaporkan setiap perkembangan situasi dunia yang menurut penilaiannya membahayakan perdamaian dan keamanan di dunia.

Masa Jabatan Sekretaris Jenderal PBB adalah 5 tahun yang diangkat oleh Sidang Umum PBB berdasarkan rekomendasi dari Dewan Keamanan PBB. Uniknya, dari 9 orang Sekjen PBB yang pernah menjabat, belum ada satupun yang berasal dari benua Australia.

Memperingati hari PBB

Setidaknya ada enam Sekjen yang berasal dari Eropa, dua dari Asia dan Afrika serta satu dari Amerika. Saat ini posisi tersebut diduduki oleh Antonio Guterres dari Portugal.

Indonesia Pernah Mengundurkan Diri dari PBB

Satu-satunya negara anggota yang pernah mengundurkan diri dari PBB adalah Indonesia. Indonesia sempat mengundurkan diri di tahun 1956 dan kembali menjadi anggota PBB 10 tahun setelahnya hingga sekarang.

Alasan pengunduran menurut Bung Karno, Presiden pertama Indonesia, kebijakan PBB terlalu banyak mengakomodasi kepentingan barat. Hal berbau imperialisme dan kolonialisme tersebut jelas kurang bisa diterima olehnya sebagai presiden Indonesia pada masa itu.

Memiliki Enam Bahasa Resmi

PBB ternyata memiliki enam bahasa resmi yang selalu digunakan. Keenam bahasa resmi itu adalah Inggris, Arab, Prancis, Rusia, Spanyol, dan Mandarin. Bukan sembarangan, dipilihnya enam bahasa resmi tersebut didasari oleh jumlah pengguna yang terbanyak di dunia.

Jika dijumlahkan penggunanya bisa menembus 3 miliar orang. Dalam setiap pertemuan, seorang delegasi boleh berbicara menggunakan bahasa resmi apa saja. Nantinya, apa yang ia bicarakan akan diterjemahkan ke dalam bahasa resmi lain.

Dokumen resmi PBB juga harus ditulis dalam enam bahasa ini. Apabila dokumen belum diterjemahkan ke dalam enam bahasa, maka dokumen itu tidak akan dipublikasikan.

Menolak Pernyataan AS Mengenai Ibu Kota Israel

Dunia sempat dihebohkan oleh Donald Trump, selaku Presiden Amerika Serikat yang saat itu dengan lantang mengklaim Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan sepihak tersebut sontak menuai kontra besar-besaran, tak terkecuali dari PBB.

Sebagian besar negara anggota PBB membatalkan pernyataan tersebut. Karena berdasarkan resolusi PBB dari tahun 1980, status kota Yerussalem hingga detik ini belum berhak dimiliki negara manapun.

bendera berkibar di hari pbb

Negara Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB

Anggota tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) terdiri dari lima negara yaitu Rusia, China, Amerika serikat, Inggris, dan Prancis. Kelima negara tersebut diketahui memiliki senjata nuklir mematikan. Bahkan Amerika Serikat dan tentara sekutu juga menggunakan senjata nuklirnya itu untuk memenangkan Perang Dunia II.

Baca Juga: 10 Bahasa di Dunia yang Paling Sering Digunakan

Pejuang Perdamaian Negara, Mulai dari El Savador Sampai Korea Selatan

Tugas utama PBB sebagai pemersatu bangsa-bangsa seluruh dunia adalah menjamin perdamaian. Sayangnya, perdamaian yang dijamin oleh PBB adalah perdamaian yang ada di negara-negara yang tergabung sebagai anggota saja. Ini karena keputusan suatu negara untuk bergabung atau tidak dengan PBB merupakan hak masing-masing setiap negara.

Belum Ada Wanita yang Menempati Jajaran Atas PBB

Semenjak berdiri, PBB belum pernah mengangkat wanita sebagai dewan teratasnya. Namun dengan lepasnya jabatan Ban Ki-moon tahun depan, beberapa wanita telah ada dalam kandidat untuk menggantikannya. Ini juga menyesuaikan dengan salah satu isu sosial yang diangkat belakangan ini, yaitu women empowerment.

Fakta-fakta di atas diharapkan bisa membuka lebih luas cakrawala Anda tentang lembaga penting dunia yaitu PBB. Terlepas dari itu, segala bentuk dukungan kita kepada perdamaian dunia bisa kita curahkan, salah satunya dengan cara memperingati Hari PBB setiap tanggal 24 Oktober.

Comments are closed.