Hari Penerbangan Nasional, Awal Mula Lahirnya Industri Dirgantara RI

Berita

Menyusuri sejarah, Hari Penerbangan Nasional lahir bersamaan dengan terbentuknya AURI. Hal itu menjadi permulaan untuk mengembangkan sayap RI di bidang kedirgantaraan.

Mengenal sejarah menjadi sarana mengenal berbagai macam hal yang terjadi jauh sebelumnya, salah satu hal yang mungkin perlu Anda tahu yaitu sejarah kedirgantaraan di Indonesia. Dengan mengenal sejarahnya, Anda dapat menjadi bagian dari masyarakat yang peduli dan menghargai sejarah yang terjadi di Indonesia.

Ikut memperingati hari bersejarah di Indonesia salah satunya Hari Penerbangan Nasional juga bisa menjadi bukti dukungan Anda sebagai warga Negara yang baik. Berikut ulasan mengenai sejarahnya.

Sejarah Hari Penerbangan Nasional

Tepat pada 9 April 2016, merupakan hari istimewa bagi dunia dirgantara Indonesia, sebab pada tanggal tersebut merupakan hari kelahiran TNI AU sekaligus hari diperingatinya Hari Penerbangan Nasional.

Dimulai pada 70 tahun silam, kelahiran TNI AU yang bermula dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk pada 23 Agustus 1945, yang kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945. Pasukan udara ketika itu bernama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Baca Juga: Fakta Unik Pesawat Concorde

Tepat pada 23 Januari 1946, TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. Maka pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapus, lalu diganti dengan nama Angkatan Udara Republik Indonesia dan hari itu kini diperingati sebagai hari kelahiran TNI AU.

Sejarah perjuangan AU tidak melulu berwujud perjuangan fisik, tetapi juga memiliki peran dalam perjuangan diplomatis. Misalnya dalam menyiapkan angkutan pesawat perintis untuk mengangkut barang, pasukan, para diplomat, saudagar, hingga mengantar presiden keliling berbagai wilayah untuk integritas bangsa.

Dunia penerbangan lahir dari keberanian. Dari pengetahuan yang sama sekali nol tentang kedirgantaraan dengan hanya bermodal semangat dan kegembiraan setelah lepas dari belenggu penjajah, lalu AURI berkembang menjadi Angkatan Udara yang terkuat di Asia.

Pesawat Buatan Indonesia

Indonesia patut bangga, sebab memiliki industri pesawat terbang satu-satunya di kawasan Asia Tenggara, PT Dirgantara Indonesia namanya, sering pula disebut PT DI.

Perusahaan milik pemerintah RI ini, didirikan sejak 1976 dengan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Tak hanya pesawat, perusahaan ini juga memproduksi helikopter dan senjata. Yang membanggakan, PT DI menjadi sub-kontraktor bagi industri pesawat terbang besar dunia seperti Boeing, Airbus, General Dynamic dan Fokker.

Baca Juga: Zona Larangan Terbang di Berbagai Daerah di Dunia

Kerjasama inilah yang membuat Indonesia berkesempatan membuat berbagai jenis pesawat. Meski belum seluruh bagian digarap langsung oleh anak bangsa, pesawat buatan PT DI telah digunakan di berbagai belahan dunia. Mulai untuk kebutuhan komersil seperti angkutan penumpang, hingga urusan pertahanan negara seperti helikopter perang.

Untuk lebih mengetahui pesawat apa saja yang sudah berhasil dirakit oleh anak bangsa, berikut penjelasannya untuk Anda.

CN295

CN295 hari penerbangan nasional

Pesawat multiguna CN295 tidak diproduksi secara utuh di Indonesia. Pada 2011 PTDI membuat kontrak lisensi dengan Airbus Defense untuk memproduksi bagian buritan, termasuk sayap belakang. Selain itu PTDI juga mendapat lisensi untuk merakit CN295 di pabriknya di Bandung. Saat ini sembilan unit CN295 digunakan oleh TNI Angkatan Udara sebagai pesawat angkut.

CN235-220 MPA

CN235-220 adalah varian terbaru burung besi yang sepenuhnya diproduksi di dalam negeri. Pesawat multiguna bermesin ganda ini paling banyak digunakan oleh militer Turki yang memiliki 59 unit. Hingga kini CN235-220 masih menjadi primadona unggulan PTDI.

CN235 Komando Udara

Salah satu unit CN235 milik TNI saat ini digunakan sebagai pusat komando udara dan dilengkapi dengan sistem pendeteksi radar. Pesawat ini sempat digunakan untuk mencari bangkai pesawat Air Asia QZ8501 di langit Karimun Jawa pada 2014 silam. TNI juga menerjunkan CN235 untuk membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia.

H215 Super Puma

H215 Super Puma hari penerbangan nasional

Enam tahun setelah berdiri pada 1976, PTDI yang dulu bernama IPTN sudah mulai memproduksi helikopter multiguna Super Puma. Hingga kini H215 digemari karena desainnya yang fleksibel dan optimal untuk mengemban misi kemanusiaan.

NC212

Dikembangkan sejak 1971, NC212 adalah pesawat penumpang untuk keperluan sipil. Sejak 2008 silam Airbus memindahkan produksi NC212 sepenuhnya ke Indonesia. Baru-baru ini PTDI meluncurkan versi teranyar NC212-400 yang didesain oleh Airbus di Spanyol. PTDI hingga kini telah memproduksi 105 unit NC212 yang banyak dijual ke negara jiran di Asia Tenggara.

EC725 Super Cougar

EC725 alias H225M merupakan helikopter multiguna bermesin ganda untuk keperluan militer yang diproduksi secara berbarengan oleh Airbus dan PTDI. Kebanyakan EC725 digunakan sebagai helikopter angkut dan pernah diterjunkan di Afghanistan, Mali dan Libya. Belum lama ini TNI memesan lima unit EC725 dari PTDI.

CASA CN-235

CN235 awalnya dikembangkan sebagai pesawat patroli kelautan oleh CASA asal Spanyol dan IPTN yang kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia. Lantaran sifatnya yang praktis dan tahan banting, CN235 masih digunakan hingga kini. Belum lama ini pemerintah Perancis membeli lusinan CN235 setelah pengembangan pesawat angkut militer Airbus A400M mengalami keterlambatan.

BELL 412EP

BELL 412EP Hari Penerbangan Nasional

Helikopter yang diproduksi atas lisensi dari Bell Helikopter asal Amerika Serikat ini adalah salah satu produk unggulan PTDI. Tahun 2013 silam TNI menerima enam unit BELL 412EP. Sejak mendapat lisensi PTDI telah memproduksi 63 unit BELL 412EP, sebanyak 30 unit diantaranya dipesan oleh TNI dan Polri.

N219

Pesawat mini N219 didesain dan dikembangkan sepenuhnya oleh PTDI sebagai moda transportasi untuk kawasan pedalaman yang terpencil dan sulit dijangkau. PTDI mengklaim telah mendapat sekitar 200 pesanan dari berbagai maskapai nasional dan pemerintah daerah. Saat ini N219 masih berada dalam tahap akhir pengembangan dan dijadwalkan menjalani uji penerbangan pertama pada pertengahan 2017.

Baca Juga: Serba-serbi PPnBM yang Perlu Anda Ketahui

AS565 MBe

Capung besi bernama AS565 MBe ini diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia setelah mendapat lisensi dari Airbus Helicopter. Dilengkapi dengan mesin ganda, helikopter yang di Eropa bernama Panther ini juga digunakan oleh TNI dan Badan SAR Nasional. Panther sejatinya juga bisa digunakan dalam misi medis, perang dan anti kapal selam. (rzn/hp, Sumber: PTDI, Kompas, Airbus, Bell).

Berbagai macam pesawat yang dibuat oleh tangan anak bangsa menjadi bukti ranah dirgantara RI mengalaman kemajuan. Melihat itu, turut mengingat dan memperingati Hari Penerbangan Nasional menjadi salah satu andil yang bisa Anda lakukan.

Comments are closed.