Hipotermia: Ini Penyebab dan Gejalanya!

Berita

Musim dingin mulai datang, usahakan tubuh tetap dalam kondisi suhu yang normal. Jangan sampai Anda terserang Hipotermia. Karena penyakit ini ternyata berbahaya lho.

Perubahan suhu udara yang meningkat secara ekstrim membuat kekebalan tubuh seseorang menjadi melemah. Ketika normalnya suhu tubuh manusia adalah 37° Celsius kemudian berubah secara drastis karena disebabkan perubahan suhu udara yang semula normal atau panas menjadi sangat dingin, sehingga menyebabkan seseorang terserang Hipotermia. Lalu apa sih itu? Ia merupakan suatu keadaan dimana suhu tubuh manusia berada di bawah normal yaitu minus 35° Celsius sehingga menyebabkan kerja organ manusia seperti jantung, sistem saraf, dan organ lain tidak dapat berfungsi dengan baik.

Tubuh manusia ketika bersentuhan dengan udara dingin, maka panas tubuh pada manusia sebagian besar akan keluar sisanya dikeluarkan melalui paru-paru. Ketika di dalam air yang dingin terdapat kandungan udara yang dingin dan keadaan udara dingin, maka panas atau demam pada tubuh bisa langsung hilang 25 kali lebih cepat. Hal tersebut lebih cepat apabila dibandingkan dengan pada saat  tubuh terpapar suhu udara biasa. Efek yang dihasilkan pada daerah yang lembab atau bersalju akan lebih terasa dibandingkan dengan daerah atau lokasi yang hanya terkena angin biasa.

Pada kondisi normal, kerja jantung dan hati menghasilkan sebagian besar panas dari dalam tubuh. Namun berbeda halnya apabila terjadi penurunan inti dalam tubuh, maka dengan cepat kan terjadi gejala panas. Otak dapat terlindungi dengan adanya gejala panas pada tubuh. Apabila suhu tubuh yang dimiliki manusia menjadi rendah, maka aktivitas organ seperti otak, pernapasan serta detak jantung akan sedikit lebih melambat. Ketika seseorang mengalami serangan Hipotermia maka akan menyebabkan kelelahan dan merasakan kebingungan hingga menjadikan mereka mengalami kesulitan untuk membuat sebuah keputusan.

Baca juga: Penyakit di Musim Pancaroba yang Patut Diwaspadai!

Penyebab

penyebab hiportemia

Hipotermia disebabkan karena tubuh seseorang tidak dapat beradaptasi dan tidak kuat dengan keadaan suhu yang sangat dingin atau dapat dikatakan juga bahwa ketika panas yang dihasilkan dalam tubuh manusia tidak sebanyak dengan panas yang dikeluarkan. Beberapa kondisi yang memicu penyakit ini muncul adalah:

  • Terlalu lama berada di tempat yang dingin
  • Menggunakan pakaian yang tipis atau kurang tebal saat cuaca dingin
  • Menggunakan pakaian yang basah hingga waktu yang lama
  • Berada di dalam air terlalu lama, semisal penyelam yang terlalu asyik menyelam sehingga lupa waktu sampai akhirnya terserang penyakit ini

Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, namun yang sangat rentan terserang adalah bayi dan lansia. Berikut beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan serangan penyakit ini :

  • Kondisi tubuh kelelahan, ketika tubuh lelah daya tahan tubuh menjadi berkurang
  • Meminum alkohol
  • Mengkonsumsi obat-obatan diantaranya obat untuk depresi dan obat penenang
  • Mengalami gangguan mental, contohnya demensia
  • Mempunyai Penyakit parkinson, diabetes, stroke, radang sendi dan Hipotriodisme

Baca juga: Serba Serbi Batuk Pilek yang Perlu Anda Ketahui

Gejala

Gejala Hipotermia

Bagaimana sih tanda-tanda dan gejala seseorang terserang Hipotermia? Biasanya gejala pada beberapa orang itu berbeda tergantung seberapa parah tingkat keparahannya. Di bawah ini beberapa gejala dimulai dari yang paling ringan sampai gejala yang berat :

  • Kulit terlihat pucat juga terasa dingin apabila di sentuh
  • Kulit mengalami mati rasa
  • Tubuh menggigil
  • Respon tubuh terhadap sekitar semakin menurun
  • Mengalami gangguan bicara
  • Tubuh menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan
  • Kesadaran semakin menurun
  • Mengalami sesak napas sampai akhirnya napas melambat
  • Kerja jantung menjadi cepat sehingga jantung terasa berdebar sampai denyut jantung semakin melambat.

Berbeda dengan gejala hipotermia yang dialami oleh bayi, gejalanya ditandai dengan kulit bayi yang terasa dingin dan juga terlihat berwarna kemerahan. Si bayi juga tampak diam, tubuhnya lemas juga tidak mau menerima makanan atau menyusu.

Pengobatan

Hipotermia merupakan serangan penyakit yang termasuk dalam kondisi darurat sehingga harus segera mendapat penanganan yang intensif. Tindakan pertama yang sangat perlu untuk dilakukan ketika menjumpai orang yang mengalami gejala penyakit tersebut yaitu dengan mencari denyut nadi apakah masih terasa atau tidak, kemudian untuk selanjutnya memeriksa pernapasan. Apabila dirasa terjadi pada penderita, seperti tidak terasanya pernapasan dan denyut nadi, maka haru dilakukan tindakan CPR atau resusitasi jantung paru.

Apabila orang yang terserang masih terasa bernapas dan juga denyut nadi masih ada, Anda dapat melakukan tindakan di bawah ini sebagai cara agar suhu tubuh kembali menjadi normal:

  • Angkat penderita ke tempat yang lebih kering dan hangat hawa dingin yang ada di tubuhnya dapat berkurang. Saat mengangkat atau memindahkannya harus dilakukan secara hati-hati dikarenakan apabila dilakukan gerakan yang kasar atau berlebihan akan dapat memicu penyebab detak jantung berhenti.
  • Apabila pakaian yang dikenakan oleh penderita terlihat basah segera ganti dengan pakaian yang kering
  • Gunakan selimut atau jaket yang tebal untuk menutupi tubuh penderita agar tubuh dia merasa hangat.
  • Hindari untuk terkena paparan angin dan udara.
  • Apabila dia tidak sampai hilang kesadarannya dan juga mampu untuk menelan makanan atau minuman, maka berikan makanan atau minuman yang hangat dan lebih baiknya di beri minuman manis agar tubuhnya menjadi hangat dan memulihkan tenaganya.
  • Selanjutnya lakukan pengompresan dengan menggunakan kompres yang hangat dan juga kering agar membantu menghangatkan tubuh penderita. Posisi peletakan kompres sebaiknya terdapat pada area bagian leher, area dada dan pada area selangkangan. Hal tersebut akan lebih aman digunakan untuk orang yang terkena. Tidak dianjurkan untuk menggunakan air yang telalu panas lebih baik gunakan air hangat, dan juga hindari menggunakan bantal pemanas, atau lampu pemanas saat melakukan tindakan untuk menghangatkan tubuh. Karena panas yang berlebihan dapat menyebabkan detak jantuk menjadi tidak teratur.
  • Terus dampingi dan pantau kondisi tubuh penderita, sampai bantuan medis datang untuk membantu yang lebih intensif lagi

Baca juga: Infeksi Virus: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Apabila penderita mengalami hilang kesadaran maka orang tersebut harus segera mendapatkan penanganan medis. Penanganan yang diberikan yaitu berupa pemberian cairan intravena yang hangat, dan juga menghangatkan jalan napas.

Langkah Pencegahan

pengobatan hiportemia

Serangan Hipotermia dapat dicegah dengan melalui beberapa pencegahan, langkah yang perlu dilakukan adalah:

  • Hindari tubuh berada pada suhu yang dingin, tetap gunakan pakaian kering dan jangan mengenakan pakaian basah terlalu lama.
  • Kenakan pakaian yang tebal atau gunakan jaket ketika sedang berada di daerah yang bersuhu dingin, terlebih bagi Anda yang hobi mendaki gunung. Lengkapilah peralatan Anda dengan sleeping bag dan kenakan jaket gunung untuk melindungi tubuh dari suhu dingin
  • Jika suhu udara sangat dingin lakukan gerakan kecil untuk menghangatkan tubuh, jangan sampai suhu tubuh meurun
  • Apabila merasa dingin atau musim cuaca sedang dingin maka jangan mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan atau banyak mengkonsumsi kafein. Lebih bagus jika Anda mengonsumsi minuman dan makanan yang hangat.

Sudah mulai paham tentang gejala, penyebab, dan cara mengobati serangan Hipotermia bukan? Jika Anda menemukan ciri-ciri di atas, maka segeralah melakukan penangan dini agar tidak menjadi semakin parah.

Comments are closed.