Jenis Fraud yg Sering Anda Lakukan, Bikin Rugi Perusahaan!

BeritaLifestyle & Leisure

Menggunakan laptop atau mobil perusahaan adalah salah satu jenis fraud yang sering dilakukan. Jangan jadikan ini sebuah kebiasaan karena tanpa sadar dapat merugikan perusahaan baik secara materil maupun imateril

Fraud merupakan istilah yang merujuk pada sebuah kecurangan yang dilakukan seseorang dari dalam maupun luar perusahaan, tujuannya tentu saja untuk mendapatkan keuntungan individu. Ada beberapa jenis fraud yang biasa terjadi pada sebuah bisnis, namun tak banyak yang menyadari bahwa hal tersebut sebenarnya tidak legal dilakukan.

Ya, hal-hal seperti merekomendasikan teman untuk memenangkan tender atau menggunakan fasilitas kantor untuk kebutuhan pribadi adalah salah satu jenis fraud yang sering kita lakukan tanpa disadari. Menurut The Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) merupakan organisasi profesional bergerak di bidang pemeriksaan atas kecurangan mengklasifikasikan fraud (kecurangan) dalam tiga tingkatan yang disebut Fraud Tree.

Baca juga: Pahami 7 Tipe Rekan Kerja yang Wajib Diwaspadai

3 Jenis Fraud Menurut ACFE

Penyimpangan atas asset (Asset Misappropriation)

Asset misappropriation meliputi penyalahgunaan/pencurian aset atau harta perusahaan atau pihak lain. Bisa dibilang ini adalah jenis fraud yang paling mudah dideteksi, karena dapat diukur atau dihitung. Kerugian secara material pun dapat dihitung dengan tepat

Pernyataan palsu atau salah pernyataan (Fraudulent Statement)

Fraudulent statement ini biasanya dilakukan dengan melakukan rekayasa keuangan. Para pejabat atau ekstekutiflah yang mampu bermain di ranah ini, yakni menutupi kondisi keuangan dengan penyajian laporan yang salah, yakni memperlihatkan keuntungan padahal nyatanya justru merugi. Pada bidang akunting hal ini dikenal dengan window dressing.

Korupsi (Corruption)

Fraud ini adalah yang paling sulit dibuktikan namun paling banyak dilakukan. Seringnya melibatkan ebih dari satu orang dan kerap membayangi negar-negara berkembang dimana penegakan hukum terhadap korupsi masih lemah. Penyuapan adalah salah satu bagian dari tipe fraud satu ini.

bahaya berbagai jenis fraud

Bagi masyarakat Indonesia, fraud sebenarnya jamak dilakukan bahkan dari tingkat birokrasi paling rendah seperti kecamatan atau kelurahan. Suap untuk mempercepat pembuatan surat-surat penting misalnya merupakan bentun korupsi paling sederhana. Ironisnya banyak orang tidak menyadari bahwa ini merupakan salah satu jenis kecurangan yang bisa dipidanakan.

Lantas adakah tipe fraud lain yang tanpa sadari sering kita lakukan?

Fraud yang Sering Dilakukan Tanpa Disadari

Menggunakan Fasilitas Kantor untuk Kepentingan Pribadi

Pernahkah Anda menggunakan laptop kantor untuk mengerjakan bisnis sampingan? Atau pernahkah Anda menggunakan mobil perusahaan untuk bepergian bersama keluarga? Ini adalah salah satu kecurangan terhadap aset perusahaan. Meminjam bagi Anda mungkin hal sepele, namun sebenarnya jika pemilik perusahaan tahu mereka akan merasa dicurangi dan dirugikan.

Hindari kebiasaan meminjam fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, meskipun dalam keadaan terdesak. Karena jika diberi kelonggaran kita akan menjadi terbiasa melakukan fraud yang lain, yang bisa jadi berhubungan dengan keuangan.

Menggelembungkan Data Keuangan

beragam jenis fraud

Kecurangan satu ini mungkin jarang dilakukan, namun cukup sering terjadi di Indonesia. Misalnya ketika kita diminta membeli pulpen seharga Rp 30ribu namun meminta nota dengan jumlah Rp 50ribu dengan dalih sisanya akan digunakan untuk keperluan lain atau sebagai “ongkos jalan”. Meski jumlahnya terbilang kecil namun kecurangan ini akan membuat Anda terbiasa melakukan fraud lain yang lebih besar.

Biasanya fraud jenis ini melibatkan dua orang atau lebih, jadi harus ada kesadaran dari semua pihak bahwa hal yang dinyatakan lumrah selama ini adalah salah, dan mesti diubah agar budaya perusahaan dapat menjadi lebih positif.

Merekomendasikan Teman Memegang Jabatan Tertentu

Jika Anda berpandangan bahwa korupsi, kolusi dan nepotsime yang bisa dilakukan oleh pejabat, pikiran Anda belum sepenuhnya terbuka. Lihatlah disekeliling, terutama di kantor Anda bekerja praktik nepotisme seringkali terjadi. Misalnya ketika Anda “merekomendasikan” kerabat atau sahabat untuk mengisi sebuah jabatan di kantor, itu juga sudah menjadi bentuk nepotisme.

Atau ketika Anda meminta teman untuk menerima pengajuan proyek dan menjanjikan presentase tertentu, in sudah jadi bagian dari penyuapan dan bahkan bisa dipidanakan. Sayangnya, praktik seperti ini lumrah hukumnya di Indonesia. Ada perasaan “tidak enak” ketika kerabat atau saudara merekomendasikan seseorang padahal mereka sendiri tidak punya kemampuan yang dibutuhkan.

Baca juga: Surat Resign Kerja, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Ketegasan mutlak diperlukan untuk memotong praktik kolusi dan nepotisme seperti ini, jika tidak ingin Anda dan perusahaan terlibat fraud yang lebih membahayakan.

Membicarakan Rahasia Perusahaan

Tidak sedikit karyawan yang bertemen dekat dengan rival tempatnya bekerja. Sering keluar makan bersama hingga menghabiskan malam bersama. Tanpa disadari ketika pertemuan tersebut mereka membicarakan “rahasia” perusahaan yang sebenarnya tabu dibicarakan, misalnya menyangkut kondisi keuangan perusahaan. Tentunya ini adalah sesuatu yang harus ditutupi karyawan bukan diumbar. Karena informasi sekecil apapun bisa menjadi bumerang.

Berbohong Pada Bos

Ada beberapa tipe karyawan yang meskipun gagal melakukan tugasnya tetap berkata ia berhasil kepada atasannya. Kegagalan tersebut sering ia tutupi dengan “membayar” orang untuk melakukan tugasnya. Ini adalah salah satu fraud yang kerap ditemui pada industri periklanan dengan tuntutan deadline tinggi.

Ketika seorang karyawan tidak mampu memberikan kinerja sesuai ekspektasi, biasanya mereka akan meminta bantuan kepada pihak luar dengan imbalan tertentu. Perusahaan mungkin tidak tahu namun mereka akan melakukan evaluasi apakah Anda benar-benar mengerjakan pekerjaan dengan baik.

Itulah beberapa macam fraud atau kecurangan yang tanpa disadari kerap dilakukan para karyawan. Kecurangan ini sering dianggap sepele padahal bisa merugikan perusahaan, baik secara materil maupun imateril. Ubah segera kebiasaan tersebut dengan menjadi karyawan yang lebih produktif dan berkontribusi pada kemajuan perusahaan.

Menggunakan Jam Kerja untuk Bersantai

mengenal jenis fraud

Kecurangan ini mungkin yang paling sering dilakukan dan dianggap sepele. Misalnya, streaming film ketika pekerjaan longgar padahal ketika jam kerja seharusnya waktu digunakan untuk berbagai kegiatan produktif bukan memenuhi keinginan pribadi. Atau ketika jam istirahat Anda telat kembali kekantor karena lunch bersama teman-teman diluar.

Mungkin Anda menganggap hal tersebut biasa. Tapi jika melihat kacamata perusahaan tindakan tersebut sangat merugikan. Menggunakan waktu kerja untuk kepentingan pribadi juga jadi salah satu korupsi waktu. Korupsi jenis ini lambat laun dapat menurunkan produktifitas karyawan dan berakhir pada penurunan keuntungan.

Baca juga: 5 Motivasi Kerja yang Harus Diingat Ketika Rasa Malas Datang

Comments are closed.