Mengapa Jet Lag Dapat Berbahaya Bagi Kesehatan?

Berita

Jet lag mungkin suatu hal yang sepele, tetapi jika dibiarkan bisa berpengaruh pada kesehatan Anda. Jadi, sebelum terlambat ketahui dulu gejala, penyebab, dan cara mencegahnya.

Jet lag merupakan salah satu gangguan tidur berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari. Biasanya keadaan ini bisa timbul setelah melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat dan melewati zona waktu yang berbeda dengan Indonesia.

Mengapa kondisi bisa terjadi? Hal ini disebabkan ketika Anda berpergian ke daerah yang memiliki perbedaan zona waktu dengan Indonesia, tubuh Anda belum bisa langsung menyesuaikan diri dengan waktu setempat, sehingga terjadilah jet lag.

Baca juga: Penyakit yang Mengintai Saat Liburan di Luar Negeri

Sebab tubuh Anda mempunyai jam biologis yang masih sama dengan zona waktu sebelumnya. Jam biologis ini dinamakan ritme sirkadian yang membuat seorang manusia terjaga di siang hari dan tidur di malam hari. Semakin banyak zona waktu yang dilewati, maka semakin besar kemungkinan seseorang mengalami jet lag.

Meksipun kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya, tetapi ada gejala-gejala yang bisa dirasakan tubuh dan jika dibiarkan begitu saja, bisa mengganggu kesehatan. Berikut ini gejala-gejala lain dari Jet Lag.

Gejala Akibat Jet Lag

memahami jet lag

  1. Sulit berkonsentrasi.
  2. Perubahan mood dan mudah tersinggung.
  3. Mudah lupa
  4. Sakit kepala atau pusing.
  5. Gangguan pencernaan, seperti diare dan sembelit.
  6. Gangguan dalam bergerak.
  7. Gangguan kecemasan.
  8. Jantung berdebar.

Penyebab Jet Lag

memahami jet lag

Selain gejala ada juga penyebab dari kondisi ini. Ketidakmampuan tubuh untuk segera menyesuaikan diri dengan waktu di daerah yang zona waktunya berbeda dengan biasanya menjadi penyebab utama.  Namun, selain proses adaptasi tubuh, ada beberapa hal lain yang memicu terjadinya jet lag, yaitu:

  1. Perubahan tekanan udara di dalam kabin pesawat
  2. Ketinggian pesawat dari permukaan laut
  3. Kelembapan udara yang rendah di dalam pesawat

Faktor Risiko Jet Lag

Beberapa faktor di bawah ini dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami kondisi ini baik dalam jangka pendek ataupun yang lebih parah dan lebih panjang.

  1. Jumlah zona waktu yang dilewati
  2. Makin banyak zona waktu yang dilewati, maka makin besar kemungkinan seseorang menderita jet lag.
  3. Terbang ke tempat di mana waktu akan berkurang
  4. Misalnya bepergian dari Jakarta ke Australia, yang waktunya 3 jam lebih cepat dari waktu Jakarta atau waktu Indonesia bagian barat (WIB).
  5. Sering bepergian dengan pesawat terbang
  6. Contohnya adalah orang-orang yang bekerja sebagai pilot, pramugari/pramugara, dan pebisnis.
  7. Berusia lanjut
  8. Lansia membutuhkan waktu lebih panjang untuk menyesuaikan ritme biologis tubuh dibandingkan dengan orang yang lebih muda.
  9. Kondisi pesawat yang tidak nyaman
  10. Tekanan udara di kabin, kursi yang sempit, dan kondisi kabin pesawat yang tidak nyaman bisa memperparah gejala jet lag.
  11. Konsumsi alkohol
  12. Minum alkohol secara berlebihan saat melakukan perjalanan udara dapat memperparah gejala jet lag.

Tip Mencegah Jet Lag

Setiap masalah tentu ada solusi yang bisa dilakukan. Baik itu hanya sekedar meringakan atau membantu agar tidak terjebak dalam kondisi tersebut. Jika Anda berencana untuk liburan ke negeri yang zona waktunya jauh berbeda dengan Indonesia, berikut ini tip yang bisa lakukan agar sesampainya di sana Anda terhindar dari jet lag.

Lakukan Penyesuaian Lebih Dulu

Sebelum Anda berangkat bepergian, Anda bisa terlebih dahulu mencoba untuk beradaptasi dengan pola tidur di tempat tujuan Anda nantinya. Jika tempat yang Anda tuju terletak di arah timur, maka Anda bisa mencoba untuk setidaknya tidur 30 menit lebih cepat dari biasanya.

Baca juga: Beragam Cara Mengatasi Jet Lag Selama Bepergian

Sebaliknya pun demikian, jika tempat yang Anda tuju berada di arah barat, Anda bisa menyesuaikan diri dengan tidur lebih telat dari biasanya. Lakukan setiap hari hingga pola tidurmu sudah hampir mirip dengan zona waktu tempat tujuan Anda.

Berangkat Lebih Awal

Jika Anda berencana untuk pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis misalnya, jangan sampai Anda harus melakukan presentasi penting dengan kondisi yang tidak optimal karena gangguan ini. Untuk itu Anda bisa mengakalinya dengan berangkat lebih awal.

Dengan demikian, Anda memiliki waktu lebih untuk beristirahat terlebih dahulu dan tubuh Anda juga bisa beradaptasi dengan waktu di sekitar dengan lebih baik.

Jangan Minum Kopi

Kandungan kafein yang terdapat pada kopi bisa memberikan efek yang lebih panjang daripada biasanya sehingga Anda akan merasa lebih kesulitan untuk beradaptasi dengan jam tidur di tempat tujuan.

Banyak Minum Air Putih

Untuk mencegah dehidrasi dan sakit kepala yang disebabkan oleh durasi penerbangan lumayan panjang, Anda harus mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan cara minum air yang banyak. Selain itu, sebisa mungkin Anda sebaiknya kurangi mengkonsumsi kafein, seperti kopi.

Usahakan Tetap Aktif

Saat berada di dalam pesawat, Anda bisa mencoba untuk tetap aktif dengan menggerakkan tubuh setiap setidaknya dua jam sekali. Anda bisa berjalan di lorong pesawat supaya sirkulasi darah dalam tubuh tetap lancar.

Minum Teh Hangat

Seperti yang diketahui bahwa teh memiliki bahan-bahan alami dapat membuat tubuh dan pikiran Anda segar kembali ketika diminum di pagi hari. Namun ada jenis teh yang cocok untuk membantu Anda tidur, yakni teh chamomile agar Anda bisa tidur lebih pulas.

Baca juga: Sakit Kepala: Apa Saja Jenis dan Penyebabnya?

Gunakan Bantuan Agar Bisa Tidur

memahami jet lag

Ketika penerbangan panjang, Anda bisa melakukan antisipasi terhadap jadwal tidur baru yang harus Anda hadapi nantinya. Agar bisa tidur di pesawat Anda bisa menggunakan barang-barang seperti penutup mata, penutup telinga, dan bantal leher agar Anda bisa berada di posisi yang nyaman.

Paparkan Tubuh pada Sinar Matahari

Sinar matahari pagi bisa menjadi obat yang ampuh agar tubuh Anda bisa beradaptasi dengan waktu di tempat yang baru. Sinar matahari pagi bisa membantu menormalkan kembali jam biologis pada tubuh Anda. Tidak perlu terlalu lama, cukup 5-10 menit di jam 8-9 pagi.

 

Comments are closed.