Kartu Indonesia Pintar, Manfaat dan Cara Menggunakannya

Berita

Pemerintah selalu berusaha untuk berikan yang terbaik untuk seluruh masyarakat di tanah air, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Kartu Indonesia Pintar pun hadir sebagai solusi untuk meningkatkan pendidikan dan peserta didik di tanah air.

Setiap warga di berbagai negara di dunia wajib mendapatkan kehidupan yang laik dan dijamin oleh negaranya. Hal tersebut pun berlaku bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Kehidupan yang laik bukan hanya sekadar hidup dengan harta yang berkecukupan, melainkan memeroleh jaminan kesehatan serta pendidikan yang laik dari pemerintah.

Bila kesehatan masyarakat dijamin oleh negara dengan Kartu Indonesia Sehat, maka pendidikan pun dijamin namun dengan jaminan yang berbeda, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP). Mungkin sebagian besar dari Anda sudah tahu tentang Kartu Indonesia Sehat, namun sedikit dari Anda yang tahu secara mendalam tentang program pemerintah tersebut.

Kartu Indonesia Pintar adalah kartu yang ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan miskin yang ingin memberikan buah hatinya pendidikan yang laik tanpa dipungut biaya. Usia anak yang ditanggung biaya pendidikannya adalah dari umur 6 hingga 18 tahun. Jadi, anak dapat merasakan pendidikan di sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan.

Tapi, ada satu syarat, selain diprioritaskan untuk masyarakat miskin dan rentan miskin, Kartu Indonesia Pintar hanya dapat digunakan di sekolah-sekolah negeri saja. Jadi, Kartu “sakti” ini sama sekali tak berlaku di sekolah swasta di tingkat apa pun.

Baca juga: Apakah Kartu Indonesia Sehat Sama Seperti BPJS Kesehatan?

Manfaat Kartu Indonesia Pintar

Layaknya asuransi, program ini juga memiliki banyak manfaat. Apa saja? Simak manfaat Kartu Indonesia Pintar berikut ini!

  1. KIP merupakan penanda dan digunakan untuk menjamin serta memastikan seluruh anak usia sekolah (6-18 tahun) untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar bila terdaftar di Sekolah, Madrasah, Pondok Pesantren, Kelompok Belajar (Kejar Paket A/B/C) atau Lembaga Pelatihan maupun Kursus.
  2. Mencakup anak usia sekolah yang masuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti anak-anak di Panti Asuhan atau Panti Sosial, anak jalanan, pekerja di bawah umur, dan difabel. Kartu ini juga berlaku di Pondok Pesantren, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, dan Lembaga Kursus serta Pelatihan yang ditentukan oleh Pemerintah.
  3. Mendorong pengikut-sertaan anak usia sekolah yang tidak lagi terdaftar di satuan pendidikan untuk kembali mendapatkan pendidikan yang laik di sekolah.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Kartu ini merupakan program pemerintah untuk keluarga miskin dan rentan miskin. Maka dari itu, KIP diprioritaskan oleh pemerintah untuk masyarakat yang masuk dalam kategori sulit ekonomi. Beberapa kategori tersebut tertulis di bawah ini.

  1. Anak usia sekolah dengan latar belakang keluarga yang tak mampu.
  2. Anak usia sekolah yang tinggal di Panti Asuhan atau Panti Sosial.
  3. Anak usia sekolah yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi mendadak atau korban musibah berkepanjangan atau bencana alam atau difabel.
  4. Anak usia sekolah yang putus sekolah karena keterbatasan biaya pendidikan.

Baca juga: Perbedaan Tabungan dan Asuransi Pendidikan

Besaran / Rincian Dana Kartu Indonesia Pintar

Setiap anak yang mendapatkannya, memiliki dana bantuan yang disiapkan pemerintah. Namun, jumlah dananya berbeda setiap anak. Besarnya dana tersebut dilihat dari usia dan jenjang pendidikan sang anak. Tentu, biaya yang dibutuhkan untuk anak di usia Sekolah Dasar berbeda dengan anak di usia Sekolah Menengah Pertama, Atas, atau Kejuruan. Maka dari itu, pemerintah perlu mendata secara rinci anak yang akan mendapatkan Kartu Indonesia Pintar.

Berikut adalah rincian dana bantuan yang diberikan pemerintah:

  1. Tingkat Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah atau Paket A mendapatkan dana bantuan sebesar Rp225.000,00 tiap semester atau Rp450.000,00 per tahun.
  2. Tingkat Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiyah atau Paket B mendapatkan dana bantuan sebesar Rp375.000,00 tiap semester atau Rp750.000,00 per tahun.
  3. Tingkat Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan atau Madrasah Aliyah atau Paket C mendapatkan dana bantuan sebesar Rp500.000,00 per semester atau Rp1 juta per tahun.
  4. Peserta Kursus selama mengikuti kursus terstandar dalam satu periode kursus mendapatkan dana sebesar Rp1 juta dalam satu tahun.

Dana yang disiapkan oleh pemerintah melalui program ini diharapkan dapat meringankan biaya personal sang anak dalam menempuh pendidikan di sekolah. Seperti yang kita tahu, sekolah mewajibkan siswa-siswinya untuk menggunakan seragam, memiliki buku pelajaran dan buku tulis, dan perlengkapan pendidikan lainnya.

Cara Pencairan Dana Kartu Indonesia Pintar

Nah, dana yang telah disiapkan ini harus dicairkan terlebih dahulu. Tentu ada prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan dana segar tersebut. Nah, sekarang mari kita lihat cara mencairkan dana bantuan Kartu Indonesia Pintar sesuai dengan prosedur yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui situs resminya di kemdikbud.go.id berikut ini!

  1. Penerima melaporkan nomor kartu ke sekolah, Sanggar Kegiatan Belajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, atau Lembaga Kursus Pelatihan.
  2. Kemudian sekolah atau lembaga pendidikan mencatat informasi peserta didik ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan).
  3. Selanjutnya, Dapodik mengajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kementerian Agama (Kemenag) atau Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), sesuai dengan kebutuhan peserta didik, apakah sekolah negeri, madrasah, atau pelatihan.
  4. Setelah itu, Kemendikbud, Kemenag, dan Kemnakertrans melakukan verifikasi sesuai dengan server Dapodik pusat.
  5. Setelah sukses diverifikasi atau disetujui, Kemendikbud, Kemenag, dan Kemnakertrans menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Penerima Manfaat Kartu ini dan akan mengirimkan daftar penerima tersebut ke bank penyalur.
  6. Dinas Pendidikan akan mengirimkan surat pemberitahuan dan daftar penerima manfaat kartu ke sekolah atau lembaga pendidikan lainnya.
  7. Pihak sekolah atau lembaga pendidikan lainnya memberikan informasi kepada peserta didik atau orangtua mengenai lokasi dan waktu pengambilan dana bantuan berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan.
  8. Peserta didik atau orangtua bisa mengambil dana bantuan Kartu Indnoesia Pintar ke bank penyalur dengan membawa surat pemberitahuan yang sudah diberikan oleh pihak sekolah atau lembaga pendidikan.

Itulah penjelasan secara rinci seputar Kartu Indonesia Pintar. Mari kita dukung program pemerintah untuk mendongkrak tingkat pendidikan dan peserta didik di seluruh Indonesia.

Comments are closed.