KBRI, Tugas dan Fungsinya

Berita

KBRI adalah wajah Indonesia di mata dunia. Dipimpin oleh seorang duta besar, lembaga ini bertugas adalah melindungi warga dan kepentingan politik Indonesia di luar negeri.

Ketika berada di luar negeri dan tersandung masalah hukum, kemana dan siapa yang pertama harus Anda hubungi? Bukan keluarga maupun teman dekat, melainkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) karena merekalah yang bertugas melindungi warga negara Indonesia yang tengah berada di negara asing. Lembaga ini akan mengurusi segala hal yang berkaitan dengan Indonesia termasuk masalah pekerjaan dan pendidikan.

Kantor Kedutaan Besar biasanya ada di setiap negara yang terkait dengan kerjasama Indonesia. KBRI merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah Indonesia yang punya kewenangan layaknya lembaga negara. Kedutaan Besar RI pada tiap negara dipimpin oleh seorang Duta Besar yang menurut Pasal 13 ayat 1 UUD 1945 diangkat oleh Presiden. Lantas apa saja tugas dan fungsi kedutaan besar ini?

Baca juga: Melihat Kembali Sejarah dan Fakta Hari PBB

Tugas Utama KBRI

fungsi KBRI

Menjadi Mediator yang Menjalin Hubungan Baik dengan Negara Lain

KBRI dibentuk oleh Presiden sebagai wakil negara yang bertugas menjalin hubungan baik dengan negara-negara lain. Bekerja dibawah koordinasi Menteri Luar Negeri sebagai pemimpin dari Departemen Luar Negeri , kedutaan besar dituntut untuk merepresentasikan Indonesia sebagai sahabat bagi negara-negara lain didunia.

Semua Kedutaan Besar punya agenda sendiri bagaimana mengeratkan hubungan dengan negara lain, yang disesuaikan dengan kondisi sosial budaya negara berkaitan. Mereka juga bertugas memperbaiki komunikasi Indonesia dengan negara lain yang bersifat politis, dalam pekerjaanya Duta Besar tadi dibantu oleh satu perangkat “Korp Diplomatik” yang terdiri dari Kuasa Usaha dan Atase-Atase. Sedangkan untuk membina hubungan yang bersifat nonpolitis, Duta Besar dibantu oleh Korp Konsuler yang terdiri dari Konsul Jenderal, Konsul, dan Wakil Konsul.

Menjadi Wakil Indonesia dalam Ratifikasi

Ratifikasi merupakan upaya untuk mengingatkan diri pada kerjasama dan perjanjian internasional. Maksudnya, proses ratifikasi bersumber dari hukum internasional yang lahir dari perjanjian internasional dan dijadikan hukum nasional. Misalnya soal kesepakatan batas-batas wilayah Indonesia dengan negara lain. Ratifikasi nantinya akan disahkan dan disetujui oleh DPR dalam bentuk Undang-Undang (UU).

Jadi, KBRI memainkan peran penting bagaimana secara politis Indonesia mampu bersaing di tataran dunia dan membuat suara negara kita lebih didengar oleh dunia. Tanpa Kedutaan Besar, maupun Duta Besar yang berkualitas tentunya kita akan sering mengalah dalam berbagai perjanjian dan bisa jadi menimbulkan kerugian negara baik secara materil maupun imateril.

Melakukan Penegakan Hukum

Pengertian penegakan hukum sendiri adalah usaha menindak dan menertibkan pelaksanaan peraturan hukum. Tentunya ruang lingkup yang menjadi tanggung jawab Kedutaan Besar Indonesia adalah pelaksanaan hukum yang berakaitan dengan perjanjian antara negara atau ratifikasi dan juga persoalan politis yang berlum menjadi ratifikasi.

Ketika sudah memasuki ranah hukum, bukan lagi Kedutaan Besar yang akan melaksanakan penegakan hukum melainkan  tingkat peradilan negeri sampai Mahkamah Agung dan pihak kepolisian sebagai pelaksanal lapangan dalam penyelidikan dan penyidikan perkara. Salah satu contoh kasus penegakan hukum yang melibatkan Kedutaan adalah upaya pemberantasan jaringan narkoba dan teroris Internasional.

Ya, Indonesia dan Australia punya perjanjikan soal pemberantasan obat-obatan terlaran dan teroris interasional di kawasan Asia Tenggara. Keberhasilan dan ketegasan Indonesia menghentikan dan menghancurkan jalur perdagangan obat terlarang, akan membuat posisi Indonesia secar politi semakin kuat dan disegani.

Itulah beberapa tugas kedutaan yang harus dijalankan demi nama Indonesia. sementara fungsi Kedutaan Besar sendiri bagi Indonesia tercermin dalam hal-hal berikut ini:

Baca juga: 10 Bahasa di Dunia yang Paling Sering Digunakan

Fungsi KBRI

fungsi KBRI

Mengacu pada Pelita IV mengenai “Hubungan Luar Negeri” fungsi utama kedutaan Indonesia di luar negeri adalah sebagai berikut:

  • Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas dan aktif diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk kepentingan pembangunan di segala bidang.
  • Peningkatan usaha dan peranan Indonesia dalam ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  • Peningkatan usaha-usaha serta peranan Indonesia dalam ikut serta menyelesaikan persoalan-persoalan dunia yang mengancam perdamaian.
  • Peningkatan kerjasama di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya.
  • Pengembangan dan peisluasan kerjasama di antara anggota-anggota ASEAN dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional masing-masing negara anggotanya serta memperkuat ketahanan regional.
  • Membina persahabatan dan kerjasama yang saling bermanfaat antarbangsa dan memperjuangkan hal-hal yang menyangkut kepentingan nasional.
  • Memperjuangkan perwujudan tatanan dunia baru dengan meningkatkan usaha-usaha penggalangan, pemupukan solidaritas, kesatuan sikap, dan kerjasama di antara negara-negara yang sedang berkembang.
  • Dalam rangka mewujudkan Tata Ekonomi Dunia Baru sebagai resolusi Sidang Khusus Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tanggal 1 Mei 1974, perlu dilanjutkan langkah-langkah terwujudnya perjanjian internasional mengenai komuditi, melanjutkan hambatan dan pembatasan yang dilakukan oleh negara-negara industri terhadap ekspor negara-negara berkembang serta meningkatkan kerjasama ekonomi dan teknik antarnegara berkembang di samping usaha-usaha lainnya.
  • Mengikuti perkembangan dan kemungkinan gejolak dunia secara seksama agar dapat diketahui pada waktunyk; kemungkinan-kemungkinan yang dapat mempengakuhi stabilitas nasional dan menghambat pelaksanaani pembangunan.

Peran Duta Besar dalam Kemenangan Politik Dunia

fungsi KBRI

Sebagai perwakilan tertinggi negara duta besar memainkan peran besar bagi nama baik Indonesia. Ialah yang akan memosisikan Indonesia dalam peradaban dunia. Kekuasaannya bersifat penuh dan bahkan hampir kebal hukum. Duta besar ini biasanya hanya ditempatkan di negara-negara yang berhubungan erat dengan Indonesia baik dalam bidang politik maupun ekonomi.

Setiap masa tugasnya duta besar dituntut untuk bisa mengambil keputusan sendiri, terutama ketika negara mengalami konflik politik dengan negara sahabat. Duta besar punya keistimewaan yang membuatnya bebas mengambil putusan tanpa harus berkonsultasi dengan kepala negara lebih dulu. Sebab penunjukkan mereka sudah menjadi panjang tangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (KBRI).

Meski begitu tidak banyak duta besar yang berani ambil keputusan sendiri. Lebih sering berkonsultasi lebih dulu dengan para petinggi negara, khususnya untuk soal hukum. Intinya para duta besar ini bertugas sebagai diplomat yang menjalin hubungan antar negara dan melindungi warga negara dari hukum internasional yang memberatkan.

Tujuan dari diplomas yang dilakukan Kedutaan Besar itu sendiri diantaranya;

  • Melindungi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, baik mereka sedang tersandung kasus hukum maupun menjadi korban dari tindak kejahatan warga negara asing.
  • Sebagai respresentasi Indonesia diluar negeri.
  • Menjadi mediator antara pemerintah Indonesia dengan asing, sehingga tidak terjadi perbedaan persepi yang bisa memecah persahabatan.
  • Membina, menjaga, dan menyelenggarakan hubungan yang lancar dengan negara lain.
  • Menjaga kekuatan Indonesia secara politis sehingga tidak melulu dirugikan dalam dunia politik Internasional.

Baca juga:10 Negara yang Tidak Pernah Dijajah Negara Lain

Comments are closed.