Sepak Terjang Kevin Systrom, Penasaran?

Berita

Memiliki ketertarikan kuat pada bidang teknologi, Kevin Systrom merealisasikannya dengan mendirikan Instagram yang sukses hingga kini.

Apakah Anda merupakan salah satu pengguna media sosial yang sedang hits saat ini yaitu Instagram? Tak bisa dipungkiri memang aplikasi berbagi foto dan video ini tengah digandrungi masyarakat terlebih kaum milenial. Hingga Juni 2018 pengguna Instagram di seluruh dunia berhasil menembus angka hingga 1 miliar.

Baca juga: Pelajari Ide Dalam Menemukan Peluang Usaha dari 4 Pengusaha Besar Ini

Sosok di balik kesuksesan Instagram yaitu Kevin Systrom, merupakan seorang miliarder asal San Fransisco yang pertama kali mengenalkan aplikasi tersebut ke seluruh dunia. Hingga kini, Instagram makin populer dan digunakan banyak orang. Penasaran dengan sepak terjang seorang Kevin Systrom? Berikut beberapa hal menarik yang akan membuat Anda terkagum dengan sosoknya.

Passion Kuat Pada Bidang Fotografi

Setiap bisnis yang dijalankan pasti terdorong dari kesukaan dan keahlian yang dimiliki seseorang. Dari situlah, pebisnis akan terdorong dan terpacu untuk terus menggapai sukses pada bisnis yang dikelola.

Sama halnya dengan Kevin Systrom bahwa dirinya mengaku sangat mencintai dunia fotografi. Namun, Kevin Systrom pernah dikritik oleh guru fotografi kalau hasil foto yang diambilnya terlihat terlalu tajam dan kaku.

Dari situlah, Kevin terdorong untuk memakai Holga atau kamera yang bisa memberikan efek dan warna pada hasil foto. Semakin semangat melihat hasil jepretan sendiri, akhirnya tercetuslah ide cemerlang Kevin, yaitu menciptakan fitur filter foto pada aplikasi yang diciptakannya. Ditambah lagi, Kevin merasa kurang puas atas hasil foto diambilnya dengan menggunakan kamera iPhone 4. Kevin Systrom pun semakin terdorong memakai filter foto.

Memiliki Harta Kekayaan Rp20,8 Triliun

profil kevin systrom

Forbes mencatat jumlah kekayaan Kevin mencapai 1,4 juta dolar AS atau sekitar Rp20,8 triliun untuk kurs saat ini. Tentu tak mudah bagi Kevin mengumpulkan harta kekayaan sebanyak itu. Kevin harus melalui proses panjang hingga ia akhirnya menjadi salah satu orang muda terkaya di dunia.

Karir yang digelutinya saat ini tak bisa lepas dari jerih payahnya saat ia mengenyam pendidikan di Universitas Stanford. Ia lulus pada 2006 dan mendapat gelar sarjana di bidang Management Science and Engineering. Sejak menjadi mahasiswa hingga lulus, ia sudah tertarik dengan dunia teknologi terutama di dunia startup. Kevin terpilih sebagai salah satu dari 12 orang yang terlibat dalam Mayfield Fellows Program di kampusnya.

Program tersebut difasilitasi pihak universitas yang menawarkan pelatihan dan pengalaman mendalam kepada mahasiswa dalam kewirausahaan teknologi tinggi. Saat itu Kevin menjajal untuk magang di Twitter.

Sempat Bekerja untuk Google

Karir Kevin di dunia startup bermula ketika ia banyak belajar saat bekerja di Google. Di perusahaan teknologi mesin pencari tersebut, Kevin bekerja sebagai manajer pemasaran produk. Ia bertanggung jawab atas beberapa produk Google seperti Gmail, Google Calendar, Docs dan Spreadsheets.

Baca juga: Kenalkan Rudy Salim, Miliarder Muda Lulusan SMA

Tak lama bekerja di Google, Kevin kemudian bekerja untuk Nextstop, perusahaan rintisan yang didirikan oleh para mantan karyawan Google. Namun ia bekerja di perusahaan tersebut tidak lama. Kevin merupakan seorang yang penasaran terhadap suatu hal baru. Maka mulailah ia bereksperimen dengan hal-hal baru.

Mendirikan Burbn Cikal Bakal Instagram

Setelah keluar dari perusahaan sebelumnya, Kevin mendirikan startup baru yang diberi nama Burbn. Kevin tak sendiri, ia mengajak rekannya Mike Krieger yang memiliki ide sama. Burbn ini merupakan aplikasi cikal bakal dari Instagram.

Aplikasi tersebut dikembangkan dengan memiliki berbagai macam koleksi fitur, seperti share location, perencanaan, unggah foto, perjalanan bersama teman-teman dan sebagainya.

Namun, Burbn tidak langsung segera dirilis, sebab keduanya berpikir aplikasi pertamanya itu terlalu banyak fitur yang bisa saja membuat masyarakat luas merasa bingung bila digunakan. Tanpa berpikir panjang lagi, Kevin melakukan survey ke masyarakat menyoal kegiatan apa yang lebih disukai. Akhirnya, hasil survey tertuju pada masyarakat sangat suka dengan foto-foto dan dishare ke teman-temannya. Hal itulah yang membuat Kevin dan Mike sepakat fokus pada fitur sharing foto.

profil kevin systrom

Sebab aplikasi Burbn memiliki terlalu banyak fitur, sementara Kevin menginginkan aplikasi yang sederhana yang bisa berbagi foto, kolom komentar dan tombol likes. Maka muncullah Instagram sebuah aplikasi yang tak sekedar bisa sharing foto tetapi juga video.

Kehadiran Instagram ini sebetulnya tak lepas dari peran sebuah lembaga permodalan Baseline Ventures dan Andreessen Howowitz yang telah menyuntikan modal sekitar 500.000 dolar AS pada 2010. Sebulan setelah resmi diluncurkan, Instagram berhasil diunduh oleh sejuta pengguna di seluruh dunia.

Setiap bisnis yang dijalankan pasti memiliki target pasar yang telah ditentukan sejak awal oleh pelaku bisnis. Ini juga yang dilakukan Kevin pada saat merintis Instagram.

Pada awal tahunnya, Kevin memilih fokus dan mempertajam aplikasi Instagramnya untuk pengguna iPhone saja. Padahal, Kevin yakin bahwa Instagram bisa saja memperluas sasaran targetnya ke pengguna mobile lain. Tapi, berkat fokus utamanya itu menjadikan Instagram dipilih oleh Apple sebagai iPhone App of the year pada 2010.

Facebook Akuisisi Instagram

Pada 2012, Kevin harus melepas saham Instagram yang diakuisisi Facebook. Tak tanggung-tanggung, jumlah dana yang digelontorkan Facebook untuk mencaplok Instagram saat itu mencapai 1 miliar dolar AS.

Namun, bukan berarti Kevin harus hengkang setelah karya yang dibuatnya menjadi hak milik Mark Zuckerberg. Kevin tetap mengelola Instagram karena Zuckerberg ingin pengelolaan Instagram tetap independen.

Pada saat diakuisisi Facebook, pengguna Instagram masih mencapai 30 juta. Saat ini, Instagram sudah digunakan oleh lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia. Padahal pada saat dibeli, Instagram belum memiliki penghasilan.

Namun, banyak pengamat mengatakan bahwa keputusan Facebook mengakuisisi Instagram merupakan keputusan yang tepat. Sebab, saat ini Instagram bukan hanya dipandang sebagai aplikasi yang paling banyak digemari, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan.

Mengundurkan Diri dari Instagram

Namun, di saat Instagram sedang melesat, kabar terbaru kembali datang dari Kevin dan Mike. Keduanya dikabarkan mengundurkan diri dari perusahaan yang mereka dirikan. Alasan yang beredar dari hengkangnya para pendiri Instagram tersebut karena keduanya sering tak sepaham dengan Zuckerberg.

profil kevin systrom

Kevin yang menjabat sebagai CEO) dan Mike Krieger Direktur Teknis Instagram juga disebut-sebut sering tak seirama dengan Zuck yang terkesan menggantungkan masa depan Facebook kepada Instagram. Terlebih, popularitas Instagram saat ini dinilai lebih baik ketimbang Facebook.

Selain itu, kabar tak sedap dari Facebook yang sering diterpa kasus mengenai privasi pengguna dan berita palsu semakin membuat namanya perlahan seolah disalip Instagram.

Baca juga: Mengenal BJ Habibie: dari Prestasi Hingga Mobil Mewahnya

Melihat pengalaman dari keinginan kuat yang dimiliki pendiri Instagram satu ini tak heran kini ia menjadi salah satu pemuda terkaya di dunia. Dengan motivasi dan usaha yang kuat Anda pun bisa mencapai impian Anda seperti Kevin. Sudah siap memulai petualangan bisnis Anda?

Comments are closed.