Tumbuhkan Konsep Diri yang Positif, Ini Cara Ampuhnya!

Berita

Sifat konsep diri yang dinamis membuat siapa saja bisa berubah kapan pun menjadi pribadi lebih baik, bagaimana caranya?

Sebelum memahami orang lain, memahami diri sendiri juga merupakan faktor penting menjalani kehidupan. Hal yang penting dari setiap individu dapat tercermin dari sejauh mana seseorang bisa memahami konsep diri untuk dapat membangun kehidupan yang baik.

Konsep Diri adalah cara pandang dan sikap seseorang terhadap dirinya sendiri. Konsep diri sangat erat hubungannya dengan dimensi fisik, karakter individu, dan motivasi diri. Pandangan diri atau konsep diri ini mencakup berbagai kekuatan individual dan juga kelemahannya, bahkan termasuk kegagalannya.

Konsep diri (self concept) adalah inti dari kepribadian dalam diri seseorang. Inti kepribadian individu punya peranan yang sangat penting dalam menentukan dan mengarahkan perkembangan kepribadian serta perilaku seseorang di tengah-tengah masyarakat.

Secara sederhana, pengertian konsep diri adalah pandangan, penilaian atau pandangan seseorang pada dirinya sendiri. Salah satu dari para ahli seperti Atwater membagi konsep diri menjadi tiga bentuk, antara lain;

  • Body image, kesadaran seseorang melihat tubuh dan dirinya sendiri.
  • Ideal self, harapan dan cita-cita seseorang tentang dirinya sendiri.
  • Social self, bagaimana ia berpikir orang lain melihat dirinya.

Konsep diri sangat berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial hingga lingkungan pekerjaan sekalipun. Seseorang memiliki konsep diri negatif bila memandang dirinya tidak berdaya, lemah, malang, gagal, tidak disukai, tidak kompeten.

Baca juga: Membangun Konsep Diri Positif Biar Tetap Eksis

Pengertian Konsep Diri Menurut Para Ahli

definisi konsep diri

Beberapa ahli pernah menjelaskan tentang definisi konsep diri, diantaranya adalah:

Rochman Natawidjaya (1979)

Rochman Natawidjaya memandang bahwa konsep yang dimiliki individu mengenai dirinya adalah persepsi individu mengenai dirinya sendiri, kemampuan dan ketidakmampuannya, tabiat-tabiatnya, harga dirinya dan hubungannya dengan orang lain.

James F. Calhoun (1995)

James F. Calhoun meyakini bahwa gambaran mental individu yang terdiri dari pengetahuan tentang dirinya sendiri, pengharapan diri, dan penilaian terhadap diri sendiri merupakan keseluruhan dari konsep mengenai diri seorang individu.

Stuart & Sundeen (2005)

Menurut Stuart & Sundeen konsep ini adalah semua pikiran, keyakinan, dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu tentang dirinya sendiri dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain.

Keliat (2005)

Menurut Keliat, self-concept adalah cara individu memandang dirinya secara utuh, fisikal, emosional, intelektual, sosial dan spiritual.

Potter dan Perry (2005)

Potter & Perry beranggapan bahwa konsep ini adalah citra subjektif dari diri dan pencampuran yang kompleks dari perasaan, sikap dan persepsi bawah sadar maupun sadar. Konsep mengenai diri Anda memberi individu kerangka acuan yang mempengaruhi manajemen diri terhadap situasi dan hubungan seseorang dengan orang lain.

Burns

Menurut Burns dalam Pudjijogyanti (1993:2) konsep mengenai diri adalah hubungan antara sikap dan keyakinan tentang diri sendiri.

Clara R. Pudjijogyanti (1995)

Menurut Clara R. Pudjijogyanti pengertian self-concept merupakan salah satu faktor penentu perilaku seseorang, apakah akan baik atau buruk. Perilaku negatif seseorang adalah perwujudan dari adanya gangguan dalam usaha pencapaian harga diri.

Komponen

Konsep mengenai diri terdiri dari beberapa komponen, diantaranya:

Citra Tubuh

Citra tubuh atau gambaran diri adalah sikap individu terhadap dirinya (fisik) baik disadari maupun tidak disadari. Komponen ini mencakup persepsi masa lalu dan/atau sekarang mengenai ukuran dan bentuk tubuh serta potensinya.

Ideal Diri

komponen konsep diri

Ideal diri merupakan persepsi individu tentang bagaimana ia seharusnya berperilaku berdasarkan standar pribadi dan terkait dengan cita-cita. Pembentukan ideal diri mulai terjadi sejak masa anak-anak dan dipengaruhi oleh orang-orang yang dekat dengan dirinya.

Harga Diri

Harga diri merupakan persepsi individu terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis seberapa banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya. Komponen yang satu ini mulai terbentuk sejak kecil karena adanya penerimaan dan perhatian dari sekitarnya.

Peran Diri

Peran diri adalah serangkaian pola sikap perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan kelompok sosial terkait dengan fungsi seseorang di dalam masyarakat.

Identitas Diri

Identitas diri adalah kesadaran tentang diri sendiri yang dimiliki oleh seseorang dari hasil observasi dan penilaian dirinya, menyadari bahwa dirinya berbeda dengan orang lain. Komponen konsep ini mulai terbentuk dan berkembang sejak masa kanak-kanak.

Baca juga: 9 Motivasi Sukses Biar Anda Makin Semangat Kerja

Macam-Macam Konsep Mengenai Diri

Secara umum jenis konsep ini ada dua macam, diantaranya adalah:

Positif

Orang yang memiliki konsep positif akan lebih mudah beradaptasi dengan banyak situasi. Ia memandang hal-hal buruk memiliki hikmah dan bukan sebagai akhir dari segalanya. Orang seperti ini biasanya lebih percaya diri, optimis dan selalu berpikir ada yang bisa dipecahkan.

Ciri-ciri individu yang memiliki konsep positif adalah:

  • Menganggap orang lain sama dengan dirinya
  • Punya keyakinan mampu mengatasi bermacam masalah
  • Bisa menerima pujian tanpa merasa malu
  • Punya kesadaran bahwa orang lain punya perasaan, keinginan, dan perilaku yang belum tentu diterima semua anggota masyarakat
  • Keinginan dan kemampuan dalam memperbaiki diri sendiri

Negatif

Orang-orang yang memiliki konsep negatif cenderung lebih pesimistik dan sulit melihat kesempatan dalam kesulitan. Bahkan, mereka merasa kalah sebelum mencoba. Jika pun gagal, orang-orang seperti ini akan menyalahkan keadaan, orang lain atau diri sendiri.

Ciri-ciri individu yang memiliki konsep negatif adalah:

  • Merasa pesimis setiap kali menghadapi persaingan
  • Sangat sensitif terhadap kritikan
  • Responsi terhadap pujian
  • Cenderung bersikap hiperkritis
  • Punya perasaan tidak disenangi oleh orang lain

Contoh Self-Concept

Seperti yang dijelaskan dalam pengertian, pembentukan pola pikir ini dipengaruhi oleh banyak hal. Termasuk pada pola asuh orang tua dan lingkungan sekitar, karena hal ini akan menjadi bahan informasi seorang anak akan label yang diberikan oleh orang lain padanya.

Pengalaman ini kebanyakan akan terbawa sampai kehidupan dewasa. Contoh; seorang anak yang kerap dipukul, dibentak, dihina dan tidak pernah dipuji umumnya akan memiliki konsep mengenai diri yang negatif karena menerima perlakuan tersebut sebagai bentuk hukuman atas kesalahannya. Sebaliknya, bila ia tumbuh di lingkungan yang baik, ia akan merasa dihargai dan tumbuh lebih positif.

Namun demikian, bukan berarti pandangan global mengenai diri ini bersifat statis. Konsep ini bergantung pada aspek-aspek lainnya sehingga suatu saat akan berubah.

Faktor yang Mempengaruhi

Masalah yang terjadi pada manusia sebagian besar berakar pada cara pandangnya terhadap diri sendiri. Pemahaman ini kerap berakar dari pikiran negatif baik pada diri sendiri, seperti merasa inferior, tidak berguna, tidak cantik dan berbagai kritik pada diri sendiri yang justru membangun problematika.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsep seseorang selain pola asuh orang tua, diantaranya:

Kegagalan

faktor konsep diri

Disadari atau tidak, kegagalan yang terjadi secara terus menerus akan memberikan pertanyaan besar pada kemampuan diri sendiri yang berujung pada anggapan lemah dan tidak berguna.

Depresi

Ketika seseorang dilanda depresi, ia akan cenderung memikirkan hal yang negatif. Sehingga, ada keyakinan dalam diri yang goyah dan mempengaruhi persepsi diri sendiri.

Overthinking

Bersikap overthinking sangatlah tidak baik karena bisa mengarah ke pikiran yang buruk, terlebih pada penilaian diri sendiri. Seseorang cenderung menilai diri sendiri ke arah yang negatif sehingga overthinking harus segera dihentikan.

Baca juga: 5 Trik Menjawab Soal Kelemahan Diri Saat Wawancara Kerja

Memahami pengertian self-concept sangatlah penting. Apa lagi bila terjun di dalam dunia bisnis. Sudah pasti akan banyak kendala yang menghadang dan kita dituntut untuk selalu bersikap dan berpikir positif dalam mencari solusi.

Terkadang ketika seseorang sudah terbentuk memiliki pandangan diri yang negatif, sangat sulit untuk beranjak dari pikiran ini. Harus dengan keinginan keras dan dukungan dari orang sekitarnya.

Comments are closed.