Makin Mesra Setelah Menikah dengan Perencanaan Keuangan yang Tepat

Ketika Anda sudah menikah, banyak hal yang perlu dipikirkan bersama. Salah satunya adalah merencanakan keuangan. Membuat perencanaan keuangan memang bukan hal yang mudah. Ada beberapa hal yang harus Anda dan pasangan perhatikan dalam mengatur keuangan.

Berita

Setelah pesta perkawinan yang megah dan bulan madu yang romantis, kinilah saatnya Anda menikmati kehidupan rumah tangga yang sebenarnya. Berbagai kebutuhan yang harus Anda penuhi. Untuk itu Anda perlu perencanaan keuangan setelah menikah yang matang.
Ê
Sebaiknya memang pasangan yang sudah menikah memiliki tempat tinggal sendiri. Sehingga Anda bisa menjadi lebih mandiri dan bisa memprioritas untuk membeli rumah sendiri dengan cara mengatur perencanaan keuangan keluarga Anda.Ê
Ê
Sambil mencari-cari hunian idaman, buatlah perencanaan keuangan yang tepat. Dengan begitu, saat mendapat rumah impian, Anda sudah memiliki dana untuk memilikinya. Minimal untuk membayar uang muka pembelian rumah.
Ê

Lihat Besarnya Penghasilan

Bila Anda berdua bekerja dan memiliki penghasilan, jumlahkan penghasilan Anda berdua. Jumlah penghasilan tersebut bisa dijadikan sebagai acuan penghasilan rumah tangga. Dari situ, Anda bisa memutuskan berdua, apakah pembelian rumah akan memakai dana dari penghasilan bersama, atau menggunakan dana dari penghasilan salah satu dari Anda.Ê
Ê
Kesepakatan ini sangat penting untuk menentukan sumber dana dalam pembelian rumah. Dengan kesepakatan juga bisa dihindari silang sengketa saat ada kejadian yang tidak diinginkan (misalnya, perceraian) terjadi. Tetapkan target pembelian rumah.
Ê
Ê

Membuat Anggaran

Untuk membeli rumah ada dua hal yang harus Anda perhatikan, Êyaitu mempersiapkan uang muka dan cicilan tiap bulan. Kebijakan terbaru pemerintah adalah bahwa pembeli rumah pertama perlu mempersiapkan uang muka 15 persen dari harga rumah.
Ê
Dalam mempersiapkan uang muka tersebut, sebaiknya Anda mulai menyisihkan sekitar 40 persen dari total pendapatan. Sedangkan untuk cicilan per bulan, sisihkan tak lebih dari 30 persen pendapatan tiap bulan. Tentu saja, jumlah cicilan tergantung dari masa tenor yang ingin diambil beserta bunga bank tiap bulannya. Namun sebaiknya cari cicilan rumah yang tidak melebihi 30 persen pendapatan tiap bulan tersebut.
Ê

Amankan Tabungan Kepemilikan Rumah

Ini yang bisa berbahaya, banyak orang yang tergoda menggunakan sementara dana untuk membeli rumah bagi keperluan lain yang (dianggap) mendesak. Cara ampuh untuk menghindari hal tersebut adalah dengan membuka tabungan yang tidak bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu. Bila perlu, gunakan fasilitas autodebet dari bank untuk memindahkan sejumlah dana dari tabungan Anda dan pasangan ke tabungan untuk membeli rumah bersama.
Ê

Meminta Dukungan Dari Orang-Orang Sekitar

Berhemat untuk impian membeli rumah idaman bisa sangat berat, karena dapat mengubah gaya hidup Anda. Karena itu, perlu dukungan dari orang-orang sekitar Anda. Ketika teman-teman Anda mengajak liburan sambil shopping misalnya, katakan pada mereka bahwa Anda sedang menyisihkan uang untuk membeli rumah, sehingga tidak bisa bergabung dengan mereka. Dengan memberitahukan bahwa Anda sedang berhemat untuk membeli rumah, diharapkan mereka akan mengerti akan perubahan gaya hidup Anda.
Ê

Leave a Reply