Mendirikan Bangunan: Ketahui Syarat dan Tata Caranya Yuk!

Berita

Mengurus surat izin mendirikan bangunan itu sangat mudah, lho. Anda hanya perlu menyiapkan syarat-syarat dan tata caranya berikut ini. Yuk, simak!

Izin mendirikan bangunan atau yang disingkat dengan sebutan IMB adalah suatu perizinan yang dikeluarkan oleh Kepala Daerah kepada pemilik bangunan agar dapat membuat bangunan baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku.

IMB merupakan salah satu produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum. Kewajiban setiap orang atau badan yang akan mendirikan bangunan untuk memiliki izin diatur pada Pasal 5 ayat 1 Perda 7 Tahun 2009.

izin mendirikan bangunan

Meskipun sudah ada undang-undang yang mengatur tentang IMB, tetapi masih banyak masyarakat yang merasa malas untuk membuat surat IMB dengan berbagai alasan. Sekalinya ada, mereka lebih menyuruh orang lain ataupun calo untuk mengurusnya. Padahal, jika Anda ingin mencari tahu proses dan syarat IMB, sebenarnya sangatlah mudah.

Nah, untuk Anda yang ingin mengurus surat izin membuat bangunan rumah tinggal ataupun non-rumah tinggal, tetapi masih belum tahu apa saja persyaratannya, berikut ini ulasannya!

Baca juga: Cari Tahu Lebih Banyak Seputar Asuransi Rumah

Persyaratan Izin Mendirikan Bangunan Rumah Tinggal

  1. Foto kopi identitas pemilik.
  2. Foto kopi SPPT dan bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan tahun berjalan.
  3. Foto kopi surat kepemilikan tanah, surat kuasa (bila dikuasakan).
  4. Surat pernyataan kepemilikan tanah.

Persyaratan IMB Non-Rumah Tinggal

  1. Formulir permohonan IMB.
  2. Surat pernyataan tidak sengketa (bermaterai).
  3. Surat kuasa (jika dikuasakan).
  4. KTP dan NPWP (pemohon dan/yang dikuasakan).
  5. Surat pernyataan keabsahan dan kebenaran dokumen.
  6. Bukti pembayaran PBB.
  7. Akta pendirian (Jika pemohon atas nama perusahaan/badan/yayasan).
  8. Bukti kepemilikan tanah (surat tanah).
  9. Ketetapan rencana kota (KRK)/RTLB.
  10. SIPPT (untuk luas tanah > 5.000 meter persegi).
  11. Gambar rancangan arsitektur (terdiri atas gambar situasi, denah, tampak, potongan, sumur resapan) direncanakan oleh arsitek yang memiliki IPTB, diberi notasi GSB, GSJ dan batas tanah).
  12. Gambar konstruksi serta perhitungan konstruksi dan laporan penyelidikan tanah (direncanakan oleh perencana konstruksi yang memiliki IPTB).
  13. Gambar Instalasi (LAK/LAL/SDP/TDP/TUG).
  14. IPTB (izin pelaku teknis bangunan) arsitektur, konstruksi dan instalasi (legalisir asli).
  15. IMB lama dan lampirannya (untuk permohonan merubah/menambah bangunan).

Baca juga: Rumah Minimalis: Intip Tren Terbarunya

Tata Cara Mendirikan Bangunan untuk Rumah Tinggal

Seperti telah disebutkan di atas, kini mengurus IMB bisa dilakukan secara konvensional dan online. Terdapat beberapa perbedaan dari langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses pengurusannya.

Cara Konvensional

izin mendirikan bangunan

IMB adalah dokumen penting yang memiliki manfaat kepada pemilik bangunan agar dapat membuat bangunan baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku. Untuk mengajukan IMB secara konvensional, berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan.

  1. Siapkan dokumen persyaratan.
  2. Untuk rumah dengan ukuran di bawah 500 meter persegi, datang langsung ke loket pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) Kecamatan dengan membawa dokumen persyaratan, jika dokumen sudah lengkap maka prosesnya akan lebih cepat.
  3. Jika belum memiliki dokumen teknis seperti gambar arsitektur bangunan, petugas akan membantu dengan mendatangi rumah.
  4. Pemeriksaan dan evaluasi dokumen oleh pemerintah daerah selama 7 hingga 14 hari kerja.
  5. Membayar retribusi IMB.
  6. Menyerahkan bukti pembayaran retribusi IMB ke pemerintah daerah.
  7. Pemerintah daerah akan mengeluarkan izin membuat bangunan sekitar tujuh hari sejak tanda bukti pembayaran diterima.

Tata Cara Online

Tak hanya cara konvensional, kini khusus untuk wilayah Jakarta dan Bandung sudah bisa mengajukan IMB secara online. Cara yang satu ini tentu menguntungkan, karena akan menghemat waktu dan tenaga apalagi untuk Anda yang memiliki banyak aktivitas. Sebab, Anda tidak perlu lagi mengantre terlalu lama dan bisa memantau status permohonan dengan lebih mudah. Bagaimana caranya? Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Scan semua dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus IMB.
  2. Untuk wilayah Jakarta bisa mengakses jakarta.go.id dan untuk wilayah Bandung bisa mengakses dpmptsp.bandung.go.id.
  3. Mendaftar melalui situs tersebut, lalu login dengan akun yang sudah terdaftar.
  4. Pilih salah satu antara IMB rumah tinggal atau non-rumah tinggal, lampirkan gambar bangunan.
  5. Unggah semua dokumen dan isi data yang diminta.
  6. Membayar retribusi melalui bank daerah. Jika berdomisili di Jakarta membayar ke Bank DKI.
  7. Scan bukti pembayaran dan unggah ke situs.
  8. Tunggu pemberitahuan melalui e-mail.

Baca juga: Minat Ajukan Pinjaman Online? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Tiga Perbedaan dalam Mengurus Surat IMB

Beda tujuan pengurusan, beda pula ketentuan yang mesti dilakukan. Ada perbedaan antara mengurus IMB untuk rumah lama, rumah baru, hingga kebutuhan untuk renovasi sebuah bangunan. Tanpa berlama-lama lagi, berikut ini perbedaan yang harus Anda ketahui:

IMB untuk Membangun Bangunan Baru yang Akan Berdiri

izin mendirikan bangunan

Jika ingin membangun rumah atau bangunanbaru, maka pembangunan dapat berlangsung setelah IMB terbit. Agar tidak terkena sanksi, fotokopi IMB atau papan kuning IMB harus terpasang di lokasi pembangunan. Pembangunan harus berjalan sesuai dengan izin yang dikeluarkan, jika tidak maka perlu mengajukan izin perubahan atau penambahan.

IMB untuk Bangunan Lama

Rumah lama tetap harus memiliki IMB. Untuk mengajukan IMB rumah lama juga bisa mendatangi loket di kecamatan. Sementara persyaratan untuk rumah lama sedikit berbeda tergantung daerah.

IMB untuk Renovasi Rumah

Izin mendirikan bangunan (IMB) tidak hanya untuk pembangunan atau bangunan lama saja. Renovasi rumah juga memerlukan izin ini, seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2010.

Namun, tidak semua bentuk renovasi rumah harus menggunakan IMB baru. Sebab renovasi yang membutuhkan IMB baru adalah yang merubah denah rumah seperti menambah kamar, membuat bangunan baru, hingga membongkar tembok. Jadi, apabila hanya sebatas renovasi kecil seperti mengecat atau merubah genteng, maka tidak masalah.

Comments are closed.