Mengenal Money Changer dan Kelebihannya

Berita

Saat melancong ke luar negeri, tentu perlu berbagai persiapan yang matang. Menukarkan uang dengan mata uang yang berlaku menjadi hal yang krusial. Hal ini bisa dilakukan melalui money changer.

Saat berlibur ke luar negeri, persiapan kita tentunya harus benar-benar matang. Mulai dari, pembuatan paspor, visa, tiket, penginapan, hingga transportasi. Kita memang harus fokus mempersiapkan hal tersebut, tapi jangan lupa untuk menukarkan uang kita dengan mata uang negara yang hendak dikunjungi. Kita bisa menukarkannya melalui money changer.

Baca juga: Cara Aman Tukar Uang di Luar Negeri

Sekilas Mengenai Money Changer

Bagi yang pertama kali hendak menukarkan uang, penting terlebih dahulu mengetahui mengenai bisnis ini. Pada dasarnya kata “Money Changer” berarti sebuah usaha atau bisnis yang bergerak dalam bidang pembelian juga penjualan mata uang asing.

Seperti yang kita ketahui saat ini, jasa penukaran mata uang asing bisa dengan mudah kita temukan, apalagi di daerah pariwisata, kita juga bisa menemukannya di bandara dan tempat transit atau area perbatasan dua negara. Jadi, menukar mata uang asing menggunakan jasa ini memang menjadi pilihan utama bagi para travelers selain di bank.

Perlu kita ketahui, bahwa tidak semua jenis mata uang asing atau negara di dunia tersedia di money changer. Beberapa mata uang Negara ASEAN masih sulit untuk kita temukan di Indonesia, seperti Filipina, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Jika kita berada dalam kondisi tersebut, maka yang paling aman adalah membawa mata uang yang sudah “umum” digunakan ketika berlibur di negara lain, seperti dolar Amerika Serikat dan Euro untuk kemudian kita tukarkan kembali di negara tujuan kita.

Tip Menukarkan Uang

Lakukan proses penukaran uang di Indonesia

menukarkan uang di money changer

Tidak dipungkiri alasan paling umum yang mengharuskan kita menukarkan uang di Indonesia adalah kendala bahasa. Beberapa dari kita tentunya ingin bertanya mengenai kurs atau pertanyaan yang biasa dilakukan saat menukar uang. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, pertanyaan dan jawaban juga mudah dicerna.

Tapi, jika kita ternyata sudah menukar uang tetapi habis di tengah perjalanan saat berlibur dan ingin menambah uang saku, kita bisa menukarnya melalui ATM. Penting untuk kita ketahui bahwa beberapa bank di Indonesia mempunyai jaringan internasional yang bisa membuat kita melakukan proses penarikan uang dengan mata uang negara tujuan, meskipun begitu tenang saja karena saldo yang tercatat tetap dalam bentuk rupiah.

Lakukan riset terlebih dahulu

menukarkan uang di money changer

Usahakan tidak terburu-buru menukarkan uang, apalagi perencanaan liburan ke luar negeri biasanya kita lakukan dari jauh-jauh hari. Maka lebih baik riset harga terbaik dulu. Caranya, kita hanya perlu membandingkan nilai tukar di money changer dengan tempat lainnya. Kita  bisa melihatnya pada dinding depan bangunan tersebut atau mengecek bila ada website yang tersedia. Kemudian, kita bisa memilih penyedia jasa yang memberikan kurs jual paling rendah dibandingkan yang lain.

Pilih Layanan Money Changer yang Memiliki Izin

Penting sekali untuk kita perhatikan dengan seksama dalam menukar uang adalah pilih penyedia layanan yang sudah memiliki izin. Hal ini dikarenakan jasa yang berizin memberikan nilai tukar yang paling tinggi dibandingkan tempat penukaran mata uang asing lainnya.

Tapi jika memang kondisinya kita tidak menemukannya, tidak ada salahnya untuk menukarkan uang di bank atau bandara. Tapi, perlu kita ketahui dan pahami kelemahannya, saat menukar uang di bank atau bandara. Apabila kita menukarnya di bank, nilai tukar uang bisa jadi lebih rendah. Sedangkan jika kita menukar di bandara, nilai tukar uang paling rendah daripada tempat penukaran mata uang asing lainnya, kira-kira perbedaannya sekitar 20 persen lebih rendah.

Pilih waktu yang tepat

Kita tentunya tahu bahwa kurs selalu berubah setiap waktunya, kurs hari ini tidak berlaku untuk hari berikutnya. Maka kita harus memilih waktu yang tepat saat melakukan penukaran uang. Perlu riset dan ketelitian memilih waktu, karena jika kita menukarkan pada waktu terbaik dalam artian kurs jual dalam posisi rendah, tentunya hal tersebut merupakan keuntungan bagi kita. Tapi, beberapa saran yang menegaskan, bahwa waktu yang tepat dalam menukarkan rupiah ke mata uang asing ataupun dollar AS adalah pada hari Senin atau Selasa, saat pasar baru saja dibuka.

Baca juga: Tips Menukar Uang yang Aman, Nyaman, dan Mudah

Ketahui komisi penukaran

Nilai tukar uang yang ditawarkan layanan ini memang lebih tinggi daripada tempat penukaran mata uang asing lain. Tetapi, kita perlu mempertimbangkan komisi penukaran uang di tempat tersebut, karena setiap penyedia jasa sudah memiliki biaya komisi, biasanya mulai dari tiga persen hingga tujuh persen. Maka perlu kita tanyakan atau cari tahu lebih dulu sebelum menukar uang, agar kita bisa memperhitungkan jumlah mata uang yang akan kita tukar dengan komisinya.

Tip di atas bisa membuat kita lebih memerhatikan terlebih dahulu sebelum melakukan proses penukaran mata uang asing, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan ataupun kerugian. Tapi, kita tentunya bertanya-tanya sebenarnya apa yang membedakan proses menukar uang di money changer dengan di bank?

Perbedaan Menukar Uang di Money Changer dan Bank

Proses Penukaran di Bank Memakan Waktu yang Lebih Lama

Money changer lebih fleksibel dalam proses penukaran uang, kita hanya perlu membawa mata uang rupiah dan menukar dengan mata uang asing sesuai negara yang akan kita tuju. Sedangkan, jika menukar uang di bank, kita harus memiliki tabungan dalam bentuk mata uang asing tersebut. Biasanya tabungan yang harus dipakai adalah tabungan dollar dan valas. Hal inilah yang membuat penukaran mata uang di bank memakan waktu yang lama.

Baca juga: Investasi Valuta Asing

Bank Memperhitungkan Kondisi Fisik Uang Asing

menukarkan uang di money changer

Beberapa dari kita mungkin sudah mengetahui hal ini. Dalam proses penukaran uang asing ke rupiah, jika kondisi fisik mata uang asing yang akan kita tukar sudah dalam kondisi kurang baik, biasanya bank jarang mau menerimanya. Sedangkan di layanan ini, meskipun kondisi fisik uang asing tersebut sudah tidak baik, mata uang asing tersebut masih  bisa diterima, tapi dengan konsekuensi nilainya berkurang.

Maka dari itu, saat berencana bepergian ke luar negeri jangan terburu-buru dan perhatikan hal-hal di atas terlebih dahulu, ya.

 

Comments are closed.