OJK Menertibkan Agen Asuransi yang Tidak Terdaftar dan Perusahaan Pialang Asuransi yang Tidak Berizin

BeritaFeatured


Notice: get_currentuserinfo is deprecated since version 4.5.0! Use wp_get_current_user() instead. in /home/frwwwartikel/public_html/wp-includes/functions.php on line 3896

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menertibkan perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan keperantaraan dan/atau pemasaran produk asuransi namun belum terdaftar atau belum memiliki izin sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku.

Dengan kata lain, perusahaan-perusahaan yang menjadi target penertiban ini adalah mereka yang tetap menjalankan bisnis secara ilegal, karena perusahaan tersebut memasarkan produk asuransi tanpa izin regulator.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB I, OJK, Anggar B. Nuraini, mengungkapkan bahwa, “Langkah tegas ini dilakukan sebagai upaya perlindungan bagi konsumen asuransi dan menciptakan pasar asuransi yang tertib dan kompetitif.”

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian, masyarakat dapat membeli produk asuransi melalui perusahaan pialang asuransi maupun agen asuransi atau pihak lain yang telah menjalin kerja sama dengan perusahaan asuransi dengan memenuhi beberapa persyaratan. Seperti, perusahaan pialang asuransi yang mewakili pemegang polis wajib terlebih dahulu mendapatkan izin usaha dari OJK.

Bagi agen asuransi perorangan dan agen asuransi Berbadan Hukum (Perusahaan Agen) harus terdaftar terlebih dahulu di OJK agar dapat bertindak mewakili Penanggung dalam memasarkan produk asuransi. Higga saat ini, pendaftaran agen asuransi perorangan dilakukan melalui asosiasi perasuransian terkait dan selanjutnya pihak asosiasi wajib melaporkan daftar agen kepada OJK setiap triwulan.

Diatur lebih lanjut dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016, agen asuransi perorangan dan agen asuransi Berbadan Hukum dapat melakukan kerja sama keagenan dengan 1 (satu) Perusahaan Asuransi Umum, 1 (satu) Perusahaan Asuransi Umum Syariah, 1 (satu) Perusahaan Asuransi Jiwa, dan 1 (satu) Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah.

“Dengan demikian, Agen Asuransi dilarang melakukan kerja sama keagenan dengan lebih dari Perusahaan Asuransi sejenis.” Ungkap Anggar B. Nuraini.

Meskipun hingga saat ini di Indonesia sendiri, setelah melakukan kegiatan market survailance yang dilakukan OJK, masih banyak ditemukan Agen Asuransi melakukan kegiatan konsultasi dan/atau keperantaraan penutupan asuransi dengan mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan asuransi sejenis.

Untuk mengatasi permasalahan itu, OJK telah mengundang sejumlah pihak yang ditengarai melakukan kegiatan sebagai Agen Asuransi, baik perorangan maupun Badan Hukum, namun tidak terdaftar di OJK dan juga pihak-pihak yang ditengarai melakukan kegiatan sebagai perusahaan pialang asuransi namun tidak memiliki izin OJK.

Bila agen asuransi ingin mendapatkan izin untuk melakukan kegiatan konsultasi kebutuhan asuransi dan/atau keperantaraan penutupan asuransi kepada calon pemegang polis dan agar dapat menempatkan asuransi ke perusahaan asuransi sesuai kebutuhan calon pemegang polis, agen asuransi Berbadan Hukum dapat mengajukan izin usaha sebagai Perusahaan Pialang Asuransi.

OJK telah berkoordinasi dengan asosiasi perusahaan perasuransian untuk memastikan perusahaan asuransi, perusahaan pialang asuransi, agen asuransi perorangan, dan agen asuransi Berbadan Hukum dapat mematuhi ketentuan perundang undangan dalam melakukan kegiatannya.

OJK juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan jasa Perusahaan Pialang Asuransi yang telah memiliki izin dari OJK, Perusahaan Agen Asuransi yang telah terdaftar di OJK, Agen Asuransi yang memiliki sertifikat sebagai agen asuransi dan terdaftar pada asosiasi perusahaan asuransi.

Bila Anda ingin melihat Daftar Perusahaan Pialang Asuransi dan Perusahaan Agen Asuransi yang telah terdaftar dan memiliki lisensi resmi dari OJK, Anda bisa melihat daftarnya di website OJK dengan alamat www.ojk.go.id.

Hal lain yang dihimbau oleh OJK adalah Perusahaan Asuransi juga diminta untuk menertibkan kembali kerja samanya dengan Agen Asuransi yang belum terdaftar pada asosiasi maupun OJK dan dengan Perusahaan Pialang Asuransi yang belum berizin dari OJK.

Menyikapi perkembangan pemasaran asuransi melalui saluran elektronik, OJK juga sedang mengkaji aktivitas-aktivitas pemasaran produk asuransi melalui saluran elektronik baik yang dilakukan perusahaan perasuransian maupun perusahaan teknologi untuk memastikan aktivitas tersebut sejalan dengan peraturan perundangan dan konsumen asuransi terlindungi.

Pionir Pialang Asuransi Online di Indonesia Berlisensi OJK

Sebagai pionir Pialang Asuransi Online di Indonesia, PT Futuready Insurance Broker yang didirikan pada tanggal 18 Juni 2015 di bawah pengawasan OJK dan telah mendapatkan izin resmi No.KEP-518/NB-1.2015.

Pada Desember 2016 Futuready.com diluncurkan dan telah bekerja sama dengan beberapa asuransi terbaik di Indonesia. Futuready siap untuk menjadi one stop insurance platform, Supermarket Asuransi untuk kemudahan pengajuan, pengelolaan, serta klaim produk asuransi bagi setiap pelanggan.

Selain berlisensi resmi Otoritas Jasa Keuangan, Futuready juga menjadi anggota dari Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia No.219-2015/APPARINDO/2015, Tanggal 14 Agustus 2016.

 

Comments are closed.