Anda Wajib Tahu, Ini Sosok 10 Pahlawan Revolusi Indonesia

Berita

Tahukah Anda siapa saja pahlawan revolusi Indonesia? Peristiwa apa saja yang melatarbelakanginya? Yuk, cari tahu bersama!

Membicarakan sosok-sosok pahlawan revolusi di Indonesia, tentu kita akan mengingat kembali beberapa kejadian di masa lalu. Terlebih, peristiwa ini sangat berkaitan erat dengan peristiwa berdarah G30S/PKI, gugurnya pahlawan-pahlawan ini menjadi bagian dari sejarah kelam bangsa Indonesia yang tak akan terlupakan.

Anda tentu sudah tidak asing lagi saat mendengar peristiwa G30S/PKI, ini sering kali terdengar ketika Anda mempelajari tentang sejarah Indonesia. Atau setiap pada tanggal 30 September saat peristiwa penting ini diperingati. Hal ini tidak akan terlepas dari beberapa sosok yang mendapatkan gelar sebagai pahlawan.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Teks Proklamasi Asli dan Autentik

Terjadinya Peristiwa G30S/PKI

Dikatakan sebagai peristiwa berdarah, tragedi G30S/PKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia memang menelan banyak korban. Terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965 saat dini hari di Jakarta dan Yogyakarta. Peristiwa ini diwarnai dengan inseden penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah perwira militer yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia.

Peristiwa penculikan ini terbilang sangat kejam, sebab sebelum dibunuh para Jenderal disiksa dan dibantai hingga akhirnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur. Saat ini, sumur tersebut lebih dikenal dengan nama Lubang Buaya. Sejumlah jenderal yang gugur dalam peristiwa ini kemudian diberikan gelar sebagai pahlawan revolusi untuk mengenang jasa-jasa mereka.

nama pahlawan revolusi indonesia

Latar belakang terjadinya peristiwa ini hingga sekarang masih belum diketahui dengan pasti. Namun berdasarkan berbagai kemungkinan, terjadinya peristiwa pemberontakan G30S/ PKI dilatarbelakangi oleh beberapa isu berikut ini:

Isu Dewan Jenderal yang Akan Melakukan Kudeta

Sebelum terjadinya G30S/PKI, isu dewan jenderal ini sebenarnya sudah cukup lama beredar. Isu tersebut adalah adanya dewan jenderal angkatan darat yang melakukan upaya kudeta terhadap Presiden Soekarno.

Mendengar isu tersebut, Soekarno telah memberikan perintah kepada pasukan pengawal istana untuk menangkap para petinggi AD tersebut untuk kemudian diadili. Namun, sebelum perintah itu dilaksanakan, para Jenderal tersebut sudah lebih dahulu diculik dan dibunuh oleh oknum lain.

Isu Keterlibatan Soeharto Sebagai Dalang Terjadinya G30S/PKI

Soeharto yang kala itu menjabat sebagai Pangkostrad dikabarkan sudah tahu akan ada gerakan tersebut. Namun ia memilih tetap diam demi kepentingannya. Meski tidak ada bukti jelas Soeharto adalah dalang terjadinya peristiwa G30S/PKI. Namun, setelah peristiwa tersebut, muncul beberapa jurnal internasional yang menjelaskan keterlibatannya.

Baca juga: Sejarah Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Isu Dokumen Gilchrist

Isu ini muncul hampir bersamaan dengan isu dewan jenderal. Nama Gilchrist sendiri merupakan Dubes Inggris, Andres Gilchrist. Isi dokumen tersebut adalah para perwira angkatan darat telah dibeli oleh pihak asing. Walau kenyataannya dokumen itu telah dipalsukan oleh intelejen Ceko.

Nama Pahlawan Revolusi Indonesia

Sejumlah perwira militer yang gugur dalam tragedi G30S/PKI tahun 1965, diberikan gelar sebagai pahlawan revolusi atau pahlawan nasional. Nah, bagi Anda yang belum tahu siapa saja mereka, berikut para pahlawan tersebut:

monumen pahlawan revolusi

Jenderal Ahmad Yani

Menjabat sebagai komandan TNI AD, Ahmad Yani lahir di Purworejo pada 19 juni 1922. Ahmad Yani gugur, karena dikenal sebagai orang yang sangat menentang paham komunisme. Diculik di tempat tinggalnya, Ahmad Yani kemudian dibantai dan dimasukkan ke dalam sumur (Lubang Buaya).

Letnan Jenderal R Suprapto

Letnan Jenderal R Suprapto lahir di Purwokerto pada 20 juni 1920. Sama seperti Jenderal Ahmad Yani, Suprapto diculik dari rumahnya dan dibuang di Lubang Buaya.  Sebelum tewas dibantai PKI, ia pernah berhasil meredam berbagai pemberontakan di beberapa daerah seperti Medan dan Semarang yang juga dilakukan oleh oknum PKI.

Letnan Jenderal M.T Haryono

Letnan Jenderal TNI AD Mas Tirtodarmo Haryono lahir di Surabaya pada 20 Januari 1924. Merupakan salah satu petinggi angkatan darat yang gugur saat peristiwa G30S/PKI terjadi, ia menjadi pahlawan yang dikenal menguasai tiga bahasa asing saat masih hidup.

Letnan Jenderal Siswondo Parman

Lahir di Wonosobo pada 4 Agustus 1918, Letnan Jenderal Siswondo Parman adalah tokoh militer Indonesia. Beliau merupakan perwira intelejen yang dekat dan mengetahui semua kegiatan rahasia PKI. Namun, karena menolak tawaran bergabung dengan paham komunis, S Parman akhirnya turut dibantai dan dibunuh pada peristiwa G30S/PKI.

Mayor Jenderal D.I Pandjaitan

Mayor Jenderal Donald Isaac Pandjaitan lahir pada 19 Juni 1925 di Sumatera Utara. Beliau tewas di tempat tinggalnya dengan menggunakan seragam militer lengkap oleh tembakan peluru di dadanya. Pada malam itu, beliau terbunuh kemudian mayatnya dibawa ke Lubang Buaya.

Baca juga: Nama Jalan dengan Nama Pahlawan di Luar Negeri

Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Sama seperti yang lainnya, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo juga diculik di kediamannya dan dibantai di Lubang Buaya. Pada saat itu, para pemberontak membohonginya dengan mengatakan bahwa beliau dipanggil Presiden Soekarno. Sutoyo Siswomiharjo lahir pada 23 Agustus 1922 di Kebumen, Jawa Tengah.

Kapten Pierre Tendean

Lahir pada 21 Februari 1939, Kapten CZI Anumerta Pierre Andreas Tendean meninggal di usia yang masih sangat muda yakni 26 tahun. Merupakan satu-satunya pahlawan era revolusi berpangkat Kapten. Pierre Tendean dibantai, karena mengaku sebagai A.H Nasution yang merupakan atasannya. A.H Nasution sendiri selamat dalam peristiwa tersebut.

AIP Karel Satsuit Tubun

Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun lahir pada 14 oktober 1928 di Maluku Tenggara. Ia adalah satu-satunya perwira selain anggota TNI yang turut dibantai PKI, karena berada dekat rumah A.H Nasution.

Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo

Lahir di Sragen, pada 5 Februari 1923, Brigjen Anumerta Katamso Darmokusumo sedang bertugas di Yogyakarta saat pemberontakan terjadi. Ia diculik dan dipukuli dengan mortar motor. Kemudian, mayatnya dimasukkan ke lubang yang sudah disiapkan anggota PKI.

Kolonel Sugiono

Kolonel Anumerta R. Sugiyono Mangunwiyoto lahir pada 12 Agustus 1926 di Gunung Kidul. Ia merupakan korban penculikan PKI di Yogyakarta bersama Brigjend Katamso dan keduanya dikuburkan pada lubang yang sama.

Nah, itulah sosok 10 pahlawan era revolusi Indonesia yang wajib Anda ketahui. Untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, setiap tanggal 30 September diperingati sebagai hari peringatan G30S/PKI dan 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila.

Comments are closed.