Penting Kenali Jenis dan Gejala Penyakit Hipertensi

Berita

Penyakit hipertensi merupakan penyakit berisiko tinggi sebab dampaknya bisa menjalar pada organ penting dalam tubuh, karenanya penting mengenali gejala-gejalanya sejak dini.

Anda pasti mengenal penyakit satu ini, yaitu penyakit hipertensi. Hampir pada setiap pemeriksaan dokter tekanan darah kita pasti akan dicek terlebih dahulu untuk mengetahu tinggi rendahnya tekanan darah tubuh. Tak heran, sebab penyakit hipertensi ini bisa dibilang merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai sebab penyakit ini dapat menyebabkan segudang masalah yang mengganggu jantung, ginjal, otak, dan bahkan mata. Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai tanda dan gejala hipertensi sedini mungkin guna mengurangi risiko komplikasi dari penyakit ini di kemudian hari.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah Anda meningkat secara tidak sehat. Tekanan darah mengacu pada seberapa banyak darah yang mengalir melalui pembuluh darah Anda, serta tekanan darah terhadap dinding pembuluh saat dipompa keluar dari jantung Anda.

Semakin sempit pembuluh arteri Anda, semakin tinggi pula tekanan yang dihasilkan ketika darah Anda mengalir. Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.

tips cegah penyakit hipertensi

Baca juga: Pahami Penyakit Jantung dan Berbagai Gejalanya

Jenis- jenis Penyakit Hipertensi

Tekanan darah Anda dapat dikatakan normal apabila angka yang ditunjukkan berada di bawah 120/80 milimeter merkuri (mmHg). Namun, Anda perlu mewaspadai apabila angka tersebut mulai meningkat. Hasil tes tekanan darah dapat dibagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

Tekanan darah normal

Pada kondisi ini, hasil tes tekanan darah Anda menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg. Ini artinya, Anda memiliki tekanan darah yang sehat dan Anda tidak akan menunjukkan gejala-gejala penyakit hipertensi.

Tekanan darah meningkat

Apabila angka sistolik berada di antara 120-129 mmHg, dan angka histolik berada di bawah 80 mmHg, Anda memiliki tekanan darah yang meningkat dari biasanya.

Kondisi ini harus mulai diwaspadai karena ada kemungkinan Anda dapat mengembangkan penyakit hipertensi di masa depan. Namun, kondisi ini umumnya tidak memerlukan tindakan medis apapun, dan biasanya Anda belum mengalami gejala-gejala hipertensi yang jelas. Dokter hanya akan menganjurkan Anda untuk melakukan perubahan pada gaya hidup, sehingga angka tekanan darah Anda dapat menurun.

Hipertensi tahap 1

Pada kasus hipertensi tahap awal, angka sistolik tekanan darah berada di antara 130 dan 139 mmHg, atau angka diastolik berada di antara 80 dan 89 mmHg.

Hipertensi tahap 2

Jika hasil tes menunjukkan angka sistolik adalah 140 mmHg atau lebih, atau angka diastolik 90 mmHg dan lebih, Anda tergolong dalam kasus hipertensi tahap 2.

Krisis hipertensi

Pada kondisi ini, hasil tes menunjukkan angka sistolik lebih dari 180 mmHg, atau angka diastolik lebih dari 120 mmHg. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dan tindakan medis sesegera mungkin. Apabila terdapat gejala-gejala tekanan darah tinggi yang muncul, seperti nyeri dada, sakit kepala, atau sesak napas, Anda harus segera dilarikan ke unit gawat darurat (UGD).

gejala penyakit hipertensi

Gejala Penyakit Hipertensi

Seperti disebutkan di atas, Anda mungkin benar-benar tidak menyadari bahwa Anda mengalami tekanan darah tinggi yang berbahaya. Alasan utama untuk masalah ini adalah bahwa hipertensi yang tidak terdiagnosis sering kali tidak menampilkan tanda dan gejala. Satu-satunya cara jitu untuk memastikan tanda dan gejala hipertensi adalah melalui tes tekanan darah secara teratur.

Namun jika Anda rutin cek tensi pun, penyakit hipertensi tidak selalu menimbulkan gejala atau ciri yang khas. Pengidap darah tinggi biasanya tidak mengalami gejala apa pun. Penyakit ini tidak pula menunjukkan ciri tertentu yang tampak secara kasat mata. Bahkan Anda mungkin tidak pernah menyadari bahwa tekanan darah sudah tinggi.

Baca juga: Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan

Meskipun banyak penderita yang sama sekali tidak mengalami tanda-tanda atau gejala tekanan darah tinggi yang jelas, Anda mungkin dapat mengalami gejala yang menunjukkan tingkat tekanan darah yang tidak sehat. Orang dalam kategori ini sering memiliki tekanan darah yang jauh lebih tinggi dari 120/80 mmHg. Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala penyakit hipertensi paling umum yang mungkin terjadi:

Bercak Merah Pada Mata

Bercak merah yang terdapa pada mata (pendarahan subkonjungtiva) adalah salah satu gejala tekanan darah tinggi yang paling umum ditemukan. Selain karena hipertensi, gejala ini juga terkadang ditemukan pada pasien penderita diabetes.

Kondisi ini berbeda dengan adanya bayang-bayang atau bercak lain pada mata. Maka itu, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila terdapat keanehan pada mata Anda. Dokter mata (oftamologi) dapat mendeteksi adanya kerusakan pada saraf optik mata Anda, yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

Pusing

Pusing adalah efek samping atau gejala dari berbagai macam kondisi. Bahkan, konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat mengakibatkan pusing muncul. Tak semua jenis pusing dapat disebabkan oleh hipertensi. Namun, Anda sebaiknya tidak meremehkan gejala tersebut, terlebih lagi jika pusing muncul secara mendadak.

Anda juga perlu waspada apabila pusing disertai dengan gejala-gejala teanan darah tinggi lainnya, seperti tubuh kehilangan keseimbangan dan kesulitan berjalan. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya stroke.

Sakit Kepala

Berbeda dengan pusing yang umumnya hanya berupa sensasi berputar di kepala, sakit kepala adalah gejala hipertensi yang lebih serius. Anda mungkin akan merasakan nyeri yang berdenyut (throbbing) di bagian kepala Anda.

Gejala sakit kepala biasanya disebabkan oleh tekanan pada tulang tempurung kepala akibat meningkatkan tekanan darah. Hal tersebut yang membedakan sakit kepala hipertensi dengan sakit kepala biasa.

Sesak Napas

Jika tekanan darah tinggi memengaruhi pembuluh darah yang berada di jantung dan paru-paru Anda, kemungkinan gejala tekanan darah tinggi yang akan Anda rasakan adalah sesak napas. Kondisi ini disebut dengan hipertensi pulmonal, yaitu ketika bagian kanan jantung kesulitan memompa darah melewati paru-paru, sehingga darah yang mengandung oksigen tidak dapat dialirkan dengan baik.

Terdapat Darah di Dalam Urin

Saat Anda buang air kecil dan terdapat darah di dalam urin Anda, ada kemungkinan hipertensi yang Anda alami berkaitan dengan masalah pada ginjal, misalnya penyakit polikistik ginjal atau pembengkakan ginjal. Darah mungkin juga tidak dapat terlihat pada urin, namun sel darah merah akan terlihat apabila diperiksa menggunakan mikroskop.

Kondisi urin berdarah ini disebut dengan hematuria. Salah satu penyebab utamanya adalah pecahnya kista di dalam ginjal, atau adanya pembuluh-pembuluh darah kecil di sekitar kista. Gejala ini biasanya berlangsung selama sehari atau beberapa hari.

obat penyakit hipertensi

Baca juga: Pengobatan Hipertensi Lebih Maksimal Berkat Perubahan Gaya Hidup. Ini Buktinya

Detak Jantung Tidak Beraturan

Gejala lain dari hipertensi adalah palpitasi, atau detak jantung tidak beraturan. Kondisi ini umumnya terjadi ketika jantung berdebar terlalu cepat, tidak teratur, atau bahkan berhenti berdetak selama sepersekian detik.

Selain itu, Anda mungkin merasakan jantung Anda berdetak terlalu kuat atau dipaksakan. Terkadang, Anda juga akan merasakan sensasi tersebut di tenggorakan, leher, dan rahang.

Mimisan

Mimisan atau hidung berdarah merupakan gejala hipertensi yang tidak terlalu umum. Para ahli masih memperdebatkan apa yang menyebabkan kondisi ini. Namun, diperkirakan kondisi ini terjadi akibat penipisan pembuluh darah, terutama pada kasus hipertensi kronis.

Umumnya, mimisan tidak disebabkan secara langsung oleh hipertensi. Mimisan biasanya terjadi karena kenaikan tekanan darah yang mendadak, dan disertai dengan gejala kecemasan (anxiety). Maka itu, pengobatan biasanya berfokus pada mengurangi pendarahan dan meredakan gejala cemas, sebagai upaya mengurangi tekanan darah yang melonjak secara tiba-tiba.

Amati dan pahami segala gejala yang dirasakan oleh tubuh Anda, sebab biasanya gejala tersebut adalah tanda bahwa tubuh bereaksi terhadap sesuatu hal. Yuk lebih perhatikan kesehatan tubuh Anda!

Comments are closed.