Penyebab dan Dampak Melemahnya Rupiah di Kurs BI

Berita

Saat ini kondisi pertumbuhan negara Indonesia memang sedang mengalami banyak guncangan. Harga berbagai kebutuhan menjadi naik karena melemahnya rupiah di kurs BI dan pasar spot. Kenaikan berbagai kebutuhan bahan pokok ini tak diimbangi dengan adanya gaji yang cukup dari pemerintah untuk para pegawai.

Bisa kita rasakan dan ketahui sendiri saat ini, tak hanya kebutuhan pokok saja yang melonjak naik, harga transportasi pun akan semakin menanjak kenaikannya. Bagi masyarakat yang memiliki bisnis investasi juga akan terpengaruh dengan melemahnya rupiah di kurs BI dan pasar spot ini, karena tidak dipungkiri dalam praktiknya beberapa instrumen investasi ini sangat ditentukan oleh nilai mata uang rupiah. Meskipun sebenarnya, nilai tukar rupiah tak selamanya melemah, tapi hal tersebut juga pada kenyataannya tidak bisa membuat perekonomian stabil.

Baca juga: Daftar Krisis Moneter Terparah Sepanjang Sejarah

Tentunya beberapa dari kita yang awam bertanya-tanya dengan penyebab melemahnya rupiah. Berikut ini merupakan fakto-faktor yang mempengaruhi melemahnya rupiah yang perlu diketahui.

Faktor-faktor Penyebab Melemahnya Rupiah di Kurs BI

Meningkatnya Perekonomian di Amerika Serikat

melemahnya kurs BI

Perekonomian di Amerika semakin memiliki kemajuan yang pesat sehingga dollar menunggangi pasar uang dunia, tak heran jika rupiah melemah karenanya.

Pada tahun 2008 kondisi perekonomian di Amerika sempat mengalami guncangan atau krisis. Kondisi ini membuat bank sentral Amerika yaitu The Fed melakukan strategi pengurangan quantitative easing atau yang dikenal dengan istilah stimulus ekonomi, strategi ini juga disebut dengan tappering off untuk memulihkan kondisi krisis ini. Hal inilah yang membuat dolar Amerika di pasar uang dunia semakin menguat.

Lain halnya dengan negara Indonesia sebagai negara berkembang kondisi ini malah membuatnya semakin tersudut karena mata uang asing yang terus menekan keberadaan rupiah. Apalagi perlu kita ketahui rupiah memiliki karakter tersendiri yaitu sangat sensitif di tengah perekonomian dunia (soft currency). Hal ini dikarenakan ketidakstabilan perekonomian dan juga krisis finansial yang membuat rupiah mudah terguncang dan melemah.

Saat The Fed melakukan strateginya tersebut, nilai tukar rupiah serta IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) berfluktuasi sangat tajam. Pemulihan kondisi krisis perekonomian Amerika ini tak hanya membuat nilai rupiah goyang, tapi juga mengganggu lalu lintas jalur keuangan dunia. Tak heran, jika nilai tukar rupiah pun terus melemah dengan peningkatan yang tidak seberapa.

Isu-Isu Politik dan Krisis Negara

Pemilu hingga isu-isu politik di dalam negara juga mampu melemahkan nilai mata uang. Seperti yang banyak orang ketahui di Indonesia banyak sekali isu-isu politik dan kondisi politik itu sendiri bisa menggoyangkan nilai rupiah di kurs BI maupun pasar spot. Kondisi demonstrasi, terorisme, dan krisis lainnya dalam suatu negara juga bisa melumpuhkan nilai mata uang.

Anjloknya Komoditas Ekspor di Indonesia

melemahnya kurs BI

Perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil jika permintaan ekspor dari berbagai negara berkurang atau bahkan anjlok. Hal inilah yang tentunya juga menjadikan nilai rupiah terguncang dan melemah, tidak hanya itu neraca perdagangan pun akan berada dalam krisis. Cara satu-satunya yang harus dilakukan pemerintah adalah harus mengusahakan agar permintaan ekspor semakin banyak atau meningkat.

Dikuasai Impor Barang

 

Faktanya, mayoritas masyarakat Indonesia lebih tertarik dengan barang-barang buatan luar negeri, kondisi ini tentunya tak sebanding dengan permintaan ekspor yang menurun. Bila barang-barang impor terus meningkat perekonomian negara Indonesia akan merosot dan tentunya melemahkan rupiah di kurs BI maupun pasar spot.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Kredit Tanpa Agunan

Banyak orang seringkali menyalahkan pemerintah dalam kondisi ini, padahal kesalahan tersebut dikarenakan masyarakat yang kurang mencintai produk dalam negeri. Padahal kualitas barang negara Indonesia pun sebenarnya tak kalah dari barang luar, bahkan seringkali beberapa produk luar dalam memilih bahan produk diekspor dari negara kita. Jika kita sudah mengetahui, maka jangan heran jika neraca keuangan negara terus tersudutkan.

Faktor Eksternal

Presiden Joko Widodo, menjelaskan dalam Munas ke sembilan Majelis Utama yang dibukanya, bahwa ada beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi lemahnya rupiah, yaitu krisis-krisis di negara lain, seperti, krisis finansial di Yunani, kenaikan suku bunga di Amerika, dan depresiasi mata uang Yuan di Tiongkok. Hal ini yang menyebabkan rupiah melemah.

Dampak Melemahnya Rupiah

Kebutuhan yang Terus Meningkat

Melemahnya rupiah berdampak pada naiknya harga kebutuhan, terutama pada harga bahan pangan yang tampak signifikan pada barang-barang impor. Hal ini dikarenakan ketidakstabilan antara barang ekspor dan impor juga faktor lainnya, sehingga nilai tukar rupiah yang melemah ini menyebabkan biaya impor barang-barang pangan tersebut meningkat.

BBM non Subsidi Naik

melemahnya kurs BI

Melemahnya rupiah juga berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kita tentunya menyadari saat ini harga BBM terus meningkat, hal tersebut terjadi karena salah satu faktornya adalah melemahnya nilai rupiah.

Bunga Kredit Naik

Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk meredam kondisi rupiah yang bergejolak. Sehingga jangan heran jika bunga kredit akan semakin mahal. Kondisi kenaikan bunga kredit ini tentunya sangat membebani masyarakat pengguna kredit.

Utang Semakin Meningkat

Melemahnya nilai tukar rupiah ini membuat biaya produksi dan beban utang luar negeri semakin meningkat. Saat ini banyak industri yang bergantung pada bahan baku impor.

Kondisi melemahnya rupiah di kurs BI ataupun pasar spot ini sebagian besar memang berdampak pada kehidupan masyarakat. Perlu diketahui mengenai faktor dan dampaknya pada negara kita sendiri, agar tidak terjadi kekeliruan yang bisa saja menjerumuskan pada berita-berita yang tidak benar adanya atau hoax.

Apabila kondisi rupiah ini semakin terpuruk, maka alangkah lebih baiknya, pastikan memilih jenis strategi investasi yang lebih baik, sehingga kondisi keuangan pun tidak akan terpengaruh dengan melemahnya nilai rupiah, sehingga dana investasi negara pun tetap aman dan tersimpan dengan baik untuk kebutuhan masa depan kita kelak.

Baca juga: Inflasi: Definisi, Penyebab, Jenis, dan Dampaknya

Jangan lupa juga agar kita selalu mencintai produk dalam negeri, hal kecil ini merupakan bentuk usaha kita untuk tetap menjaga kestabilan nilai rupiah di kurs BI maupun pasar spot. 

Comments are closed.