Mengenal Perbedaan Teks Proklamasi Asli dan Autentik

Berita

Apa selama ini Anda tahu perbedaan antara teks proklamasi asli dan autentik? Kalau belum, yuk pelajari bersama!

Banyak yang belum tahu jika sebenarnya teks proklamasi itu ada yang asli (kald) dan autentik (otentik). Teks yang sering Anda lihat saat ini adalah teks proklamasi yang sudah disesuaikan dengan ejaan yang disempurnakan (EYD). Jika memang seperti itu, pertanyaannya kemudian adalah apa saja perbedaan dari teks proklamasi asli dan autentik?

Teks proklamasi asli berarti yang belum mengalami perubahan. Artinya masih menggunakan tulisan tangan yang ditulis oleh Ir. Soekarno. Sementara teks proklamasi autentik adalah yang sudah mengalami beberapa perubahan kata dan menggunakan ketikan, oleh Sayuti Melik.

Peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia terjadi pada hari Jumat. 17 Agustus 1945. Kemudian, pembacaan teks proklamasi dibacakan oleh Ir. Soerkarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat pukul 10.00 pagi.

Teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno sebelumnya sudah dirumuskan terlebih dahulu. Proses penyusunannya sendiri dilakukan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Achmad Soebardja pada 16 Agustus 1945 mulai pukul 02.00 sampai dengan 04.00 dini hari di kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1.

Perumusan teks proklamasi ditulis sendiri oleh Ir. Soekarna. Dan atas usul Sukarni, naskah tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Tapi tahukah Anda jika ternyata naskah proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soerkarno pada 17 Agustus 1945 bukanlah naskah yang pertama kali dirumuskan? Ternyata ada beberapa perubahan kecil yang dilakukan dari naskah awal sampai naskah resmi yang dibacakan pada saat proklamasi.

Baca juga: Sejarah Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Teks Proklamasi Asli atau Klad

Naskah proklamasi versi klad adalah konsep naskah asli hasil tulisan tangan dari Ir. Soekarna. Artinya ini merupakan konsep perumusan naskah proklamasi yang paling awal. Naskah ini ditulis oleh Ir. Soekarna, sementara Drs. Moh. Hatta dan Achmad Soebardjo mengungkapkan pemikirannya secara lisan.

Di antara tokoh-tokoh yang turut datang saat perumusan naskah proklamasi asli ini antara lain B.M Diah, Sukarni, Sayuti Melik, dan Soediro. Selain itu ada juga beberapa tokoh Jepang yang turut hadir saat perumusan tersebut.

Kalimat pertama dari teks proklamasi merupakan saran dari Ahamd Soebardjo yang diambilnya dari rumusan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI. Sementara untuk kalimat terakhirnya hasil usulan dari Drs. Moh. Hatta.

Pada saat perumusan naskah proklamasi klad ini, sempat terjadi perdebatan terkait dengan pemilihan kata yang digunakan. Awalnya sempat akan menggunakan kata ’penyerahanatau ‘merebut, namun akhirnya disepakati menggunakan kata ‘pemindahan kekuasaanagar terkesan lebih etis.

Teks proklamasi klad atau asli ini sebenarnya sempat ditinggal begitu saja dan bahkan sudah sempat dibuang ke tempat sampah di rumah Laksamana Tadashi Maeda. Namun B. M. Diah menyelamatkan naskah paling bersejarah ini dari tempat sampah dan menyimpannya selama kurang lebih 46 tahun 9 bulan 19 hari.

Barulah pada tanggal 29 Mei 1992, B. M. Diah menyerahkan teks asli tersebut ke Presiden Soeharta di Bina Graha. Dan kini isi naskah proklamasi asli ini bisa diketahui secara luas oleh masyarakat Indonesia.

Teks Proklamasi Otentik

Perlu diketahui jika sebenarnya naskah proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno pada saat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 bukan teks versi klad atau asli. Ternyata sempat terjadi beberapa perubahan kecil pada naskah klad yang kemudian dikenal sebagai teks proklamasi otentik.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa perubahan antara naskah proklamasi klad dan otentik:

  1. ‘Proklamasi’ diubah menjadi ‘PROKLAMASI’, dengan menggunakan huruf kapital semua.
  2. ‘tempoh’ diubah menjadi ‘tempo’.
  3. ‘hal2’ diubah menjadi ‘hal-hal’.
  4. ‘wakil-wakil bangsa Indonesia’ diubah menjadi ‘atas nama bangsa Indonesia’.
  5. ’17-8-05’ diubah menjadi ‘hari 17 boelan 8 tahoen 05’.
  6. Dan yang terakhir di bagian bawah ditambahkan tanda tangan Soekarna dan Hatta.

Sebagai catatan, tahun yang digunakan baik pada naskah prokalamasi klad maupun otentik adalah tahun 05, bukan 45 atau 1945, yang merupakan kependekan dari tahun 2605, hal ini disebabkan tahun penanggalan yang digunakan pada zaman pemerintah pendudukan Jepang saat itu adalah menyesuaikan tahun penanggalan yang berlaku di Jepang pada saat itu, yakni tahun 2605.

Baca juga: Perayaan 17 Agustus Coba Ide Lomba yang Unik dan Seru

Makna Proklamasi Bagi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Teks proklamasi bukanlah sekadar teks atau naskah saja. Tapi di balik itu, memiliki makna yang sangat mendalam untuk bangasa Indonesia sendiri, seperti:

  1. Aspek Hukum

Proklamasi merupakan pernyataan yang berisi keputusan politik tertinggi bangsa Indonesia untuk melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, semua produk hukum bangsa penjajah diganti dengan produk hukum bangsa Indonesia.

  1. Aspek Historis

Proklamasi bisa dikatakan sebagai titik akhir sejarah penjajahan di bumi Indonesia sekaligus menjadi titik awal lahirnya Indonesia sebagai negara yang merdeka.

  1. Aspek Sosiologis

Proklamasi menjadi titik perubahan dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa yang merdeka seutuhnya.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

  1. Aspek Kultural

Proklamasi membangun peradaban baru dari bangsa yang disebut ‘pribumi’ (pada saat penjajahan Belanda) menjadi sebuah bangsa yang mengakui persamaan derajat, harkat, dan martabat manusia yang sama.

  1. Aspek Politis

Proklamasi menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat dan memiliki kedudukan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.

  1. Aspek Spiritual

Kemerdekaan yang diperoleh merupakan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang meridhai seluruh perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah.

Sebagai rakyat Indonesia generasi dahulu hingga kini, penting untuk tahu sejarah bangsa Indonesia. Jangan sampai Anda tidak tahu sejarah teks proklamasi. Apalagi teks proklamasi ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Comments are closed.